DUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PERKOTAAN, CAMAT PURWOREJO CANANGKAN GERAKAN MASYARAKAT MEMBANGUN LUMBUNG

By DINPPKP 09 Jan 2025, 13:05:41 WIB Penyuluhan
DUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PERKOTAAN, CAMAT PURWOREJO CANANGKAN GERAKAN MASYARAKAT MEMBANGUN LUMBUNG

DUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PERKOTAAN, CAMAT PURWOREJO CANANGKAN GERAKAN MASYARAKAT MEMBANGUN LUMBUNG

Indonesia memiliki potensi besar untuk memajukan sektor pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pangan impor. Untuk mewujudkannya, diperlukan pentingnya kolaborasi untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama demi mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.

ketahanan dan swasembada pangan adalah prioritas utama pemerintah.

Bertempat di Ruang Rapat Kecamatan Purworejo pada Rabu 9 Januari 2025, diadakan rapat koordinasi persiapan inovasi daerah wilayah Kecamatan Purworejo. Kegiatan ini dihadiri Camat Purworejo, Perwakilan DLHP Kabupaten Purworejo, Koordinator PPL Kecamatan Purworejo, Ketua KNPI Kecamatan Purworejo, Ketua STIE Rajawali Purworejo, Kwartir Ranting Purworejo, Direktur BUMDesma Kecamatan Purworejo dan Ketua Karang Taruna Kecamatan Purworejo.

Bagas Adi Karyanto selaku Camat Purworejo menyampaikan ketahanan pangan merupakan langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian daerah di tengah tantangan global yang terus berkembang pesat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi di tingkat kecamatan dengan melibatkan berbagai macam organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah. Pada tahun 2025, Camat Purworejo akan mengembangkan inovasi daerah Gemblung (Gerakan Masyarakat Membangun Lumbung) dengan pemanfaatan bekas galon sebagai tempat untuk menanam padi. Hal ini telah diterapkan di Kelurahan Pangen Juru Tengah oleh salah seorang petani dan dapat dilakukan panen padi 9x dalam setahun dengan metode rawat tunas.

Lebih lanjut Camat Purworejo menyampaikan perkiraan untuk kegiatan ini sebagai pilot project terkumpul 635 pot untuk ditanami padi. “Rencananya melibatkan Pegawai Kecamatan Purworejo, BPP, KNPI, STIE Rajawali, Kwartir Pramuka, BUMDesma, Karang Taruna, dengan asumsi setiap personil menyiapkan 5 buah pot yang berasal dari bekas galon air mineral”, tegasnya.

Sedangkan untuk media tanam pupuk kompos harapannya dapat disupport dari DLHP karena sudah memiliki persediaan pupuk organik yang berasal dari limbah sampah yang dikelola oleh dinas. Budidaya padi di dalam pot lebih mudah diatur dibandingkan dengan budidaya padi di sawah maupun lahan terbuka lainnya. Tak hanya itu, penggunaan pupuk pada sistem budidaya ini juga lebih efisien. Minimnya OPT yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi sebagian petani. ”Harapannya nanti ketika sudah ada contoh real hasil produksi panen yang dihasilkan, masyarakat yang lain dapat terdorong untuk mencoba dan pada akhirnya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan di tingkat keluarga”, tandasnya.

Dari hasil panen padi yang diperoleh rencananya nanti akan dilakuka pengeringan kemudian berasnya disumbangkan ke panti asuhan yang ada di wilayah sekitar. Untuk memulai kegiatan tersebut, peserta rapat koordinasi diharapkan menyiapkan pot galon bekas air mineral dan pelaksanaan kegiatan rencananya dilakukan 1 Februari 2025.

Bakti Woro Haryanti dari BPP Kecamatan Purworejo menyampaikan bahwa potensi Kecamatan Purworejo yang dominan daerah perkotaan dengan keterbatasan minimnya sumber daya lahan sehingga dituntut untuk optimalisasi ruang kosong di sekitar perumahan. “Selain mengurangi limbah bekas galon mineral, kegiatan budidaya padi di dalam pot ini dapat membantu perekonomian keluarga dengan menyediakan kebutuhan beras sehingga pengeluaran harian dapat ditekan”jelasnya. BPP Kecamatan Purworejo dengan 7 personilnya yang memiliki wilayah binaan di desa dan kelurahan siap membantu, mendampingi dan memfasilitais kegiatan ini dan semoga saja kelembagaan kelompok tani dan wanita tani dapat berperan serta aktif mendukung sehingga sesuai dengan apa yang dicita-citakan bersama.

Pengirim : Bakti Woro Haryanti (BPP Purworejo)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung