- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
DKPP Lakukan Monitoring Stok dan Harga Gabah–Beras di UD Sri Mulyo, Purworejo

DKPP Lakukan Monitoring Stok dan Harga Gabah–Beras di UD Sri Mulyo, Purworejo
Tim Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan kegiatan monitoring stok gabah, stok beras, serta perkembangan harga gabah dan beras di UD Sri Mulyo, Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya pengawasan ketersediaan dan stabilitas pangan di tingkat pelaku usaha penggilingan padi.
Berdasarkan hasil monitoring, tercatat stok Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 5 ton dan stok beras sebesar 11 ton yang tersedia di UD Sri Mulyo. Adapun harga GKG berada pada kisaran Rp7.778 per kilogram, sementara harga beras tercatat sebesar Rp13.100 per kilogram. Selain itu, ongkos giling yang diberlakukan di lokasi tersebut adalah sebesar Rp350 per kilogram, sesuai dengan kondisi operasional dan biaya produksi setempat.
Tim Bidang Pangan DKPP menyampaikan bahwa hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi dalam perumusan kebijakan dan langkah pengendalian harga serta ketersediaan pangan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan pemantauan secara berkala diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan keterjangkauan harga, sekaligus memberikan kepastian bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai konsumen akhir.






