- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BPP Purworejp adakan Temu Usaha dan Kemitraan SIMURP 2023
Purworejo – Rabu, 23 Agustus 2023 Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Purworejo melaksanakan kegiatan Temu Usaha dan Kemitraan yang merupakan bagian dari Program SIMURP Tahun Anggaran 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula BPP Kecamatan Purworejo dengan jumlah peserta sejumlah 30 orang petani organik. Pemateri yang dihadirkan adalah dari kalangan profesional, yaitu dari Bank BRI Unit Tambakrejo dan juga Diamond Olshop Kutoarjo.
Tujuan kegiatan Temu Usaha dan Kemitraan adalah untuk mengkomunikasikan dan menjembatani para petani dan pelaku pasar, sebagai sarana mediasi dan sharing pengalaman, sebagai sarana mendapatkan informasi pasar dan sebagai langkah kerjasama antar petani dengan pemateri yang dihadirkan. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Turoso, S.TP selaku pelaksana teknis kegiatan SIMURP Kabupaten Purworejo. Dalam sambutan dan arahannya, beliau menyampaikan bahwa acara ini adalah moment terbukanya peluang bagi petani untuk dapat mengakses pasar melalui digital marketing dan terbukanya akses perbankan bagi petani untuk memperoleh bantuan modal usaha dengan sistem yang sesuai disertai dengan pendampingan yang memadai. Selain itu juga disampaikan bahwa petani untuk terus mereplikasi teknologi CSA.
Pemateri pertama adalah dari Bank BRI Unit Tambakrejo. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendukung dan meningkatkan akses pada usaha pertanian adalah dengan menyediakan sumber pembiayaan berupa pemberian penjaminan kredit bagi pelaku usaha pertanian melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit Usaha Rakyat bidang pertanian (KUR Pertanian) merupakan upaya pemerintah untuk memajukan sektor pertanian Indonesia. KUR dapat diakses melalui Bank BRI, dimana prosesnya sangat mudah. Syarat utama mengakses KUR adalah petani yang memiliki usaha produktif.
Pemateri kedua adalah dari Diamond Olshop Kutoarjo dengan tema digital marketing. Digital marketing telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia bisnis saat ini, termasuk bisnis di sektor pertanian. Petani harus memahami betul cara memasarkan produk mereka dengan efektif di era digital ini agar dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Karena pembeli saat ini semakin mandiri dalam membuat keputusan pembelian berdasarkan hasil pencariannya. Digital marketing dapat menjangkau seluruh masyarakat di manapun mereka berada dan kapan saja. Produk digital marketing yang dibangun sebagai strategi pemasaran hasil pertanian meliputi website penjualan (e-commerce) dan sosial media yang terintegrasi dengan e-commerce.
Kegiatan ini ditutup dengan pembentukan Grup Whatsapp yang berisikan seluruh petani organik dan pelaku digital marketing Diamond Olshop. Ini merupakan inisiasi menuju MoU (Memorandum of Understanding) kemitraan antara para petani dengan pelaku digital marketing Diamond Olshop. Dari pihak Diamond Olshop siap membantu petani dalam memasarkan produk pertaniannya.






