- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BPP PURWODADI ADAKAN SOSIALISASI E-ALOKASI PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2024
BPP PURWODADI ADAKAN SOSIALISASI E-ALOKASI
PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2024
Pupuk merupakan sarana produksi
pertanian yang sangat penting bagi peningkatan produktivitas. Permasalahan
pupuk khususnya pupuk bersubsidi masih banyak ditemui di kalangan petani salah
satunya adalah alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 ini mengalami penurunan yang
cukup siknifikan. Hal ini disebabkan karena pemerintah mengurangi subsidi pupuk
di tahun 2024.
Dengan adanya pengurangan alokasi
pupuk bersubsidi tersebut, BPP Purwodadi mengadakan pertemuan sosialisasi
e-Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 bertempat di aula BPP Purwodadi, pada
hari Rabu tanggal 17 Januari 2024, pukul 13.00 WIB. Pada acara sosialisasi
tersebut dihadiri oleh 40 orang perwakilan admin RDKK tingkat desa se Kecamatan
Purwodadi, Camat Purwodadi yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Camat
Purwodadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo
diwakili dari KJF, Koordinator PPL dan PPL BPP Purwodadi,serta tim sponsor dari
PT. Syngenta.
Dalam acara Sosialisasi e-Alokasi
Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 dibuka dengan ucapan selamat datang dari
Koordinator PPL BPP Kecamatan Purwodadi, dalam sambutannya Nani Haryani,selaku
koordinator PPL BPP Purwodadi menyampaikan bahwa Tahun 2024 ini alokasi pupuk
bersubsidi mengalami penurunan, untuk urea alokasi hanya mendapatkan 52,79%,
NPK 29,37%. Sementara itu M. Yunianto, selaku sekcam Purwodadi dalam
sambutannya menyampaikan dengan penurunan alokasi pupuk bersubsidi ini
diharapkan petani bisa menyikapi dengan bijak. Solusi untuk mencukupi
kekurangan pupuk bersubsidi ini dengan penggunaan pupuk organik, memanfaatkan
sumberdaya alam yang ada disekitar kita, seperti pemanfaatan kotoran ternak
baik sapi maupun kambing. Acara inti kegiatan Sosialisasi e-Alokasi Pupuk
bersubsidi Tahun 2024 disampaikan oleh Narasumber dari PPL, Legirin
menyampaikan bahwa untuk Kecamatan Purwodadi alokasi pupuk bersubsidi tahun
2024 mengalami penurunun. Alokasi pupuk urea 52,79%, alokasi pupuk NPK 29,37%
dari usulan pengajuan. Untuk mencukupi kekurangan pupuk ini yang bisa dilakukan adalah petani diharapkan
menggunakan pupuk organik baik padat maupun cair,dan solusi lain yaitu dengan
menggunakan pupuk non subsidi. Disampaikan juga bahwa untuk mencukupi kebutuhan
pupuk yang kurang, Pupuk Indonesia mengadakan program Gebyar Diskon Pupuk Non
Subsidi yang akan diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 18 Januari 2024 di
Gudang Pupuk Kec. Bayan. Gebyar Diskon ini dari harga semula Rp. 450.000,-
menjadi Rp. 270.000,-, akan mendapatkan urea 25 kg dan phonska plus 25 kg
dengan menukarkan kupon. Kupon bisa didapatkan di BPP. Pada kesempatan ini tiap desa dibagi hard copy
alokasi pupuk per petani per komoditas, diharapkan setelah pertemuan ini
masing-masing desa mensosialisasikan kepada petani yang terdaftar dalam RDKK di
desa masing-masing. Dari KJF, Ibu Sri Suharweni menyampaikan para petani
diharapkan terus menggunakan pupuk organik baik padat maupun cair. Diharapkan
dalam kelompok tani diadakan pelatihan-pelatihan pembuatan pupuk organik baik
padat maupun cair dan juga perlu adanya demplot budidaya padi organik yang
dibmbing oleh PPL. Budidaya padi organik ini provitas tidak serta merta
langsung tinggi, oleh karena itu dalam penggunaan pupuk masih perlu menggunakan
pupuk kimia tetapi dosisnya dikurangi sampai pada penggunaan pupuk organik
murni.
Dari hasil pertemuan ini
diharapkan para petani mengetahui alokasinya masing-masing sehingga pada saat
membutuhkan pupuk sudah tahu alokasinya dan bisa mencari solusi untuk
kekurangan pupuknya. Diharapkan dengan adanya pengurangan alokasi pupuk ini
bisa disikapi dengan bijak dan diharapkan produktivitas usaha taninya tetap
meningkat.
Nani Haryani S, SP_PPL
BPP Purwodadi






