- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Demplot Kacang Tanah di BPP Grabag Guna Edukasi Masyarakat

GRABAG – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Grabag melakukan Demplot tanaman kacang tanah dengan benih yang terpilih sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar untuk memberdayakan lahan agar bermanfaat dan menghasilkan.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Grabag Duwi Hartoto, S.T. berharap pengolahan lahan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Grabag dapat menjadi lahan percontohan bagi petani. “Kita berdayakan lahan di BPP untuk bercocok tanam yang menghasilkan seperti kacang tanah dan ketela jalar”. Menurut beliau, hasil dari contoh cocok tanam di lahan tanah tersebut dapat mengedukasi masyarakat atau petani terutama dalam berbudidaya yang baik penanganan OPT yang tepat sesuai dengan anjuran.
Duwi Hartoto, S.T kembali menambahkan selain dijadikan contoh pemanfaatan lahan untuk bercocok tanam, pihaknya juga siap memberikan penyuluhan dalam membantu mendeteksi serta membasmi OPT dengan dibantu rekan PPL yang lain.
Sebelumnya lahan didepan kantor BPP ini merupakan lahan kritis yang tidak dimanfaatkan karena dulunya digunakan sebagai pasar hewan (Kambing). Oleh karena itu, Duwi Hartoto, S.T. sebagai koordinator baru berinisiasi untuk memanfaatkan lahan kosong ini agar kedepannya dapat dijadikan lahan demplot bagi petani dan diharapkan dapat mempercantik wajah kantor BPP. Sebelum ditanami pengolahan lahan dilakukan dengan menggunakan alat berat dan dilanjutkan pengolahan dengan memberikan pupuk kandang. Karena tidak adanya anggaran maka semua biaya pengolahan lahan ini dilakukan secara swadaya oleh BPP Grabag.
Suharyanto, A.Md selalu Penyuluh Pertanian BPP Grabag menambahkan bahwa melihat kondisi ahan saat ini pemilihan komoditas tanaman kacang tanah dianggap sebagai alternative yang tepat untuk pembenahan dan merehabilitasi lahan sebelum ditanami komoditas lainnya. Rencanany akan ditanam unuk kedepan lahan akan ditanamai tanaman cabai, sayuran dan komoditas hortikultura lainnya.






