- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BPP KOSTRATANI, SEBAGAI PUSAT PEMBELAJARAN!

BPP
KOSTRATANI, SEBAGAI PUSAT PEMBELAJARAN!
Purworejo
– Jumat (7/6/2024) Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Purworejo berupaya melaksanakan fungsinya BPP Kostratani sebagai pusat
pembelajaran dengan melaksanakan kegiatan bertanam sayuran di halaman kantor
BPP. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengetahuan dan
ketrampilan bagi penyuluh, petani, kelompok tani, kelompok wanita tani, dan
lingkungan sekitar dalam rangka mewujudkan pemanfaatan pekarangan yang sejuk, indah,
dan produktif. Kegiatan bertanam tersebut dilakukan
menggunakan sistem hidroponik sumbu. Bahan dan alat yang digunakan dengan
memanfaatkan barang bekas yaitu galon air mineral dan sumbu dari kain perca.
Sayuran yang ditanam diantaranya adalah caisim, cabe rawit, tomat, seledri.
Hidroponik
Sistem Sumbu merupakan sistem pasif untuk jenis hidroponik. Akar dari tanaman
tidak bersentuhan dengan air secara langsung karena menggunakan bantuan yang
berupa sumbu. Hidoponik sistem sumbu adalah metode yang paling sederhana
diantara sistem hidroponik lainnya karena tidak menggunakan sumber listrik
ataupun pompa air. Kelebihan
hidroponik sistem sumbu diantaranya adalah tanaman dapat
mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus, biaya pembuatan yang
murah, perawatan
tanaman mudah karena tidak perlu melakukan penyiraman, dan
tidak
tergantung listrik. Sedangkan kekurangan hidroponik sistem sumbu diantaranya
adalah air dan nutrisi yang diberikan tidak dapat kembali ke bak penampungan
sehingga lebih boros, jika tanaman besar
dan akan menggunakan air lebih banyak dari daya serap sumbu.
Dengan
dilaksanakannya kegiatan bertanam sayuran dengan hidroponik sistem sumbu, diharapkan
BPP semakin eksis sebagai tempat
pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan,
penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang usaha, peningkatan
kesadaran, pendampingan serta fasilitasi inovasi baru dan pusat
informasi.






