- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
DORONG PEMASARAN BERAS SECARA ONLINE, PETANI MILENIAL IKUTI BIMTEK KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI SIMURP

DORONG PEMASARAN BERAS SECARA ONLINE, PETANI MILENIAL IKUTI BIMTEK KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI SIMURP
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngombol mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani Milenial Bagi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) SIMURP Tahun 2022yang bertempat di Aula Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngombol pada tanggal awal September 2022. Acara ini diikuti sebanyak 30 orang, yang terdiri dari perwakilan petani milenial se-Kecamatan Ngombol.
Bakti Woro Haryanti selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan Indonesia adalah negara agraris yang kebanyakan masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, dan beras menjadi salah satu komoditas pertanian yang paling utama. Beras menjadi salah satu makanan pokok untuk masyarakat Indonesia, sehingga memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang pesat jika dipasarkan secara online. Melihat potensi penjualan beras secara online tersebut, kelembagaan ekonomi petani yang diberi nama KEP Sumber Makmur SIMURP merencanakan usaha pemasaran beras untuk meningkatkan nilai tambah komoditas padi.
Hadir narasumber pada Bimtek yaitu Drs H Moh Jazim Kamidy selaku praktisi dalam bidang pemasaran beras dan Ngadiyono CEO Sekolah Dropship Kutoarjo. Dalam Bimtek tersebut disampaikan materi antara lain persiapan yang harus dilakukan sebelum memulai usaha beras, perhitungan biaya operasional, menentukan target pasar dan jenis beras yang akan dijual, strategi menjaga kualitas barang dan resiko dalam pemasaran beras.
Sedangkan narasumber Ngadiyono menyampaikan pola berjualan secara online bagi pemula dengan memanfaatkan aplikasi google dan market place. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan titik google map dengan membuat kata kunci yang sudah tersedia di google, selanjutnya membuat website dan terakhir membuat artikel tentang kata kunci yang dimaksud,misalnya grosir beras terdekat (sebanyak 16 artikel).
Woro menambahkan dengan petani melakukan pemasaran secara online dapat menghasilkan keuntungan yang besar karena memutus mata rantai penjualan dari petani langsung ke konsumen. Dibutuhkan kerjasama dan kekompakan dalam kelembagaan ekonomi petani ini agar segala sesuatu dalam berjalan dengan lancar mulai dari persiapan barang (gabah) yang siap giling, proses penggilingan, packing sampai dengan pemasaran online.
PENGIRIM : BAKTI WORO HARYANTI
PPL KECAMATAN NGOMBOL






