- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
BIMTEK PENYULUHAN PERTANIAN, BEKAL PENYULUH UNTUK MENUJU SWASEMBADA PANGAN

BIMTEK PENYULUHAN PERTANIAN, BEKAL PENYULUH UNTUK MENUJU SWASEMBADA PANGAN
Pada hari Senin, 8 Desember 2025, Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan Bimtek Penyuluhan Pertanian.
Acara ini merupakan penyegaran bagi penyuluh pertanian guna menambah bekal bagi penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan kepada petani dan kelompok tani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian diwakili Kepala Bidang Prasarana.dan penyuluhan, Arie Sulistyani, S.TP, MP menyampaikan kepada para penyuluh pertanian se Kabupaten Purworejo bahwa, penyuluh mempunyai tugas untuk meningkatkan kapasitas petani melalui kelembagaan pertanian, seperti kelompok tani.
Indikator keberhasilan penyuluhan salah satunya tercapainya Panca Kemampuan Kelompok Tani (PAKEM POKTAN) yaitu :
1. Perencanaan /planing (P).
2. Menyusun manajemen /organizing (O)
3. Pelaksanaan (Actuating)
4. Monev (Controlling)
5. Inovasi dan kepemimpinan
Selain itu, penyuluh pertanian juga di beri bekal untuk mendampingi petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional, dengan pemantauan dan pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi setiap hari. Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan, penyuluh pertanian akan dikomando langsung dari Kementerian Pertanian, mulai 1 Januari 2026, akan beralih status menjadi pegawai Kementerian Pertanian sesuai Inpres Nomer 3 tahun 2025.
Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKPP, Wahyudi, S.PT, M.Sc menyampaikan informasi terkait masa transisi status kepegawaian penyuluh & tugas penyuluh yang diberikan oleh Kementerian Pertanian, diantaranya laporan LTT dan LCS harian. Selain itu Wahyudi menekankan agar BPP segera mengirimkan data kelas kelompok tani tahun 2024 dan 2025.
Pada kesempatan yang sama Sri Lastuti, S.P dari KJF memberikan informasi terkait pentingnya penilaian Kelas Kelompok Tani setiap tahun, agar dapat digunakan sebagai panduan pelaksanaan penyuluhan selanjutnya.
Sebagai narasumber utama, hadir Annisa Fitriana dari Mikael Rabbit yang tergabung dalam komunitas peternak dan penyayang Kelinci, Republik Terwelu dari Magelang. Anisa merupakan salah satu duta Kementan dari program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian. Anisa memberikan informasi tentang peluang agribisnis kelinci.
Kegiatan diselenggarakan di UPT PLUT KUMKM Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo. Kepala Dinas KUKMP Ir. Hadi Pranoto turut hadir dan menyambut positif kolaborasi DINKUKMP dengan DKPP mengingat output dari pertanian adalah perdagangan hasil pertanian, baik segar maupun olahan. Petani memerlukan keterampilan tambahan agar hasil taninya meningkat nilai ekonominya. UPT PLUT memberikan pelatihan keterampilan pengolahan hasil, pengemasan dan penjualan. Selain itu UPT PLUT juga membantu pengurusan Nomor Ijin Berusaha (NIB) dan serfifikat halal secara gratis.






