- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
BUDIDAYA BLEWAH MEMBAWA BERKAH

BUDIDAYA
BLEWAH MEMBAWA BERKAH
Blewah
atau bahasa latinnya Cucumis melo L merupakan tanaman menjalar yang
termasuk genus cucumis dari keluarga cucurbitaceae. Blewah memiliki tekstur menyerupai melon, dengan
aroma wangi dan segar. Tanaman blewah merupakan tanaman semusim yang masih satu
keluarga dengan labu, timun, melon, semangka dan pare. Blewah umumnya berbentuk
bulat agak lonjong, dengan kulit bergelombang, berwarna hijau tua dan kuning
menjelang panen. Dengan karakteristik tersebut, umur panen yang jelas, tanaman
blewah sering ditanam menjelang bulan ramadhan.
Seperti
halnya ynag dilakukan Aris Hartanto salah satu petani milenial dari Kelompok
Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren. Aris
bersama ketua dan beberapa orang anggota kelompok tani melihat peluang tersebut
dan menanam kurang lebih 20.000 batang di lahan seluas kurang lebih 2 hektar.
Lahan yang ditanami adalah lahan sawah Desa Keduren sebelah timur yang
berbatasan dengan sawah Desa Karangmulyo. Lokasi lahan yang agak tinggi,
memudahkan olah tanah diawal musim penghujan yang memang mundur. Olah tanah
dilakukan menggunakan cultivator lahan kering yang merupakan brigade alat mesin
pertanian BPP Purwodadi, dengan sistem pinjam pakai.
Bibit blewah
dengan varietas Blaster ditanam tanggal 28 sampai dengan 30 Januari 2024. Sesuai
dengan perkiraan menjelang bulan Ramadhan, blewah mulai panen. Aris mengatakan
bahwa sudah berhitung waktu untuk tanam dan panen blewah agar harga jual saat
panen tinggi. Sesuai rencana, panen pertama dilakukan menjelang puasa yaitud
tanggal 8 Maret 2024 sebanyak 5 kwintal, disusul panen kedua tanggal 10 Maret
2024 sebanyak 5 ton, panen ketiga tanggal 11 Maret 2024 sebanyak 3 ton, panen
keempat tanggal 14 Maret 2024 sebanyak 4 ton. Selanjutnya saat saya berkunjung
tanggal 15 Maret 2024 yang lalu, Aris
dan kawan-kawan kelompok tani Ngudi Waluyo III, sedang memetik blewah panenan
yang kelima, dengan perkiraan produksi hari itu kurang lebih 2 ton. Blewah
dijual dan dipetik oleh pengepul buah dari Desa Wonosari Kecamatan Ngombol.
Rencananya blewah akan diambil oleh pengepul besar dari Yogyakarta untuk dibawa
ke Bandung. Harga jual rata-rata dari petani Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) per
kilogram. Harga jual sesuai yang diharapkan. Baru lima kali petik, produksinya
sudah 14 ton lebih 5 kwintal. Dengan harga per kilo Rp 5.000,-, maka pendapatan
yang diperoleh mencapai Rp 72.500.000,-.
Pendapatan masih akan bertambah mengingat panen blewah belum selesai. Budidaya
blewah yang membawa berkah.
Keberhasilan
usaha petani dipengaruhi oleh upaya yang dilakukan diantaranya :
1.
Keberanian memilih usaha/komoditas (jeli melihat
peluang)
2.
Pengelolaan sumber daya yang tepat
3.
Perkiraan waktu yang tepat untuk tanam
4.
Kemampuan teknis budidaya
5.
Pasar yang jelas
Penyuluh
pertanian selaku pendamping di lapangan mendukung setiap upaya petani bersama
kelompok tani dalam pelaksanaan usaha tani, dengan cara memberi kemudahan
sarana produksi, konsultasi teknis budidaya dan bersama POPT dalam pengendalian
organisme pengganggu tanaman, agar produksi optimal dan kesejahteraan petani
meningkat.
(Desty Lina Erfawati, S.P.- Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi).






