- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
DUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PERKOTAAN, CAMAT PURWOREJO CANANGKAN GERAKAN MASYARAKAT MEMBANGUN LUMBUNG

DUKUNG
KETAHANAN PANGAN DI PERKOTAAN, CAMAT PURWOREJO CANANGKAN GERAKAN MASYARAKAT
MEMBANGUN LUMBUNG
Indonesia memiliki potensi besar untuk memajukan sektor
pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pangan impor. Untuk mewujudkannya,
diperlukan pentingnya kolaborasi untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan,
serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama demi mencapai
ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.
ketahanan dan swasembada
pangan adalah prioritas utama pemerintah.
Bertempat di
Ruang Rapat Kecamatan Purworejo pada Rabu 9 Januari 2025, diadakan rapat
koordinasi persiapan inovasi daerah wilayah Kecamatan Purworejo. Kegiatan ini
dihadiri Camat Purworejo, Perwakilan DLHP Kabupaten Purworejo, Koordinator PPL
Kecamatan Purworejo, Ketua KNPI Kecamatan Purworejo, Ketua STIE Rajawali
Purworejo, Kwartir Ranting Purworejo, Direktur BUMDesma Kecamatan Purworejo dan
Ketua Karang Taruna Kecamatan Purworejo.
Bagas
Adi Karyanto selaku Camat Purworejo menyampaikan ketahanan pangan merupakan
langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian daerah di tengah
tantangan global yang terus berkembang pesat. Oleh karena itu, diperlukan
inovasi di tingkat kecamatan dengan melibatkan berbagai macam organisasi kemasyarakatan
yang ada di wilayah. Pada tahun 2025, Camat Purworejo akan mengembangkan
inovasi daerah Gemblung (Gerakan Masyarakat Membangun Lumbung) dengan
pemanfaatan bekas galon sebagai tempat untuk menanam padi. Hal ini telah
diterapkan di Kelurahan Pangen Juru Tengah oleh salah seorang petani dan dapat
dilakukan panen padi 9x dalam setahun dengan metode rawat tunas.
Lebih
lanjut Camat Purworejo menyampaikan perkiraan untuk kegiatan ini sebagai pilot
project terkumpul 635 pot untuk ditanami padi. “Rencananya melibatkan Pegawai
Kecamatan Purworejo, BPP, KNPI, STIE Rajawali, Kwartir Pramuka, BUMDesma,
Karang Taruna, dengan asumsi setiap personil menyiapkan 5 buah pot yang berasal
dari bekas galon air mineral”, tegasnya.
Sedangkan
untuk media tanam pupuk kompos harapannya dapat disupport dari DLHP karena
sudah memiliki persediaan pupuk organik yang berasal dari limbah sampah yang
dikelola oleh dinas. Budidaya padi di dalam pot lebih mudah diatur dibandingkan
dengan budidaya padi di sawah maupun lahan terbuka lainnya. Tak hanya itu,
penggunaan pupuk pada sistem budidaya ini juga lebih efisien. Minimnya OPT yang
selama ini menjadi momok menakutkan bagi sebagian petani. ”Harapannya nanti
ketika sudah ada contoh real hasil produksi panen yang dihasilkan, masyarakat
yang lain dapat terdorong untuk mencoba dan pada akhirnya dapat membantu
memenuhi kebutuhan pangan di tingkat keluarga”, tandasnya.
Dari
hasil panen padi yang diperoleh rencananya nanti akan dilakuka pengeringan
kemudian berasnya disumbangkan ke panti asuhan yang ada di wilayah sekitar.
Untuk memulai kegiatan tersebut, peserta rapat koordinasi diharapkan menyiapkan
pot galon bekas air mineral dan pelaksanaan kegiatan rencananya dilakukan 1
Februari 2025.
Bakti
Woro Haryanti dari BPP Kecamatan Purworejo menyampaikan bahwa potensi Kecamatan
Purworejo yang dominan daerah perkotaan dengan keterbatasan minimnya sumber
daya lahan sehingga dituntut untuk optimalisasi ruang kosong di sekitar
perumahan. “Selain mengurangi limbah bekas galon mineral, kegiatan budidaya
padi di dalam pot ini dapat membantu perekonomian keluarga dengan menyediakan
kebutuhan beras sehingga pengeluaran harian dapat ditekan”jelasnya. BPP
Kecamatan Purworejo dengan 7 personilnya yang memiliki wilayah binaan di desa
dan kelurahan siap membantu, mendampingi dan memfasilitais kegiatan ini dan
semoga saja kelembagaan kelompok tani dan wanita tani dapat berperan serta
aktif mendukung sehingga sesuai dengan apa yang dicita-citakan bersama.
Pengirim
: Bakti Woro Haryanti (BPP Purworejo)






