- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Cegah WBC Padi melalui Gerakan Pengendalian sebagai Tindakan Preventif
Cegah Hama Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi melalui Gerakan Pengendalian sebagai Tindakan Preventif
Gerakan pengendalian (Gerdal) hama wereng batang coklat (WBC) dilaksanakan di areal persawahan kelompok tani Karya Agung Lestari Desa Kedungagung. Gerdal dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Juni 2023 pada pukul 08.00-11.00. Gerdal dilaksanakan oleh 15 orang petani dari kelompok Karya Agung Lestari dan dihadiri oleh perwakilan POPT dari LPHP Kedu Temanggung, koordinator POPT Kabupaten Purworejo, koordinator PPL Kecamatan Butuh, PPL Wibi Desa Kedungagung, dan POPT Kecamatan Butuh. Gerakan pengendalian ini dilakukan karena mulai adanya populasi hama WBC di areal persawahan kelompok tani Karya Agung Lestari. Kegiatan ini merupakan tindakan preventif (pencegahan) dari serangan WBC dikarenakan populasi hama tersebut di bawah ambang batas pengendalian.
Kegiatan ini diawali dengan pengarahan dari koordinator POPT Kabupaten Purworejo tentang bahan, cara pengaplikasian dan cara kerja dari bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan adalah metarizep yang merupakan insektisida biologi berbentuk tepung larut yang mengandung jamur Metarhizium sp. dan jamur Beauvaria bassiana. Bahan tersebut dilarutkan dan dicampurkan dengan larutan gula dan air terlebih dahulu minimal satu malam sebelum bahan tersebut diaplikasikan. Hal ini bertujuan untuk menghidupkan kembali jamur yang ada dalam bahan tersebut. Dosis larutan metarizep untuk 1 tangki sprayer berukuran 14-16 L adalah 1,5 gelas air mineral ukuran 200 ml atau sekitar 300 ml, sedangkan untuk tangki sprayer berukuran 10 L adalah 1 gelas air mineral ukuran 200 ml. Petani juga bisa memberikan larutan metarizep melebihi dosis anjuran karena tidak akan menimbulkan dampak negatif baik bagi tanah, tanaman, lingkungan, maupun kesehatan manusia, justru dampak yang ditimbulkan akan semakin baik. Akan tetapi, kekurangan dari penggunaan dosis yang berlebihan adalah menjadi lebih boros. Cara kerja dari jamur yang ada dalam insektisida tersebut adalah jamur menginfeksi serangga dengan cara masuk ke dalam tubuh serangga inang melalui kutikula dan spirakel karena jamur tersebut termasuk jamur entomopatogen yang dapat menyebabkan sakit pada serangga.
Kegiatan ini dilakukan dengan menyemprotkan insektisida bersama-sama. Sebelum kegiatan dilakukan, petani dianjurkan untuk memastikan tangki sprayernya bersih terutama dari sisa pestisida kimia dengan cara mencuci tangki sprayer dan dibilas dengan air panas supaya nantinya jamur yang ada dalam insektisida tersebut tidak mati dan dapat bekerja sesuai peruntukannya. Aplikasi insektisida biologi ini baiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 dan sore hari di atas jam 4. Insektisida biologi ini disemprotkan pada bagian bawah tanaman padi, dikarenakan hama WBC tinggal di bagian bawah tanaman padi. Setelah pelaksanaan gerakan pengendalian, petani dikumpulkan lagi untuk diberikan penjelasan dan arahan oleh perwakilan POPT dari LPHP Kedu Temanggung tentang hama dan penyakit utama pada tanaman padi beserta cara pengendaliannya seperti penggerek batang, wereng batang coklat, tikus, blast, dan kresek.
(Penulis: Putri Ayunda Pratiwi, BPP Butuh)






