- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Demonstrasi usaha tani-nelayan berkelompok (Demfarm)

Demonstrasi usaha tani-nelayan berkelompok (Demfarm) merupakan demonstarasi yang dilakukan secara kerjasama oleh petani-nelayan dalam suatu kelompok tani-nelayan, dengan areal 1-5 hektar untuk komoditi yang memerluknnya.
Desa Pejagran merupakan salah satu wilayah yang berkesempatan mendapatkan denfarm pada tahun ini. Desa Pejagran terletak di bagian selatan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Sebagian besar masyarakat desa tersebut berprofesi sebagai petani. Salah satu keunggulan di desa Pejagran adalah tanam padi tiga kali dalam setahun atau IP 300. Sebagai salah satu sentra produksi padi di Purworejo, Kecamatan Ngombol tahun 2021 mendapat program Demfam atas kerjasama antara BPTP Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam usaha meningkat produksi padi.
Luas lahan Demfarm mencakup 10 ha lahan sawah, dimana pelaksana kegiatan oleh Gapoktan Ngudi Dadi Desa Pejagran Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan VUB (varietas unggul baru) padi khusus dan VUB padi spesifik lokasi. Varietas VUB padi khusus antara lain Baroma, Pamelen, Arumba, Nutrizinc dan Jeliteng. Untuk varietas VUB padi spesifik lokasi antara lain Inpari 46, Mantap, Digdaya, Inpari 32, Inpari 33, dan Sintanur. Komponen teknologi yang digunakan dalam mendukung kegiatan Demfarm seperti penggunaan benih unggul, tanam model jarwo 2:1 menggunakan Rice Transplanter, pemupukan berimbang, penggunaan pestisida hayati, dan prinsip pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Kegiatan Pertemuan Teknis dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan Demfarm Pengembangan VUB Padi Khusus dan Spesifik Lokasi. Salah satu lokasi kegiatan demfam adalah di Gapoktan Ngudi Dadi Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 22 September 2021 bertempat di Balai Desa Pejagran. Peserta kegiatan yang hadir dari petani, Ketua Gapoktan, Perangkat desa, Kepala Desa, petugas Penyuluh, petugas POPT dan narasumber dari Tim BPTP Jawa Tengah dan Koodinator POPT Kabupaten Purworejo.
Materi kegiatan disajikan dalam bentuk teori dan praktek. Materi pertama diisi oleh Ibu Ekaningtyas Kushartanti dari BPTP Jawa Tengah, materi yang disampaikan tentang Teknologi peningkatan produktivitas padi dan pendapatan petani. Permasalahan yang umum dihadapi petani seperti keterbatasan tenaga tanam dan panen, pemupukan yang baik, kehilangan hasil panen yang tinggi akibat pemanenan yang kurang benar. Selain juga dipaparkan tentang peluang yang ada dalam usaha meningkatkan hasil dan pendapatan petani. Selain itu juga dijelaskan hasil uji coba berbagai varietas padi yang telah dilakukan oleh BPTP dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Petani terlihat sangat semangat dan antusias mengikuti kegiatan pertemuan ini. Dari hasil evaluasi kegiatan, terdapat kenaikan pengetahuan sikap dan keterampilan petani peserta temu teknis.
Materi yang kedua disampaikan oleh Bapak Pujo Leksono, Koordinator POPT Kabupaten Purworejo. Dengan pembawaan yang sangat baik, canda tawa yang diselingi tepuk tangan oleh peserta, Bapak Pujo menekankan pentingnya pengamatan mingguan dalam upaya pengendalian OPT secara dini. Hama yang cukup berbahaya yang menyerang tanaman padi adalah hama Wereng Batang Cokelat (WBC), dimana dapat menyebabkan kerusakan yang parah bahkan bisa gagal panen. Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dilakukan secara terpadu, penggunaan musuh alami juga sangat dianjurkan. Apabila hasil pengamatan menunjukan intensitas serangan yang melebihi ambang batas, maka pengendalian bisa dilakukan secara kimiawi. Setelah kegiatan teori di ruangan, acara dilanjutkan dengan praktek dilapangan. Praktek pengamatan OPT dilakukan di lahan Demfarm. Hasil pengamatan menunjukan adanya serangan hama wereng yang sudah melebihi ambang batas. Bapak Pujo menyarankan petani untuk segera melakukan kegiatan gerdal secara massal khususnya di area Demfarm.
Pertemuan teknis ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan sikap bagi petani, penyuluh dalam usaha budidaya padi yang baik, serta meningkatkan hasil produksi.
By. Edy Prayitno PPL BPP Ngombol






