- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
DKPP Laksanakan Program Penanganan Gangguan Reproduksi pada Sapi Betina Produktif
DKPP Laksanakan Program Penanganan Gangguan Reproduksi pada Sapi Betina Produktif
Bidang Kesehatann Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dan UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) telah melaksanakan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (Yanduwan) yang pada tanggal 9 – 20 Oktober 2023, dengan sasaran sapi betina produktif. Wilayah kegiatan Yanduwan meliputi 10 kecamatan yaitu kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol, Grabag, Bayan, Kutoarjo, Pituruh, Kemiri, Loano dan Kaligesing dengan total 45 desa. Pada Kegiatan Yanduwan ini, merupakan hasil dari Bimbingan Teknis Yanduwan yang telah dilaksanakan 26-27 September 2023.
Kegiatan Yanduwan meliputi penanganan gangguan reproduksi pada sapi betina, vaksinasi, pengobatan ternak dan desinfeksi kandang. Gangguan reproduksi pada sapi produktif betina sering terjadi dengan tidak adanya gejala yang muncul, sehingga dibutuhkan wawancara dengan peternak sebagai anamnesa dan diagnosa penunjang berupa palpasi rectal untuk menentukan jenis gangguan atau penyakit pada organ reproduksi serta pengobatan yang tepat.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jateng III wilayah Purworejo, melibatkan 6 dokter hewan swasta. Sehingga penanganan gangguan reproduksi dapat berjalan maksimal, dimana dalam yanduwan ini memiliki target awal 320 ekor kini telah tertangani 368 ekor. Harapannya dengan kegiatan ini produksi sapi di Kabupaten Purworejo meningkat.






