- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
DISEMINASI INFORMASI DAN TEKNOLOGI, PPL PURWOREJO DAMPINGI KELOMPOK TANI MELALUI PERTEMUAN RUTIN

DISEMINASI
INFORMASI DAN TEKNOLOGI, PPL PURWOREJO DAMPINGI KELOMPOK TANI MELALUI PERTEMUAN
RUTIN
Kelompok Tani Budi Santoso II Desa Pacekelan,
Kecamatan Purworejo, mengadakan pertemuan rutin kelompok tani yang dihadiri PPL
dan POPT Kecamatan Purworejo, Perangkat Desa Pacekelan, pengurus dan anggota
kelompok tani sejumlah 40 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan materi
penyuluhan terkait berbagai isu penting dalam sektor pertanian. Pertemuan yang
berlangsung di sekretariat kelompok tani ini juga dihadiri oleh puluhan anggota
kelompok tani yang antusias mendengarkan informasi dan berdiskusi mengenai
tantangan serta peluang di musim tanam mendatang.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan
tersebut adalah sosialisasi mengenai rekomendasi penggunaan Bahan Bakar Minyak
(BBM) bersubsidi untuk usaha pertanian yang disampaikan oleh Woro selaku
Koordinator PPL Kecamatan Purworejo. Woro memberikan penjelasan detail mengenai
kriteria petani yang berhak mendapatkan subsidi, prosedur pengajuan, serta
jenis-jenis BBM yang diperuntukkan bagi sektor pertanian. Diharapkan dengan
pemahaman yang baik mengenai regulasi ini, petani dapat memanfaatkan BBM
bersubsidi secara tepat sasaran dan efisien, sehingga dapat menekan biaya
produksi. “petani dapat mengajukan permohonan rekomendasi BBM bersubsidi untuk
usaha pertanian dengan mengisi surat permohonan, surat keterangan spesifikasi
alat, fotokopi KTP, dan surat keterangan usaha dari desa/kelurahan, selanjutnya
PPL melakukan verifikasi ke lapangan dan menginput ke dalam aplikasi Xstar
kemudian mengajukan surat permohonan kepada Kepala Dinas untuk ditandatangani,
dan apabila sudah ditanda tangani petani dapat menggunakan surat tersebut untuk
melakukan pembelian BBM bersubsidi di SPBU yang ditunjuk”, tambah Woro.
Selain itu, pertemuan juga membahas mengenai
program serap gabah yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). PPL
menyampaikan informasi terkait harga pembelian gabah oleh Bulog, standar
kualitas gabah yang diterima, serta mekanisme penjualan gabah kepada Bulog. Hal
ini bertujuan untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani,
sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
“PPL sangat mengapresiasi langkah Bulog membeli
gabah petani, tentunya ini menjadi motivasi sehingga membangkitkan semangat
bagi petani untuk menanam padi, ” ujar Woro. PPL berharap dengan harga gabah
yang sudah ditetapkan Rp 6.500 per kilogram melindungi petani dari pembelian
gabah dibawah standar harga yang ditetapkan pemerintah atau di bawah HPP.
“Semoga ke depannya para petani
semakin sejahtera untuk mendukung suksesnya swasembada pangan, ” pungkas Woro.
Sesi evaluasi musim tanam I menjadi perhatian
serius dalam pertemuan ini. Para petani menyampaikan keluhan mengenai tingginya
populasi hama wereng yang menyerang tanaman padi mereka pada musim sebelumnya.
PPL mencatat berbagai laporan dan memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor
yang menyebabkan ledakan hama wereng, serta langkah-langkah pengendalian yang
telah dan perlu dilakukan. Diskusi interaktif ini menjadi wadah bagi petani
untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama dalam mengatasi
permasalahan hama.
Dalam rangka persiapan musim tanam II juga
menjadi topik penting dalam pertemuan ini. PPL memberikan rekomendasi terkait
pemilihan varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit,
teknik pengolahan lahan yang tepat, pengaturan pola tanam, serta penggunaan
pupuk yang berimbang. Diharapkan dengan persiapan yang matang, petani Kelompok
Tani Budi Santoso II dapat meminimalisir risiko kerugian dan meningkatkan
produktivitas pada musim tanam mendatang.
Ketua Kelompok Tani Budi Santoso II
menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan materi penyuluhan yang disampaikan
oleh PPL. Beliau berharap informasi yang diperoleh dalam pertemuan ini dapat
menjadi bekal berharga bagi para petani dalam menjalankan usaha taninya.
"Pertemuan seperti ini sangat penting bagi kami untuk mendapatkan
informasi terbaru dan berdiskusi mengenai permasalahan yang kami hadapi. Kami
berharap sinergi antara petani dan PPL dapat terus terjalin demi kemajuan
pertanian di Desa Pacekelan," ujarnya.
Pertemuan Kelompok Tani Budi Santoso II ini
menunjukkan komitmen para petani dan pendamping dalam meningkatkan kualitas
pertanian di tingkat desa. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kebijakan
pemerintah, peluang pasar, dan strategi pengendalian hama, diharapkan sektor
pertanian di Kecamatan Purworejo dapat semakin maju dan berdaya saing.






