- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
BPP Purworejo Fasilitasi Pembentukan KEP KOPRAL, Perkuat Komunitas Petani Ramah Lingkungan

BPP Purworejo Fasilitasi Pembentukan KEP KOPRAL, Perkuat Komunitas Petani Ramah Lingkungan
Purworejo, 18 November 2025 – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo mengambil langkah progresif dalam memajukan pertanian berkelanjutan dengan memfasilitasi pertemuan penting bagi petani organik se-Kecamatan Purworejo. Acara yang digelar di Aula BPP Kecamatan Purworejo ini berhasil mencapai kesepakatan signifikan: Pembentukan KEP KOPRAL (Kelembagaan Ekonomi Petani Komunitas Petani Ramah Lingkungan). Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 30 orang yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan para petani organik dari berbagai desa di Kecamatan Purworejo. Kehadiran Bapak Eko Susanto dan Ibu Febtory Setyo Harsanti turut memberikan dukungan dan arahan dalam proses pembentukan kelembagaan ini.
Dalam sambutannya, Bakti Woro Haryanti selaku PPL Kecamatan Purworejo mnegucapkan terima kasih atas kehadiran petani organik memenuhi undangan dari PPL dan mohon dukungannya untuk meningkatkan koordinasi dan kekompakan petani budidaya padi yang ramah lingkungan sehingga dapat melanjutkan ke proses sertifikasi organik. “Saya sangat bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan konsistensi petani dalam menjalankan sistem pertanian yang ramah lingkungan”, tegas Woro. Seperti yang disampaikan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang diwakili Eko Susanto keputusan untuk beralih ke pertanian organik bukanlah hal yang mudah. “Itu adalah komitmen terhadap kesehatan, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas produk yang lebih baik. Di tengah tantangan perubahan iklim dan penggunaan pupuk kimia yang semakin beragam, kita membuktikan bahwa sektor pertanian organik kita bisa tangguh dan mandiri, tambah Eko.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan musyawarah untuk membentuk struktur kepengurusan awal KEP KOPRAL. Kelembagaan ini diharapkan segera dapat bergerak cepat untuk menjalankan program kerja. Berikut adalah susunan pengurus terpilih : Ketua : Sukirman (Kelurahan Kedungsari), Sekretaris : Khaeroni Mas’ud (Kelurahan Cangkrepkidul) dan Bendahara : Awal Misdiyanto (Kelurahan Cangkreplor). Pembentukan KEP KOPRAL bertujuan untuk menjadi wadah resmi yang menaungi, memperkuat, dan meningkatkan nilai ekonomi petani yang berkomitmen pada praktik pertanian ramah lingkungan dan organik.
Febtory Setyo Harsanti dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo menekankan pentingnya pembentukan KEP. “Dengan adanya KEP KOPRAL, kita tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah rumah bagi kita semua, tempat kita merencanakan bersama, memecahkan masalah pemasaran, dan meningkatkan kualitas produk organik kita. Harapannya, nilai tambah ekonomi bagi petani organik akan meningkat secara signifikan,” ujar Santi.
Sebagai Ketua KEP KOPRAL terpilih, Sukirman menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya. "Kepercayaan ini adalah amanah. Kami akan berupaya keras menjadikan KEP KOPRAL sebagai motor penggerak pertanian organik di Purworejo, memastikan semua anggota mendapatkan manfaat, dan produk kita mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan pangan sehat," tuturnya.
Selain pembentukan KEP, pada pertemuan kali ini Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo juga memfasilitasi penujukan ICS sebagai sarana mendukung peningkatan kualitas dan legalitas produk pertanian ramah lingkungan. Woro menambahkan ICS adalah sebuah sistem penjaminan mutu internal yang wajib dibentuk dan dijalankan oleh kelompok tani (Gapoktan atau Kelembagaan Ekonomi Petani seperti KEP KOPRAL) sebelum mengajukan permohonan sertifikasi organik secara kolektif kepada Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). “Petani yang tergabung dalam komunitas ini perlu mematuhi prosedur yang ketat, dan ICS akan berfungsi sebagai :
· Pengawas Internal: Memastikan bahwa setiap anggota petani benar-benar menerapkan standar pertanian organik sesuai dengan peraturan yang berlaku (misalnya, tidak menggunakan pupuk/pestisida kimia).
· Pencatat Data: Mendokumentasikan seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman hingga panen, yang akan diverifikasi oleh LSO.
· Penjamin Mutu: Memberikan jaminan awal kepada LSO bahwa produk yang dihasilkan kelompok tersebut memenuhi kriteria organik, tambah Woro.
Fasilitasi penunjukan ICS oleh BPP Purworejo ini bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan nilai jual produk petani organik Purworejo. Dengan adanya sertifikat organik resmi, produk mereka akan lebih mudah menembus pasar modern dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Woro menyatakan bahwa penunjukan dan pendampingan ICS ini merupakan tahapan krusial. "Ini bukan sekadar formalitas. ICS adalah jantung dari sistem penjaminan kualitas kita. Setelah ini terbentuk dan berjalan efektif, kita siap untuk audit sertifikasi, yang artinya produk kita akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dan terpercaya di mata konsumen," jelasnya. Pada kesempatan kali ini, terpilih ICS yaitu Priyo Utomo, Much sapto, Heriyanto, dan Khaeroni Mas’ud. Dengan terbentuknya KEP KOPRAL, komunitas petani organik di Kecamatan Purworejo kini memiliki landasan formal untuk bersatu dan bertumbuh, membawa optimisme baru bagi pengembangan pertanian ramah lingkungan di wilayah tersebut. Sedangkan penunjukan ICS ini menjadi bukti keseriusan BPP Purworejo bersama komunitas petani untuk mentransformasikan pertanian lokal menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.
Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP (BPP Kecamatan Purworejo)






