BUDIDAYA BLEWAH MEMBAWA BERKAH

By DINPPKP 18 Mar 2024, 14:36:45 WIB Penyuluhan
BUDIDAYA BLEWAH MEMBAWA BERKAH

BUDIDAYA BLEWAH MEMBAWA BERKAH

 

Blewah atau bahasa latinnya Cucumis melo L merupakan tanaman menjalar yang termasuk genus cucumis dari keluarga cucurbitaceae. Blewah  memiliki tekstur menyerupai melon, dengan aroma wangi dan segar. Tanaman blewah merupakan tanaman semusim yang masih satu keluarga dengan labu, timun, melon, semangka dan pare. Blewah umumnya berbentuk bulat agak lonjong, dengan kulit bergelombang, berwarna hijau tua dan kuning menjelang panen. Dengan karakteristik tersebut, umur panen yang jelas, tanaman blewah sering ditanam menjelang bulan ramadhan.

Seperti halnya ynag dilakukan Aris Hartanto salah satu petani milenial dari Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren.  Aris bersama ketua dan beberapa orang anggota kelompok tani melihat peluang tersebut dan menanam kurang lebih 20.000 batang di lahan seluas kurang lebih 2 hektar. Lahan yang ditanami adalah lahan sawah Desa Keduren sebelah timur yang berbatasan dengan sawah Desa Karangmulyo. Lokasi lahan yang agak tinggi, memudahkan olah tanah diawal musim penghujan yang memang mundur. Olah tanah dilakukan menggunakan cultivator lahan kering yang merupakan brigade alat mesin pertanian BPP Purwodadi, dengan sistem pinjam pakai.  

Bibit blewah dengan varietas Blaster ditanam tanggal 28 sampai dengan 30 Januari 2024. Sesuai dengan perkiraan menjelang bulan Ramadhan, blewah mulai panen. Aris mengatakan bahwa sudah berhitung waktu untuk tanam dan panen blewah agar harga jual saat panen tinggi. Sesuai rencana, panen pertama dilakukan menjelang puasa yaitud tanggal 8 Maret 2024 sebanyak 5 kwintal, disusul panen kedua tanggal 10 Maret 2024 sebanyak 5 ton, panen ketiga tanggal 11 Maret 2024 sebanyak 3 ton, panen keempat tanggal 14 Maret 2024 sebanyak 4 ton. Selanjutnya saat saya berkunjung tanggal 15 Maret 2024 yang lalu,  Aris dan kawan-kawan kelompok tani Ngudi Waluyo III, sedang memetik blewah panenan yang kelima, dengan perkiraan produksi hari itu kurang lebih 2 ton. Blewah dijual dan dipetik oleh pengepul buah dari Desa Wonosari Kecamatan Ngombol. Rencananya blewah akan diambil oleh pengepul besar dari Yogyakarta untuk dibawa ke Bandung. Harga jual rata-rata dari petani Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) per kilogram. Harga jual sesuai yang diharapkan. Baru lima kali petik, produksinya sudah 14 ton lebih 5 kwintal. Dengan harga per kilo Rp 5.000,-, maka pendapatan yang diperoleh mencapai Rp 72.500.000,-.  Pendapatan masih akan bertambah mengingat panen blewah belum selesai. Budidaya blewah yang membawa berkah.

Keberhasilan usaha petani dipengaruhi oleh upaya yang dilakukan diantaranya :

1.     Keberanian memilih usaha/komoditas (jeli melihat peluang)

2.     Pengelolaan sumber daya yang tepat

3.     Perkiraan waktu yang tepat untuk tanam

4.     Kemampuan teknis budidaya

5.     Pasar yang jelas

Penyuluh pertanian selaku pendamping di lapangan mendukung setiap upaya petani bersama kelompok tani dalam pelaksanaan usaha tani, dengan cara memberi kemudahan sarana produksi, konsultasi teknis budidaya dan bersama POPT dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman, agar produksi optimal dan kesejahteraan petani meningkat.

(Desty Lina Erfawati, S.P.- Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi).

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung