- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
BPSIP Arahkan Petani Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Manggis Somongari

BPSIP ARAHKAN PETANI UNTUK TINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS
BUAH MANGGIS DI SOMONGARI
Kamis, 16 November 2023 di Gapoktan WR SUPRATMAN, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, diadakan Bintek Budidaya Dan Pengengdalian OPT Pada Tanaman Manggis Terstandar. Bintek diselenggarakan oleh BPSIP (Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian) Kementrian Pertanian. Bintek bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas durian Desa Somongari.
Bintek Budidaya dan Pengendalian OPT Pada Tanaman Manggis diikuti oleh Petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebanyak 45 orang peserta. Petani peserta bintek semua memiliki dan mengelola tanaman manggis, dengan kepemilikan tanaman lebih dari 20 batang pohon manggis per orang. Kondisi tanaman manggis di desa Somongari lebih dari 50% tanaman merupakan tanaman yang produktif, dan kurang perawatan, sehingga perlu dilakukan perawatan yang intensif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas buah manggis.
BPSIP menghadirkan narasumber ternama bapak Dody dari Universitas Gajah Mada, dengan materi Budidaya Tanaman Manggis . Beliau memaparkan tahapan-tahapan budidaya manggis secara lengkap, mulai dari syarat tumbuh tanaman manggis, pembibitan, pengolahan tanah, pembuatan lubang tanam, penanaman bibit manggis, perawatan tanaman manggis (mulai dari pemupukan, pegairan, pemangkasan, pengendalian hama penyakit), hingga cara panen buah manggis. Sedangkan materi tentang Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Manggis Disampaikan oleh Ibu Tri Wahyuni dari Balai Perlindungan Tanaman dan Hortikultura Wilayah Kedu , Provinsi Jawa Tengah. OPT tanaman manggis dapat berupa hama (dapat terlihat) dan Penyakit ( tidak Dapat terlihat secara langsung, berupa bakteri, virus, jamur). Petani diharapkan selalu memantau dan memonitor tanaman yang dimilikinya jika ada gejala serangan hama penyakit untuk segera dikendalikan. Pengendalian hama penyakit tidak harus menggunakan bahan-bahan kimia, kita dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar kita, selain harganya murah mudah didapat, dan lebih ramah terhadap lingkungan.
Diakhir acara bintek diadakan praktek pembuatan asap cair dengan menggunakan peralatan atau Instalasi sederhana. Manfaat dari asap cair kegunaan atau asam cuka ini sangat banyak tidak hanya di bidang peternakan dan pertanian tetapi bisa untuk pengawetan makanan, untuk bahan kosmetik, disinfentan, pengusir hama dan pestisida nabati.
Setelah melakukan bintek tetang Budidaya dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Manggis diharapkan petani pemilik dan pengelola tanaman manggis di Desa Somongari dapat melakukan perawatan intensif terhadap tanaman manggis yang dimilikinya, dan kedepan produksi buah manggis dapat meningkat baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Dengan demikian akan dapat menidongrak harga buah manggis.






