- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
AWALI TANAM PADI MUSIM TANAM II MENDUKUNG PENERAPAN TEKNOLOGI CSA DI KECAMATAN BAYAN

AWALI
TANAM PADI MUSIM TANAM II MENDUKUNG PENERAPAN TEKNOLOGI CSA DI KECAMATAN BAYAN
Pada
akhir Mei tahun 2024 petani di desa Kalimiru dan Sucenjurutengah memulai
kegiatan tanam padi musim II. Kegiatan ini dimulai semai benih padi, pengolahan
lahan dan tanam. Kegiatan merupakan percepatan tanam dalam skala yang luas pada hamparan 50 hektar tanam
padi dengan sistem penerapan teknologi CSA (Climate Smart Agriculture) atau
Pertanian Cerdas Iklim. Dalam areal
tanam yang luas ini meliputi dua desa/kelurahan yaitu hamparan sawah desa
Kalimiru dan Kelurahan Sucenjurutengan Kecamatan Bayan dalam satu wilayah
pengairan Daerah Irigasi Kedung Putri. Perkiraan selesai tanam padi pada minggu I Juli 2024.
Kelompok
tani peserta berjumlah 145 orang pada luas lahan 50 hektar. Terdapat empat
kelompok tani yang mengikuti kegiatan ini yaitu: Kelompok Tani Sehati, Kelompok
Tani Muda Maju Makmur dan Kelompok Tani Sido Makmur Desa Kalimiru serta
Kelompok Tani Genkid 342 Kelurahan Sucenjurutengah.
Penerapan
teknologi CSA atau Pertanian Cerdas Iklim dimulai dari penyediaan benih padi
rendah emisi, sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik, pemupukan
berimbang dan penerapan pipa paralaon AWD (Alternating Wetting and Dry) sebagai
kontrol pengairan hemat air atau pengairan berselang.
Pada
hari Selasa tanggal 28 Mei 2024 dilakukan tanam padi di lahan kelompok tani
sebagai demplot percepatan tanam dua desa. Pada acara ini hadir Camat Bayan Dwi
Cahyono Hadi Saputro, S.IP, Lurah Sucenjurutengah, Kepala desa Kalimiru, PPL
dari KJF DKPP Purworejo, Koordinator PPL Kecamatan Bayan beserta PPL, pengurus
dan anggota kelompok tani Genkid 342, kelompok tani Sehati serta para pemilik
lahan dan regu tanam.
Tanam
padi ini digunakan benih padi rendah emisi yaitu varietas padi yang tergolong
rendah emisi/pelepasan gas rumah kaca. Benih padi yang digunakan varietas
Mekongga yang telah dibantukan kepada petani sebelum sebar. Umur bibit 18 hari
setelah sebar. Sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1. Petani bersedia
menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 maupun 4: 1 pada lahan budidayanya
hal ini patut diapresiasi karena sudah ada kesadaran dan kemampuan petani untuk
menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 maupun 4:1. Karena sudah
terbentuk pemahaman petani dengan menerapkan
tanam padi jajar legowo dapat meningkatkan usaha taninya yang lebih baik serta
mampu meningkatkan produksi.
(Pengirim
Nursilahturahmi, S.P., PPL Kecamatan
Bayan).






