BERSAMA WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN DESA BEDONOKARANGDUWUR LAKSANAKAN GERTAM PADI GOGO

By DINPPKP 05 Feb 2025, 10:03:19 WIB Penyuluhan
BERSAMA WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN  DESA BEDONOKARANGDUWUR LAKSANAKAN GERTAM PADI GOGO

BERSAMA WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

DESA BEDONOKARANGDUWUR LAKSANAKAN GERTAM PADI GOGO

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Suasana penuh semangat menyelimuti lahan pertanian di Desa Bedonokarangduwur, Kecamatan Kemiri, saat digelarnya Gerakan Tanam (GERTAM) Padi Gogo pada Selasa, 4 Ferbruari 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit Dan Aneka Palma, Kementerian Pertanian, yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Ketua Tim Kerja Pengendalian OPT Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Bapak Rony Novianto, SP., MM, beserta jajaran pejabat terkait. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Kapolres Purworejo, Komandan Kodim Purworejo, Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo, Camat Kemiri, Kepala Desa Bedonokarangduwur, KTNA Kecamatan Kemiri, Penyuluh Pertanian, petani dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Kerja Pengendalian OPT Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Bapak Rony Novianto, SP., MM menyampaikan bahwa dunia tidak dalam keadaan baik-baik saja, ancaman krisis pangan dunia sudah tampak di depan mata kita. Pentingnya sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI dan petani untuk mempersiapkan krisis ini. Menurut data dari BPS pada tahun 2024 produksi beras mencapai 30,34 juta ton. Ditargetkan akan meningkat produksi padi tahun 2025 sebesar 32 juta ton.

“Di samping target tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Pangan juga mendorong penanaman padi lahan kering (gogo) di lahan perkebunan dalam mendukung pencapaian swasembada pangan,” jelasnya.

Beliau menambahkan, bahwa pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan komitmennya untuk melindungi petani dan mempercepat tercapainya swasembada pangan dengan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).

“Saya tegaskan kembali pentingnya sinergi bersama seluruh pihak untuk mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Tanpa Anda sekalian, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Kita harus kuat bersama. Jika Kadis Kabupaten, Provinsi, TNI dan Petani bersatu, kita akan mengguncang dunia dan mencapai mimpi bersama menjadi lumbung pangan dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, SP., MP. menuturkan bahwa untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah ditargetkan tanam padi gogo seluas 24.008 ha, yang direncanakan penanaman di lahan perkebunan seluas 1.611 ha dan lahan perhutanan social seluas 22.397 ha. Dengan proyeksi produktivitas 2 ton/ha maka diharapkan akan capai produksinya sekitar 48 ribu ton.

"Gerakan tanam padi gogo ini diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian, khususnya di wilayah-wilayah dengan kondisi lahan kering," ujarnya.

Seperti yang dipaparkan dalam acara tersebut, beliau mengatakan bahwa kegiatan GERTAM Padi Gogo ini merupakan upaya strategis dalam rangka meningkatkan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan. Padi gogo sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di lahan kering seperti yang terdapat di wilayah Desa Bedonokarangduwur ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong semangat para petani untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan penggunaan teknologi pertanian modern. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Hadi Sadsila, SP., MM juga menilai bahwa padi gogo di Kecamatan Kemiri berkembang positif. Sebelumnya kegiatan gertam padi gogo juga dilakukan di Desa Dilem dan Desa Turus.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kerja keras para petani, penyuluh lapangan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga GERTAM Padi Gogo ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Purworejo, khususnya di Desa Bedonokarangduwur,” tuturnya.

Acara dimulai dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan pembacaan doa serta sambutan dari berbagai pejabat yang hadir. Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis penanaman padi gogo oleh Bapak Rony Novianto, SP., MM selaku perwakilan Direktur Tanaman Kelapa Sawit Dan Aneka Palma, Kementerian Pertanian didampingi pejabat daerah dan para petani.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Desa Karangduwur menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap petani di desanya.

“Sebagai Kepala Desa Karangduwur, saya sangat bangga dengan semangat gotong royong dan kerja keras petani serta dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan pendamping lapangan. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kami,” katanya.

Kami berharap program ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol gerakan tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk terus berinovasi dalam bidang pertanian. Mari kita jaga dan rawat tanaman ini dengan penuh dedikasi agar hasil yang kita peroleh nantinya sesuai dengan harapan,” pungkasnya.

Ia juga mengajak petani untuk mengikuti setiap tahap program dengan serius, mulai dari persiapan lahan hingga panen nanti. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat tergantung pada kerjasama dan kesungguhan petani dalam menerapkan metode dan teknologi yang telah disarankan oleh para penyuluh pertanian.

“Jika program ini berhasil, kita tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga kesejahteraan para petani. Panen yang lebih banyak berarti pendapatan yang lebih baik, dan itu akan menggerakkan ekonomi desa kita,” tambahnya.

Pak Danu, salah satu petani dari Desa Bedonokarangduwur, ingin berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan Gerakan Tanam (GERTAM) Padi Gogo ini

“Awalnya, kami merasa ragu untuk mencoba padi gogo karena belum terbiasa dengan sistem tanam ini. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari para penyuluh pertanian, kami mulai memahami manfaat dan teknik budidaya padi gogo,” tuturnya.

Suasana penuh kebersamaan dan optimisme mewarnai kegiatan ini, menandai langkah baru dalam pengembangan sektor pertanian di Desa Bedonokarangduwur. Gertam Padi Gogo ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari luar daerah, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian warga Desa Bedonokarangduwur.

Acara dilanjutkan dengan mengikuti zoom untuk mengikuti acara gertam padi gogo bersama Menteri Pertanian di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. ––

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung