- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BIKIN BANGGA, THL TBPP KECAMATAN KEMIRI LULUS SERTIFIKASI KOMPETENSI

BIKIN BANGGA, THL
TBPP KECAMATAN KEMIRI
LULUS
SERTIFIKASI KOMPETENSI
KEMIRI KEREN NEWS –– Dalam rangka
mendukung pembangunan pertanian, diperlukan komitmen yang kuat dari penyuluh
pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penyuluhan guna mewujudkan
sumber daya manusia petani yang tangguh, mandiri dan agar mereka mampu menolong
dirinya sendiri beserta keluarganya guna mengorganisasikan dirinya dalam
mengakses informasi, pasar, teknologi dan permodalan sebagai upaya meningkatkan
produktifitas, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kelestarian
lingkungan. Kegiatan penyuluhan pertanian akan memberikan dampak yang luar biasa
kepada pelaku utama dan pelaku usaha bidang pertanian jika proses penyuluhan
pertanian dilaksanakan oleh penyuluh yang kompeten.
Dalam rangka meningkatkan
kompetensi penyuluh pertanian sesuai standar, perlu dilakukan pemberian
pengakuan kompetensi profesi melalui sertifikasi kompetensi. Badan Penyuluhan
dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan sertifikasi profesi bagi THL
TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) pada tanggal 27 Mei –
3 Juni 2024, yang dilaksanakan secara online melalui UPT Pelatihan
lingkup BPPSDMP Kementrian Pertanian.
Adapun peserta
terdiri dari 1.385 THL Pusat dan 8.775 THL Daerah. Sedangkan di BPP Kemiri
diikuti oleh 17 orang THL TBPP Pusat yang berasal dari BPP Kecamatan Kemiri,
Gebang, Kutoarjo, Butuh, Bruno dan Pituruh. Acara dibuka langsung oleh Kepala
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi,
M.Agr. secara online di BPPSDMP.
Menurut beliau,
berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa, inovasi teknologi dan sarana
prasarana pertanian memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktifitas
pertanian sebanyak 25%, peraturan perundangan termasuk local wisdom
berkontribusi sebanyak 25%, sedangkan SDM pertanian memberikan kontribusi
paling besar terhadap peningkatan produktifitas dan produksi yaitu sebanyak
50%.
"Diantara
SDM pertanian yang paling strategis dan paling penting sebagai ujung tombak
pembangunan pertanian adalah penyuluh pertanian. Peningkatan produktifitas
berada di genggaman penyuluh pertanian bagaimanapun keadaannya. Oleh karena itu
kualitas dan kapasitas penyuluh pertanian berperan sangat penting,"
ujarnya.
Beliau menambahkan
bahwa, penyuluh pertanian memiliki tugas pokok dan fungsi diantaranya sebagai
motivator, inovator, fasilitator dan motor penggerak. Untuk menjadi penyuluh
pertanian baik PNS maupun PPPK, kompetensi penyuluh pertanian sangat
dibutuhkan. Sebagai bukti penyuluh pertanian sudah kompeten, penyuluh harus
memiliki sertifikat komptensi penyuluh pertanian, yang dikeluarkan oleh Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Nasional yang merupakan lembaga pendukung
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang bertanggung jawab melaksanakan
sertifikasi kompetensi profesi bidang pertanian.
“Saya
berharap semua peserta akan lulus ujian sertifikasi. Semua persyaratan harus
dipenuhi. Salah satunya wajib mengikuti TOT dan MSPP, program dari Kementrian
Pertanian untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian. Peserta wajib
mengikuti sertifikasi ini secara serius dari awal sampai akhir,” ungkap
beliau.
Sejalan dengan hal
tersebut, Miftakul Azis, salah satu anggota BNSP dalam penyampaian materi
tentang Sertifikasi Profesi Menyongsong Indonesia Emas 2045, mengatakakan
bahwa, profesi penyuluh pertanian berperan besar sebagai motifator agar petani
mampu meningkatkan produktifitasnya. Kompetensi penyuluh pertanian memiliki
peran penting dalam menyelesaikan tantangan berupa tingkat produktifitas dan
daya saing.
“Saat
ini, kita sedang dihadapkan pada issue perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Artinya, untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut, maka SDM di
bidang peranian harus terus dibekali dengan literasi dan kompetensi terkini
terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi agar teknologi yang ada
dapat dimanfaatkan secara optimal,” tutur beliau.
Menjawab tantangan
tersebut, Miftakul Azis, menuturkan bahwa penyuluh pertanian dikatakan telah
kompeten jika telah memiiliki pengetahuan, ketrampilan dan atitude kerja yang
baik, termasuk cara bergaul di dalam masyarakat. Penyuluh pertanian harus
kompeten dengan harapan profesi tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan
memberi manfaat yang besar bagi petani, sehingga jaminan peningkatan
produktifitas dan daya saing tercapai.
“Sertifikasi
kompetensi adalah proses pemberian sertifikat komptensi yang dilakukan secara
sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia,” tambahnya.
Pada ujian assesmen
portofolio, Asesi menyerahkan bukti kompetensi selama melaksanakan penyuluhan
pertanian yang telah dimasukkan di APL.02. Dokumen yang harus diserahkan
mencakup 5 unit kompetensi, yaitu; 1) Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian,
dokumen berupa Surat Keterangan telah terlibat dalam menyusun Programa
Penyuluhan Pertanian dari Kepala BPP, serta Programa Kecamatan/Desa yang pernah
disusun dari Tahun 2021, 2022 dan 2023; 2) Menyiapkan Materi Penyuluhan
Pertanian, dokumennya berupa materi penyuluhan yang pernah dibuat selama tiga
tahun terakhir; 3) Menerapkan Media Penyuluhan Pertanian, dokumen yang
ditanyakan oleh Asesor kepada Asesi adalah media penyuluhan pertanian yang
pernah digunakan selama tiga tahun terakhir, sekurang-kurangnya 3 macam
berbentuk naskah yang diprint, video, atau link youtube; 4) Menerapkan
Metode Penyuluhan Pertanian, dokumennya adalah bukti melaksanakan aktivitas
penyuluhan dapat dalam bentuk printing materi/ dokumen, video, dan
foto-foto yang telah disahkan oleh atasan langsung; dan 5) Mengevaluasi
Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, dokumennya adalah laporan kegiatan
melaksanakan evaluasi penyuluhan pertanian.
Karena assesmen ini
dilakukan secara online, semua bukti portofolio ini dikirimkan melalui link
yang sudah diberikan. Di hari terakhir kegiatan, Senin (03/06/2024) berdasarkan
hasil keputusan maka semua Asesi dinyatakan lulus.
Seperti yang diungkap oleh Kasmirah, salah satu asesi yang
merupakan penyuluh pertanian Kecamatan Kemiri,
“Setelah
mengikuti sertifikasi ini, saya menjadi lebih paham tentang apa saja yang harus
dilaksanakan jika ingin mendapatkan sertifikat kompeten,” tutur beliau
sambil tersenyum.
Demikian juga yang diungkapkan Marimun,
“Walaupun sangat melelahkan, tapi banyak
ilmu yang saya dapatkan. Ternyata untuk menjadi penyuluh yang kompeten
membutuhkan effort yang lebih,” ungkapnya.
Di hari terakhir sebelum penutupan, dilakukan evaluasi
kegiatan dan pengisian Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi semua asesi, kemudian
dikirim melalui link yang sudah disiapkan. ––






