- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Benih Jagung Bisi 816 cocok untuk Petani Purworejo???

Benih Jagung Bisi 816 cocok untuk petani di Purworejo.???
Jagung super hibrida yang terbukti paling tahan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), tahan penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan agak tahan penyakit hawar daun (Helminthosporium maydis). Baik ditanam di dataran rendah dan teruji sampai ketinggian 700 m dpl. Tongkol besar dan seragam. Biji muput sampai ke ujung, biji jagung nancap dalam dan janggel kecil. Potensi hasil mencapai ± 13.65 ton pipil kering per hektar. Bisa dipanen umur ± 99 hari setelah tanam. Cocok ditanam di lahan sawah maupun darat.
Kemasan : 1 kilogram dan 5 kilogram
Kebutuhan benih per hektar : 15 kg – 20 kg
Dalam kesempatan ini, kami mendapat mandat untuk menyaksikan ikut dalam proses panen jagung varietas Bisi 816 di lahan anggota Gapoktan Sri Dewi, Desa Dewi Kecamatan Bayan. Jagung dipanen pada usia 89 HST. Ciri fisik tanaman jagung yang siap dipanen yaitu daun sudah menguning, sebagian lainnya berwarna cokelat atau putih kekuningan, biji terlihat mengkilap dan ketika dibuka kulit pelapis bonggol jagung sudah mengeras. Selain itu, ketika biji ditekan dengan kuku juga tidak akan meninggalkan bekas. Berdasarkan hasil pengambilan sample pada kegiatan ubinan diperoleh proyeksi perolehan jagung basah tanpa kulit sebesar 7.6 ton per hektar. Hasil tersebut didapatkan dari pola tanam 2 biji per lubang tanam yang terbukti menghasilkan jagung lebih banyak dibandingkan jika menggunakan pola tanam 1 biji per lubang tanam.
By. Wiwit utami BPP. Bayan






