- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
BANTUAN BENIH KELENGKENG DAN DURIAN UNTUK DESA SOKOAGUNG, KECAMATAN BAGELEN TAHUN 2023

BERITA BPP BAGELEN
BULAN NOVEMBER 2023
BANTUAN BENIH KELENGKENG DAN DURIAN UNTUK DESA SOKOAGUNG, KECAMATAN BAGELEN TAHUN 2023
Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi tanaman hortikultura yang cukup besar terutama durian dan manggis. Pada tahun 2023, dua lembaga petani di Desa Sokoagung mendapatkan bantuan benih buah-buahan sesuai dengan usulan yang telah diajukan melalui proposal permohonan bantuan oleh lembaga petani kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Kelompok Tani Ngudi Makmur yang berlokasi di Dukuh Pucungsawit mendapatkan bantuan berupa benih durian dan sarana produksi pendukung sedangkan KWT. Ngudi Berkah yang berlokasi di Dukuh Sekangun mendapatkan bantuan benih kelengkeng dan sarana produksi pendukungnya.
Jenis benih durian yang diperbantukan untuk Kelompok Tani Ngudi Makmur adalah jenis unggul lokal bersertifikat yaitu jenis Kromo Banyumas. Kelompok tani mendapatkan 100 batang benih durian dan 1.000 kg pupuk organik granule. Pupuk organik granule telah didrop ke kelompok tani pada tanggal 2 November 2023, sedangkan benih durian didrop ke kelompok tani pada tanggal 14 November 2023. Bantuan benih durian dan pupuk didrop dalam kondisi baik dan lengkap. Bantuan benih dan pupuk dibagikan kepada anggota kelompok tani pada Hari Kamis tanggal 16 November 2023. Acara pembagian dilaksanakan di sekretariat kelompok tani dengan dihadiri oleh perangkat desa, koordinator PPL Kecamatan Bagelen dan PPL wilayah binaan Desa Sokoagung. Dalam acara pembagian tersebut, pihak pemerintah Desa Sokoagung berpesan supaya merawat tanaman dengan sungguh-sungguh supaya kelak dapat berproduksi dengan baik. Anggota kelompok tani dihimbau untuk melakukan perawatan komoditas yang menjadi ikon Kabupaten Purworejo yaitu durian dan manggis yang banyak tumbuh di Desa Sokoagung dan diharapkan dapat menjadi sumber perekonomian bagi masyarakat Desa Sokoagung.
Durian Kromo Banyumas yaitu jenis durian unggul lokal yang memiliki beberapa keunggulan yaitu ketebalan daging mencapai 2 cm, rasanya manis legit, bijinya kecil dan pipih, warna buahnya kuning tua dan oranye serta dalam kondisi lingkungan yang baik dapat menghasilkan buah dengan bobot lebih dari 10 kilogram. Kualitas dan ukuran durian Kromo Banyumas sepadan dengan durian montong dari Thailand bahkan menurut beberapa sumber durian Kromo Banyumas rasanya lebih manis dan legit dibandingkan durian montong. Oleh karena itu, para petani diharapkan untuk merawat durian tersebut dengan baik.
Jenis benih kelengkeng yang diperbantukan di KWT. Ngudi Berkah Desa Sokoagung juga merupakan jenis unggul lokal bersertifikat dengan nama Kateki atau yang terkenal dengan nama dagang New Kristal. KWT mendapatkan 200 batang benih kelengkeng dan 2.000 kg pupuk organik granule. Pupuk organik granule telah didrop ke kelompok tani pada tanggal 2 November 2023, sedangkan benih kelengkeng didrop ke kelompok tani pada tanggal 15 November 2023. Bantuan benih kelengkeng dan pupuk didrop dalam kondisi baik dan lengkap. Bantuan benih dan pupuk dibagikan kepada anggota KWT pada Hari Kamis tanggal 16 November 2023. Anggota KWT menyambut baik bantuan benih dan pupuk tersebut karena fisik benih kelengkeng yang bagus, sehat dan memiliki keunggulan sesuai dengan yang diharapkan oleh anggota KWT. Kelengkeng jenis Kateki atau New Kristal memiliki ciri antara lain bentuk buah yang bulat serta warna kulit buah coklat dengan bintik pada kulit buah yang berwarna coklat tua dan memiliki warna daging buah yang putih bening. Keunggulan yang dimiliki kelengkeng jenis ini yaitu dengan rasa yang manis dan ukuran buah yang relatif besar antara 15,9-20,7 gram/buah, daging buah yang tebal dengan biji kecil serta aroma yang lembut dan memiliki kandungan air yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak becek. Produktivitas Kateki berkisar antara 50-70 kg/pohon/tahun. Dengan hasil dan keunggulan tersebut lengkeng ini berpotensi tinggi untuk dikembangkan.
Pihak PPL Bagelen menyampaikan kepada anggota kelompok tani dan KWT penerima bantuan bahwa pupuk organik dapat diaplikasikan pada lubang tanam ketika penanaman atau sebagai pupuk dasar. Sebetulnya dosis pupuk dasar minimal 25 kg per lubang tanam, akan tetapi karena bantuan pupuk hanya 10 kg per batang maka petani diharapkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri. PPL juga menghimbau supaya anggota kelompok tani menanam benih durian dan kelengkeng tersebut di pekarangan. Dengan ditanam di pekarangan, tanaman akan lebih terawat. Jika ada serangan hama dan penyakit akan segera teramati sehingga mudah dicari upaya pengendaliannya. Selain itu, pemilik rumah juga akan mendapatkan bonus berupa nilai estetika karena benih durian dan kelengkeng tersebut adalah jenis okulasi sehingga kelak tanaman akan cepat berbuah, pohonnya berukuran pendek dan memiliki produktivitas buah yang cukup besar. Jika terdapat pemandangan seperti tersebut di pekarangan rumah, tentunya menyenangkan untuk dipandang baik oleh pemilik rumah maupun setiap tamu yang datang. Nilai jual buah dari durian Kromo Banyumas dan kelengkeng New Kristal juga cukup tinggi, sehingga jika anggota penerima melakukan penanaman dan pemeliharaan tanaman dengan baik, maka produksi dan mutu buah yang dihasilkan tentunya juga akan tinggi. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani penerima bantuan untuk kedepannya.






