DISEMINASI INFORMASI DAN TEKNOLOGI, PPL PURWOREJO DAMPINGI KELOMPOK TANI MELALUI PERTEMUAN RUTIN

By DINPPKP 17 Apr 2025, 15:42:10 WIB Penyuluhan
DISEMINASI INFORMASI DAN TEKNOLOGI, PPL PURWOREJO DAMPINGI KELOMPOK TANI MELALUI PERTEMUAN RUTIN

DISEMINASI INFORMASI DAN TEKNOLOGI, PPL PURWOREJO DAMPINGI KELOMPOK TANI MELALUI PERTEMUAN RUTIN

 

Kelompok Tani Budi Santoso II Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, mengadakan pertemuan rutin kelompok tani yang dihadiri PPL dan POPT Kecamatan Purworejo, Perangkat Desa Pacekelan, pengurus dan anggota kelompok tani sejumlah 40 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan materi penyuluhan terkait berbagai isu penting dalam sektor pertanian. Pertemuan yang berlangsung di sekretariat kelompok tani ini juga dihadiri oleh puluhan anggota kelompok tani yang antusias mendengarkan informasi dan berdiskusi mengenai tantangan serta peluang di musim tanam mendatang.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah sosialisasi mengenai rekomendasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk usaha pertanian yang disampaikan oleh Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Purworejo. Woro memberikan penjelasan detail mengenai kriteria petani yang berhak mendapatkan subsidi, prosedur pengajuan, serta jenis-jenis BBM yang diperuntukkan bagi sektor pertanian. Diharapkan dengan pemahaman yang baik mengenai regulasi ini, petani dapat memanfaatkan BBM bersubsidi secara tepat sasaran dan efisien, sehingga dapat menekan biaya produksi. “petani dapat mengajukan permohonan rekomendasi BBM bersubsidi untuk usaha pertanian dengan mengisi surat permohonan, surat keterangan spesifikasi alat, fotokopi KTP, dan surat keterangan usaha dari desa/kelurahan, selanjutnya PPL melakukan verifikasi ke lapangan dan menginput ke dalam aplikasi Xstar kemudian mengajukan surat permohonan kepada Kepala Dinas untuk ditandatangani, dan apabila sudah ditanda tangani petani dapat menggunakan surat tersebut untuk melakukan pembelian BBM bersubsidi di SPBU yang ditunjuk”, tambah Woro.

Selain itu, pertemuan juga membahas mengenai program serap gabah yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). PPL menyampaikan informasi terkait harga pembelian gabah oleh Bulog, standar kualitas gabah yang diterima, serta mekanisme penjualan gabah kepada Bulog. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani, sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“PPL sangat mengapresiasi langkah Bulog membeli gabah petani, tentunya ini menjadi motivasi sehingga membangkitkan semangat bagi petani untuk menanam padi, ” ujar Woro. PPL berharap dengan harga gabah yang sudah ditetapkan Rp 6.500 per kilogram melindungi petani dari pembelian gabah dibawah standar harga yang ditetapkan pemerintah atau di bawah HPP.

“Semoga  ke depannya  para petani semakin sejahtera untuk mendukung suksesnya swasembada pangan, ” pungkas Woro.

Sesi evaluasi musim tanam I menjadi perhatian serius dalam pertemuan ini. Para petani menyampaikan keluhan mengenai tingginya populasi hama wereng yang menyerang tanaman padi mereka pada musim sebelumnya. PPL mencatat berbagai laporan dan memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan ledakan hama wereng, serta langkah-langkah pengendalian yang telah dan perlu dilakukan. Diskusi interaktif ini menjadi wadah bagi petani untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama dalam mengatasi permasalahan hama.

Dalam rangka persiapan musim tanam II juga menjadi topik penting dalam pertemuan ini. PPL memberikan rekomendasi terkait pemilihan varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, teknik pengolahan lahan yang tepat, pengaturan pola tanam, serta penggunaan pupuk yang berimbang. Diharapkan dengan persiapan yang matang, petani Kelompok Tani Budi Santoso II dapat meminimalisir risiko kerugian dan meningkatkan produktivitas pada musim tanam mendatang.

Ketua Kelompok Tani Budi Santoso II menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan materi penyuluhan yang disampaikan oleh PPL. Beliau berharap informasi yang diperoleh dalam pertemuan ini dapat menjadi bekal berharga bagi para petani dalam menjalankan usaha taninya. "Pertemuan seperti ini sangat penting bagi kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan berdiskusi mengenai permasalahan yang kami hadapi. Kami berharap sinergi antara petani dan PPL dapat terus terjalin demi kemajuan pertanian di Desa Pacekelan," ujarnya.

Pertemuan Kelompok Tani Budi Santoso II ini menunjukkan komitmen para petani dan pendamping dalam meningkatkan kualitas pertanian di tingkat desa. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kebijakan pemerintah, peluang pasar, dan strategi pengendalian hama, diharapkan sektor pertanian di Kecamatan Purworejo dapat semakin maju dan berdaya saing.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung