Cepedak Siapkan Gerdal Jagung

By DINPPKP 24 Okt 2025, 07:53:29 WIB Penyuluhan
Cepedak Siapkan Gerdal Jagung

Cepedak Siapkan Gerdal Jagung 


Cepedak, Bruno, 22 Oktober 2025__ Menyusul pengamatan lapang bersama, Desa Cepedak mematangkan rencana untuk pelaksanaan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (gerdal) tanaman jagung  yang saat ini sudah berumur sekitar dua minggu. Rencana teknis itu dibahas dalam pertemuan santai di tengah-tengah jalan usaha tani pada Rabu (22/10) dengan dihadiri oleh Kepala Desa Sugeng Haryanto, sejumlah petani setempat, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Hari Prabowo, dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Sugiyo.

Usai inspeksi lapang dan sembari beristirahat peserta duduk melingkar ditengah jalan sambil menikmati kopi panas,  aneka makanan khas desa Cepedak seperti ketan goreng, kerupuk legendar, pisang molen, donat dan jajanan anak. Dengan membandingkan hasil catatan pengamatan kemudian didiiskusikan dan diputuskan segera akan dilakukan langkah-langkah konkret. Diantaranya adalah penempatan perangkap hama pada titik-titik rawan, intensifikasi pemantauan pada fase vegetatif awal, penyusunan jadwal piket kelompok tani, serta daftar alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk pelaksanaan gerdal minggu depan.

Latar belakang Kepala Desa Cepedak Sugeng Haryanto menjadi warna penting dalam proses pengambilan keputusan itu. Sebab sebelum dipercaya memimpin desa, Sugeng sudah cukup lama berkecimpung dikelompok tani dan dikenal memiliki hobi bertani yang kuat. Berbekal pengalaman bertahun-tahun di lapang membuatnya memahami ritme musim, kebutuhan teknis, dan dinamika sosial yang kerap menentukan keberhasilan program pertanian berbasis komunitas.

Sikapnya yang kerap turun langsung ke lahan membuat komunikasi antara pemerintah desa, penyuluh, dan petani  berjalan tanpa sekat formalitas.

“Keputusan ini bukan sekadar soal tanaman tapi ini soal menjaga pekerjaan kolektif warga,” ujar salah satu petani yang ikut pengamatan.

Ditegaskan bahwa keterlibatan kepala desa yang paham lapang mendorong partisipasi yang lebih tinggi dari kelompok tani. PPL dan POPT menekankan bahwa peran sentral kelompok tani sebagai 'mata dan telinga' di lapangan menjadi pelapor pertama bila ada gejala serangan hama sehingga tindakan cepat dapat dilakukan.

Program jagung seluas kurang lebih lima hektare itu merupakan bagian dari paket ketahanan pangan mandiri Desa Cepedak yang dibiayai melalui alokasi Dana Desa. Paket ini bersifat terintegrasi artinya selain jagung, desa juga mengembangkan usaha peternakan kambing dan sapi serta perikanan darat. Pendekatan berlapis ini ditujukan untuk menambah sumber pangan dan sumber pendapatan alternatif sehingga apabila satu komoditas terganggu, komoditas lain bisa menopang kebutuhan keluarga petani.

Dalam pertemuan lapang, POPT Sugiyo mengingatkan pentingnya memilih metode pengendalian yang ramah lingkungan dan mengutamakan pemantauan non-kimia bila memungkinkan. Sementara PPL Hari Prabowo menekankan aspek pengelolaan tanah dan pemupukan organik untuk menjaga vigor tanaman agar lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hama.

Pelaksanaan gerdal direncanakan minggu depan dengan skema kerja bersama kelompok tani, fasilitas logistik yang difasilitasi oleh desa, dan mekanisme pelaporan cepat ke PPL serta POPT. Kepala Desa berharap koordinasi ini menjadi praktik rutin, bukan hanya respon ad-hoc, sehingga praktik budidaya jagung diharapkan dapat berlanjut dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Meski tantangan seperti cuaca dan fluktuasi pasar tetap mengintai, suasana gotong-royong yang tercermin dari pertemuan ditengah jalan menunjukkan bahwa Desa Cepedak tengah menata ketahanan pangannya lewat kerja bersama.  Dan ini sudah teruji mulai dari pengalaman di kelompok tani hingga kebijakan yang menyentuh kebutuhan nyata warga.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung