- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
BUDIDAYA BUNCIS PERANCIS di Kelompok Tani Dwi Manunggal Karya

BUDIDAYA BUNCIS PERANCIS di Kelompok Tani Dwi Manunggal Karya
Jumat, 3 Juni 2022 Maryoto selaku Penyuluh Pertanian Lapangan wilayah binaan Desa Karanggedang Kecamatan Bruno melakukan penyuluhan dan monitoring tanaman Buncis Perancis. Tanaman ini tergolong komoditas yang baru dibudidayakan didaerah Karanggedang.
“Dalam budidaya buncis, Persiapan Lahan dan Penanaman merupakan hal yang utama untuk dipelajari. Bersihkan lahan dari sisa tanaman, gulma, kerikil dan bebatuan. Cangkul tanah sampai gembur dengan kedalaman seibu jari atau kira-kira 6 cm. Buatlah guludan (bedengan) selebar 1,5 meter dengan panjang relatif (bebas) dengan tinggi 1 jengkal.” Ujar Maryoto.
Lanjutnya “agar proses pertumbuhan lebih cepat berikan pupuk dari kotoran ayam dengan takaran satu genggam tangan, lalu tutup guludan tanah dengan plastik mulsa dan lubangi plastik mulsa dengan diameter 5-7cm. Lalu masukkan satu butir benih per satu lubang tanam. Benih Buncis Perancis berwarna putih mengkilat dan bersih. Setiap 1 kg benih dapat memenuhi kebutuhan di areal lahan seluas 90 ubin (1 ubin =14 m2). Guludan tanah selebar 1,5 meter dapat ditanami tiga baris benih Buncis Perancis dengan jarak tanam 40cm persegi. Jadi populasi per m2 sebanyak 9-12 tanaman.”
Untuk Penyiraman saat musim hujan tidak perlu sering dilakukan, namun jika memasuki kemarau bisa dilakukan penyiraman 2 sampai 3 hari sekali. Frekuensi hujan yang terlalu sering bisa mengganggu proses pertumbuhan yang melambat, sebaliknya jika sering terkena sinar matahari maka pertumbuhan bisa berlangsung lebih cepat.
“Untuk Pemanenan, buncis siap panen saat umur 45-55 hari. Satu batang tanaman menghasilkan sekitar 8 hingga belasan buah Buncis Perancis dalam sekali panen. Panen sebaiknya dilakukan saat siang hari atau saat matahari bersinar untuk menghindari Buncis Perancis terkena paparan air hujan.” Pungkas Maryoto.
Pengirim : Musti Widyaningrum, A.Md – Penyuluh Pertanian BPP Bruno






