- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
BEBERAPA DESA DI KECAMATAN NGOMBOL MULAI PANEN, BPP NGOMBOL DORONG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI
.jpg)
BEBERAPA DESA DI KECAMATAN NGOMBOL MULAI PANEN, BPP NGOMBOL DORONG
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI
Kecamatan Ngombol merupakan salah satu wilayah yang berada di Kabupaten
Purworejo yang memiliki potensi terbesar di bidang pertanian. Dengan luas lahan
3.425 hektar dan dapat ditanami padi sebanyak dua kali musim tanam serta pada
musim III tahun 2023 dapat ditanami padi total seluas 1.112 hektar menjadikan
Ngombol lumbung pangan di Kabupaten Purworejo.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui BPP
Ngombol terus berupaya meningkatkan produktivitas padi dalam rangka menggenjot
produksi pasca dampak perubahan iklim (DPI). Saat ini panen padi sedang
berlangsung di beberapa desa di Kecamatan Ngombol, seperti di Desa Laban,
Wonosri, Jeruken, Tanjungrejo, Kalitanjung, Wasiat, Tunjungan, Pejagran,
Wonoroto, Kesidan, Kumpulsari, Kaliwungukidul dan Awu-awu. Menurut Woro,
Koordinator PPL Kecamatan Ngombol prediksi panen sampai akhir Februari 2024
mencapai 783 hektar dan mencapai puncak panen raya pada Maret 2024.
"Ubinan yang dilaksanakan di Kelompok Tani Tani Maju Desa
Kaliwungukidul Kecamatan Ngombol beberapa waktu yang lalu diperoleh
produktivitas 7 ton/hektar dengan varietas Inpari 32 dan tidak ditemukan adanya
serangan hama penyakit”, tambah Woro. BPP Ngombol terus melakukan pendampingan
kepada petani di wilayah Kecamatan Ngombol untuk meningkatkan produktivitas
padi ditengah ancaman dampak perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini.
“tanam jajar legowo, pengairan basah kering, penggunaan varietas unggul rendah
emisi, pemupukan berimbang dan pengendalian OPT ramah lingkungan terus kita
galakkan agar petani tetap dapat berproduksi tinggi dalam menghadapi perubahan
iklim”, lanjutnya.
Menurut Legino salah satu petani Desa Kaliwungukidul dengan adanya bantuan
berupa ATD dapat membantu kelancaran pengairan padi di sawah sehingga petani
dapat melaksanakan budidaya padi secara lancar. Legino berharap terkait pupuk
bersubsidi di tahun 2024 ini dapat ditambah sehingga petani tidak kebingungan
karena stok pupuk subsidi hanya dapat digunakan untuk satu kali usim tanam
saja.






