- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
DRONE SPRAYER, EFEKTIF RINGANKAN PEKERJAAN PETANI DESA DUKUHDUNGUS KECAMATAN GRABAG
.png)
DRONE SPRAYER, EFEKTIF RINGANKAN PEKERJAAN PETANI DESA DUKUHDUNGUS KECAMATAN GRABAG
Pemerintah Desa Dukuhdungus Kecamatan Grabag bekerjasama dengan PT Maxxi Tani Teknologi dalam rangka memanfaatkan Dana Ketahanan Pangan Tahun 2025, pada hari Rabu, tanggal 15 Oktober 2025 melakukan aplikasi penyemprotan Paket Jagung Josss Hijau menggunakan drone berkapasitas 30L.
Umur jagung 75 hst di lahan seluas 4,1 hektar dan ini merupakan penyemprotan ke lima.
Hadir dalam giat ini perangkat desa Dukuhdungus, pelaksana pemanfaatan Dana Ketapang, PPL BPP Grabag dan anggota kelompok tani yang terlibat.
Perawatan jagung dilakukan untuk memaksimalkan performa tanaman, mencegah hama dan penyakit, serta menambah nutrisi yang dibutuhkan jagung, sehingga tanaman jagung tumbuh sehat, pertumbuhannya maksimal dan pembuahan tongkol jagung sempurna.
Penggunaan drone sebagai terobosan untuk mensiasati tenaga kerja dengan teknologi, berlatar belakang efisiensi tenaga kerja yang merupakan gambaran yang ideal tentang pertanian modern. Drone terbang dalam lintasan yang telah ditentukan secara otomatis.
Teknologi drone mempermudah penyemprotan dengan menyemprotkan pestisida dan pupuk secara otomatis dan efisien. Pemdes Dukuhdungus juga berharap hal ini menarik minat anak muda karena bersifat modern, inovatif, dan menawarkan potensi karier baru di bidang pertanian. Kemudahan ini mencakup efisiensi waktu, penghematan tenaga, akurasi penyemprotan pada titik yang tepat, dan pengurangan risiko kesehatan akibat paparan pestisida secara langsung.






