- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BPP KUTOARJO ADAKAMN GERDAL WBC SWADAYA DI DESA KEMADULOR DAN WIRUN
BPP KUTOARJO ADAKAMN GERDAL WBC SWADAYA DI DESA KEMADULOR DAN WIRUN
Hama Wereng Batang Coklat (WBC) masih enggan meninggalkan lahan persawahan di beberapa wilayah Kecamatan Kutoarjo karena cuaca yang mendukung. Beberapa wilayah tampak hopperburn, kondisi inilah yang mendorong PPL BPP Kecamatan Kutoarjo dan POPT setempat untuk melngadakan Gerdal guna menekan penyebaran WBC tersebut. Wereng Batang Coklat (WBC) merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman padi. Serangan WBC apabila tidak dikendalikan luasan serangannya bisa menurunkan produksi bahkan menyebabkan puso pada komoditas padi. Dalam rangka pengendalian hama wereng batang coklat (WBC) pada hari Selasa, tanggal 12 Maret 2024 bertempat di Gapoktan ‘Madu Makmur’ Desa Kemadulor, Kecamatan Kutoarjo dilakukan gerakan pengendalian (gerdal) hama wereng batang coklat (WBC) oleh warga Desa Kemadulor. Gerakan pengendalian (Gerdal) dimulai pukul 07.00 WIB, dihadiri oleh Koordinator PPL (Sri Handayani Adji, SP) bersama PPL wilayah binaan (Erma Aryani W.N., SP), Kepala Desa Kemadulor (H. Sutiyono, S.H., M.A.P), POPT PHP (Amat Maftuh) dan pengurus Gapoktan serta anggotanya sebanyak 21 orang. Gerakan pengendalian (Gerdal) ini dilakukan secara swadaya dengan menggunakan bahan pengendali Sidabas 500 EC dan Dharmabas 500 EC.
Gerakan pengendalian (gerdal) WBC ini dilakukan setelah adanya laporan dari Ketua Gapoktan (Muhtarom) dan ditindaklanjuti dengan pengamatan hama oleh Amat Maftuh selaku POPT Kecamatan Kutoarjo. Intensitas serangan 20,2%, kondisi pertanaman padi umur 50-85 hst dengan varietas padi yang ditanam yaitu Ciherang dan Sri Wedari. Walaupun dalam suasana puasa ramadhan tidak mengurangi antusias warga Desa Kemadulor untuk melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) hama wereng batang coklat (WBC). Gerakan pengendalian (Gerdal) bertujuan untuk mengamankan tanaman padi dan mencegah perluasan populasi hama wereng batang coklat di Desa Kemadulor, Kecamatan Kutoarjo.
Tak hanya di wilayah Kemadulor saja, Kelompok Tani Siblawong Sigenderan Desa Wirun juga melaporkan keadaan serupa dengan Kemadulor kepada Penyuluh Pertanian dan POPT PHP Kecamatan Kutoarjo. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengamatan dan merencanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal).
Hari Kamis, tanggal 14 Maret 2024, Kelompok Tani Siblawong Sigenderan secara
intensif melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara massal hama Wereng
Batang Coklat (WBC). Gerakan Pengendalian (Gerdal) dihadiri oleh Koordinator
PPL Kec. Kutoarjo (Sri Handayani Adji, SP), PPL Wilayah Binaan (Hermawan, SP)
serta POPT PHP Kec. Kutoarjo (Amat Maftuh) serta pengurus dan anggota Kelompok
Tani Siblawong Sigenderan sebanyak 34 orang.
Amat Maftuh, selaku POPT PHP Kecamatan Kutoarjo menyatakan, tanaman padi
yang terserang di lahan hamparan seluas 20 hektar, padi berumur 50-85 hst,
varietas yang ditanam rata-rata Cilamaya, Ciherang dan HT. Jenis bahan
pengendali yang digunakan yaitu Bassa 500 EC, bahan pengendali berasal dari
DKPP Kab. Purworejo, ditambah dengan insektisida dari FMC Corporation. Selain
itu, Amat Maftuh juga menjelaskan pada saat penyemprotan harus tepat sasaran
yaitu penyemprotan pada bagian bawah tanaman karena sasaran WBC ada di pangkal
rumpun.
Penyemprotan secara bersamaan harus dilakukan untuk mencegah migrasinya hama WBC dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Kegiatan pengendalian secara massal memang perlu dilakukan untuk mengendalikan serangan hama wereng pada areal tanaman padi dan mencegah agar serangan hama wereng tidak menyebatr ke areal tanaman padi secara luas. Serangan hama wereng batang coklat jika tidak segera dikendalikan dapat menyebabkan puso sehingga petani mengalami gagal panen. Dengan adanya Gerakan pengendalian massal ini memberikan manfaat bagi anggota, yaitu dapat mengendalikan hama wereng batang coklat secara serempak dengan harapan pertanaman padi bisa terselamatkan dari serangan hama wereng batang coklat. (Sri Handayani Adji, SP-BPP Kutoarjo)






