- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
CEGAH PENYAKIT HAWAR DAUN MELUAS DI TANAMAN PADI KELOMPOK TANI SUBUR, TLOGOKOTES, BAGELEN LAKUKAN GER DALMASSAL
CEGAH
PENYAKIT HAWAR DAUN MELUAS DI TANAMAN PADI
KELOMPOK TANI SUBUR DESA TLOGOKOTES KECAMATAN BAGELEN MELAKUKAN GERAKAN
PENGENDALIAN SECARA BERSAMA-SAMA
Di desa Tlogokotes biasanya
pada musim tanam penghujan (MT I) terjadi serangan penyakit Hawar daun bakteri
atau kresek di pertanaman padi kelompok. Wowok selaku Ketua kelompok tani subur
berkoordinasi dengan Slamet Kepala Desa Tlogokotes beserta pengurus Poktan
lainnya sepakat untuk segera menanggulangi penyakit yang menyerang tanaman padi
di lahan kelompok ini agar tidak semakin meluas serangannya dan berinisiatif
untuk melaporkan ke kantor BPP Bagelen
Setelah menerima laporan
dari kelompok tani, Tim Penyuluh BPP Bagelen yang dipimpin oleh Nurani UP
selaku Koordinator beserta POPT segera melakukan monitoring ke lahan pertanaman
padi Poktan Subur. Selanjutnya segera melakukan koordinasi bersama Ketua Poktan
untuk melaksanakan gerakan pengendalian secara massal. Gerdal Hawar daun
bakteri dilaksanakan pada hari jumat ini diikuti oleh 26 orang peserta, yang
terdiri dari 20 orang petani, Kepala desa tlogokotes, 4 orang Tim Penyuluh dan
1 petugas POPT.
Faktor lingkungan yang
sangat berpengaruh terutama adalah kelembaban yang tinggi sangat memacu
perkembangan penyakit ini. Oleh karena itu penyakit hawar daun bakteri sering
timbul terutama pada musim hujan. Pertanaman yang dipupuk Nitrogen dengan dosis
tinggi tanpa diimbangi dengan pupuk Kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih
rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh
bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Patogen ini dapat mengenfeksi
tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman dari mulai pesemaian sampai
menjelang panen.






