- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Antusias Petani Banyuurip Menyambut Kegiatan Budidaya Tanaman Sehat

Tren kebutuhan pangan bagi masyarakat di jaman modern tidak hanya dilihat dari segi tercukupinya kebutuhan pangan saja, tetapi sudah meningkat menjadi kebutuhan pangan yang sehat bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan hadir melalui program Budidaya Tanaman Sehat sebagai salah satu alternatif teknik budidaya padi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Budidaya Tanaman Sehat dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen agroekosistem seperti musuh alami dan mikroorganisme menguntungkan yang berasosiasi dengan tanaman sehingga kesehatan tanaman, tanah, dan lingkungan akan semakin meningkat. Hal tersebut diharapkan secara signikan akan semakin mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang dapat mencemari lingkungan dan meninggalkan residu pada produk hasil pertanian.
Teknik budidaya tanaman sehat juga selaras dengan prinsip pengendalian berbasis Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang menjadi flagship (kegiatan unggulan) di Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. Mulai dari kegiatan SLPHT yang sudah dilaksanakan sejak era tahun 1990-an, sampai dengan Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PPHT) yang dilaksanakan hingga kini, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan konsisten dalam menjalankan prinsip PHT. Penerapan budidaya tanaman sehat diharapkan dapat diadopsi petani dalam skala yang luas. Oleh karena itu, perlu dilakukan percontohan penerapan budidaya tanaman sehat dalam bentuk Demonstrasi Area (Dem Area) yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti pembenah tanah organik, pupuk hayati, dan pestisida biologi.
Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi yang dikelola oleh penerima bantuan dan didampingi oleh petugas pusat dan daerah. Kegiatan akan dilaksanakan di provinsi-provinsi sentra produksi padi untuk mendukung pengamanan produksi dalam rangka pencapaian produksi dan produktivitas padi. Setiap penerima bantuan mendapatkan bantuan barang untuk sarana produksi kegiatan budidaya tanaman sehat. Bantuan tersebut merupakan stimulan untuk meningkatkan partisipasi petani dalam kegiatan sehingga menumbuhkan rasa memiliki atas output/keluaran yang dihasilkan.
Pelaksanaan kegiatan Dem Area budidaya tanaman sehat perlu dilakukan pengawalan, pendampingan, dan pembinaan oleh petugas pusat dan daerah, mulai dari pengusulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan serta penyusunan laporan pertanggungjawabannya.
Kecamatan Banyuurip merupakan salah satu penerima kegiatan Budidaya Tanaman Sehat yaitu di Gapoktan Tani Mandiri Desa Surorejo. Dem Area Kegiatan Budidaya Tanaman Sehat seluas 25 Ha, yang dibagi menjadi 6 Kelompok Tani, Yaitu Kelompok Tani Mukti Tani I, Kelompok Tani Mukti Tani II, Kelompok Tani Mukti Tani III, Kelompok Tani Rejo Mukti, Kelompok Tani Sidodadi, dan Kelompok Tani Manunggal Kleben.
Pada hari Senin, 15 November 2021: PPL Desa Surorejo melaksanakan monitoring ke beberapa kelompok Tani penerima kegiatan tersebut, sudah sejauh mana pendistribusian bantuan kepada kelompok penerima bantuan dan persiapan pelaksanaan kegiatan yang akan dimulai pada Musim Tanam I. Kegiatan olah tanah sudah dimulai di beberapa titik lokasi calon demplot.
by. Noormia Satyapeni, SP PPL Banyuurip






