- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BEBERAPA DESA DI KECAMATAN NGOMBOL MULAI PANEN, BPP NGOMBOL DORONG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI
.jpg)
BEBERAPA DESA DI KECAMATAN NGOMBOL MULAI PANEN, BPP NGOMBOL DORONG
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI
Kecamatan Ngombol merupakan salah satu wilayah yang berada di Kabupaten
Purworejo yang memiliki potensi terbesar di bidang pertanian. Dengan luas lahan
3.425 hektar dan dapat ditanami padi sebanyak dua kali musim tanam serta pada
musim III tahun 2023 dapat ditanami padi total seluas 1.112 hektar menjadikan
Ngombol lumbung pangan di Kabupaten Purworejo.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui BPP
Ngombol terus berupaya meningkatkan produktivitas padi dalam rangka menggenjot
produksi pasca dampak perubahan iklim (DPI). Saat ini panen padi sedang
berlangsung di beberapa desa di Kecamatan Ngombol, seperti di Desa Laban,
Wonosri, Jeruken, Tanjungrejo, Kalitanjung, Wasiat, Tunjungan, Pejagran,
Wonoroto, Kesidan, Kumpulsari, Kaliwungukidul dan Awu-awu. Menurut Woro,
Koordinator PPL Kecamatan Ngombol prediksi panen sampai akhir Februari 2024
mencapai 783 hektar dan mencapai puncak panen raya pada Maret 2024.
"Ubinan yang dilaksanakan di Kelompok Tani Tani Maju Desa
Kaliwungukidul Kecamatan Ngombol beberapa waktu yang lalu diperoleh
produktivitas 7 ton/hektar dengan varietas Inpari 32 dan tidak ditemukan adanya
serangan hama penyakit”, tambah Woro. BPP Ngombol terus melakukan pendampingan
kepada petani di wilayah Kecamatan Ngombol untuk meningkatkan produktivitas
padi ditengah ancaman dampak perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini.
“tanam jajar legowo, pengairan basah kering, penggunaan varietas unggul rendah
emisi, pemupukan berimbang dan pengendalian OPT ramah lingkungan terus kita
galakkan agar petani tetap dapat berproduksi tinggi dalam menghadapi perubahan
iklim”, lanjutnya.
Menurut Legino salah satu petani Desa Kaliwungukidul dengan adanya bantuan
berupa ATD dapat membantu kelancaran pengairan padi di sawah sehingga petani
dapat melaksanakan budidaya padi secara lancar. Legino berharap terkait pupuk
bersubsidi di tahun 2024 ini dapat ditambah sehingga petani tidak kebingungan
karena stok pupuk subsidi hanya dapat digunakan untuk satu kali usim tanam
saja.






