- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
DORONG UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI, KELOMPOK TANI SERAHKAN BANTUAN ALSINTAN KE ANGGOTA

DORONG
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI, KELOMPOK TANI SERAHKAN BANTUAN ALSINTAN KE ANGGOTA
Kelompok Tani Upoyo Bogo merupakan salah
satu kelompok tani yang berada di Desa Candi Rt 1 Rw 1 Kecamatan Ngombol
Kabupaten Purworejo yang memiliki anggota aktif sebanyak 20 orang dengan
pelayanan mencakup 10 ha dan di Desa Candi ada sekitar 69 ha sawah yang
melakukan pola tanam padi – padi – padi. Sehingga alat pertanian sangat
dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan bagi bagi para petani di Desa Candi.
Bertempat di sekretariat Kelompok Tani
Upoyo Bogo, Desa Candi Kecamatan Ngombol, pada Awal Oktober dilakukan serah
terima bantuan alsintan yang bersumber dari Belanja Hibah Uang Provinsi Jawa
Tengah Tahun 2024. Hadir pada kesempatan tersebut Koordinator PPLKecamatan Ngombol
dan PPL Wibi Candi, Kepala Desa Candi, Pengurus dan anggota kelompok tani
sejumlah 20 orang.
Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah
Daerah antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Nomor
523.33/27022 dan Nomor 01/KT-UB/VII/2024, tanggal 17 Juli 2024, tentang Hibah
Dukungan Pendanaan Kegiatan Belanja Hibah Kepada Badan, Lembaga, Organisasi
Kemasyarakatan Yang Berbadan Hukum Indonesia Tahun Anggaran 2024, Kelompok Tani
Upoyo Bogo telah melakukan pencairan dana bantuan hibah senilai Rp 20.000.000,- dan
dilakukan pembelanjaan sesuai RAB yang
digunakan untuk membeli handsprayer sebanyak 8 Unit dan pompa air sebanyak 2
unit.
Woro selaku
Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa upaya peningkatan hasil produksi dapat dilakukan melalui
berbagai cara. “Salah satu cara meningkatkan
produktivitas melalui penggunaan Alat Mesin Pertanian sehingga
percepatan tanam dapat dilakukan dan kebersamaan waktu tanam bisa dilakukan”. Woro menambahkan Alat Mesin Pertanian ini dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Upoyo Bogo untuk:
a. Untuk memberikan kemudahan bagi anggota kelompok tani
untuk pengairan pada budidaya tanaman padi yang diusahakan di lahan sawah
b. Pengaturan pola tanam dan percepatan tanam
c. Mengembangkan kelembagaan kelompok tani melalui sistem
pengairan yang terpadu
d. Membantu Program Pemerintah terkait Perluasan areal Tanam
dan peningkatan produksi beras nasional
e. Meningkatkan
permodalan Kelompok Tani Upoyo
Bogo melalui jasa dari penggunaan inventaris kelompok baik
oleh anggota aktif maupun anggota tidak aktif
f. Meningkatkan
produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan
anggota Kelompok Tani
g. Memberikan
kemudahan pada anggota Kelompok Tani maupun petani secara umum dalam pelayanan
peralatan pertanian yang efektif dan efisien
h. Meningkatkan efektivitas para petani dalam usaha tani.
Haryadi selaku
Ketua Kelompok Tani Upoyo Bogo menyampaikan bahwa alsintan power sprayer
digunakan untuk menyemprotkan pestisida di lahan pertanian dan pompa iar untuk
membantu pengairan yang kondisinya jauh dari saluran irigasi atau mengalami
kekeringan. “Untuk operasional alsintan tersebut membutuhkan biaya, sehingga
petani yang akan menggunakan atau memanfaatkan dikenakan biaya sewadan bahan
baka, yaitu masing-masing Rp 10.000,- per hari”, tambah Haryadi.
Indaryanto selaku
Kepala Desa Candi menyampaikan bahwa penggunaan alisintan bantuan tersebut
diawasi dan dicatat dengan tertib sehingga meminimalisir risiko kehilangan dan
rusak. “Alsintan digunakan semaksimal mungkin dan di rawat dengan baik guna
mendukung program pertanian di Desa Candi sehingga dapat meningkatkan akses
pengendalian pestisida dan pengairan pada budidaya padi”, tegasnya.






