AWALI TANAM PADI MUSIM TANAM II MENDUKUNG PENERAPAN TEKNOLOGI CSA DI KECAMATAN BAYAN

By DINPPKP 30 Mei 2024, 09:57:46 WIB Penyuluhan
AWALI TANAM PADI MUSIM TANAM II MENDUKUNG PENERAPAN TEKNOLOGI CSA DI KECAMATAN BAYAN

AWALI TANAM PADI MUSIM TANAM II MENDUKUNG PENERAPAN TEKNOLOGI CSA DI KECAMATAN BAYAN

 

Pada akhir Mei tahun 2024 petani di desa Kalimiru dan Sucenjurutengah memulai kegiatan tanam padi musim II. Kegiatan ini dimulai semai benih padi, pengolahan lahan dan tanam. Kegiatan merupakan percepatan tanam  dalam skala yang luas pada hamparan 50 hektar tanam padi dengan sistem penerapan teknologi CSA (Climate Smart Agriculture) atau Pertanian Cerdas Iklim.  Dalam areal tanam yang luas ini meliputi dua desa/kelurahan yaitu hamparan sawah desa Kalimiru dan Kelurahan Sucenjurutengan Kecamatan Bayan dalam satu wilayah pengairan Daerah Irigasi Kedung Putri. Perkiraan selesai tanam padi  pada minggu I Juli 2024.

Kelompok tani peserta berjumlah 145 orang pada luas lahan 50 hektar. Terdapat empat kelompok tani yang mengikuti kegiatan ini yaitu: Kelompok Tani Sehati, Kelompok Tani Muda Maju Makmur dan Kelompok Tani Sido Makmur Desa Kalimiru serta Kelompok Tani Genkid 342 Kelurahan Sucenjurutengah.

Penerapan teknologi CSA atau Pertanian Cerdas Iklim dimulai dari penyediaan benih padi rendah emisi, sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik, pemupukan berimbang dan penerapan pipa paralaon AWD (Alternating Wetting and Dry) sebagai kontrol pengairan hemat air atau pengairan berselang.

Pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2024 dilakukan tanam padi di lahan kelompok tani sebagai demplot percepatan tanam dua desa. Pada acara ini hadir Camat Bayan Dwi Cahyono Hadi Saputro, S.IP, Lurah Sucenjurutengah, Kepala desa Kalimiru, PPL dari KJF DKPP Purworejo, Koordinator PPL Kecamatan Bayan beserta PPL, pengurus dan anggota kelompok tani Genkid 342, kelompok tani Sehati serta para pemilik lahan dan regu tanam.

Tanam padi ini digunakan benih padi rendah emisi yaitu varietas padi yang tergolong rendah emisi/pelepasan gas rumah kaca. Benih padi yang digunakan varietas Mekongga yang telah dibantukan kepada petani sebelum sebar. Umur bibit 18 hari setelah sebar. Sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1. Petani bersedia menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 maupun 4: 1 pada lahan budidayanya hal ini patut diapresiasi karena sudah ada kesadaran dan kemampuan petani untuk menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 maupun 4:1. Karena sudah terbentuk  pemahaman petani dengan menerapkan tanam padi jajar legowo dapat meningkatkan usaha taninya yang lebih baik serta mampu meningkatkan produksi.

(Pengirim Nursilahturahmi, S.P.,  PPL Kecamatan Bayan).

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung