- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Demplot Kacang Tanah di BPP Grabag Guna Edukasi Masyarakat

GRABAG – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Grabag melakukan Demplot tanaman kacang tanah dengan benih yang terpilih sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar untuk memberdayakan lahan agar bermanfaat dan menghasilkan.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Grabag Duwi Hartoto, S.T. berharap pengolahan lahan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Grabag dapat menjadi lahan percontohan bagi petani. “Kita berdayakan lahan di BPP untuk bercocok tanam yang menghasilkan seperti kacang tanah dan ketela jalar”. Menurut beliau, hasil dari contoh cocok tanam di lahan tanah tersebut dapat mengedukasi masyarakat atau petani terutama dalam berbudidaya yang baik penanganan OPT yang tepat sesuai dengan anjuran.
Duwi Hartoto, S.T kembali menambahkan selain dijadikan contoh pemanfaatan lahan untuk bercocok tanam, pihaknya juga siap memberikan penyuluhan dalam membantu mendeteksi serta membasmi OPT dengan dibantu rekan PPL yang lain.
Sebelumnya lahan didepan kantor BPP ini merupakan lahan kritis yang tidak dimanfaatkan karena dulunya digunakan sebagai pasar hewan (Kambing). Oleh karena itu, Duwi Hartoto, S.T. sebagai koordinator baru berinisiasi untuk memanfaatkan lahan kosong ini agar kedepannya dapat dijadikan lahan demplot bagi petani dan diharapkan dapat mempercantik wajah kantor BPP. Sebelum ditanami pengolahan lahan dilakukan dengan menggunakan alat berat dan dilanjutkan pengolahan dengan memberikan pupuk kandang. Karena tidak adanya anggaran maka semua biaya pengolahan lahan ini dilakukan secara swadaya oleh BPP Grabag.
Suharyanto, A.Md selalu Penyuluh Pertanian BPP Grabag menambahkan bahwa melihat kondisi ahan saat ini pemilihan komoditas tanaman kacang tanah dianggap sebagai alternative yang tepat untuk pembenahan dan merehabilitasi lahan sebelum ditanami komoditas lainnya. Rencanany akan ditanam unuk kedepan lahan akan ditanamai tanaman cabai, sayuran dan komoditas hortikultura lainnya.






