- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Antisipasi Wabah PMK, Muspika Bagelen Lakukan Pemeriksaan Hewan ke Desa-desa

Dengan merebaknya kabar wabah penyakit mulut dan kuku pada ternak jenis rumenansia seperti sapi, kerbau, kambing saat menjelang hari raya Idhul Adha di beberapa wilayah Jawa Timur, menimbulkan kewaspadaan khususnya hal ini dialami oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Penyakit mulut dan kuku tidak berbahaya bagi manusia tetapi berbahaya bagi ternak bisa sampai menimbulkan kematian pada ternak sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani. Penyakit mulut dan kuku dapat langsung di diidentifikasi dengan melihat fisik langsung berupa benjolan yang melepuh disekita mulut yang berisi cairan atau luka yang terdapat pada lidah,gusi hewan yang terinfeksi sehingga keluar air liur yang berlebihan yang mengakibatkan nafsu makan hilang serta suhu badan hewan tinggi.juga bisa dilihat pada kaki hewan luka sampai kuku kaki lepas dan hewannnya berjalan pincang.
BPP Bagelen yang berkantor di Komplek Kecamatan Bagelen yang kebetulan daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Puskeswan DKPP Kabupaten Purworejo beserta Polsek Bagelen dan Koramil Bagelen berkoordinasi untuk mencegah penyebaran PMK pada hewan diwilayah ini. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengecekan hewan ternak yang diutamakan pada pedagang ternak sapi yang saat ini sudah mulai mengumpulkan dagangannya dengan mendatangkan dari berbagai daerah untuk persediaan pemenuhan hewan qurban.
PPL Bagelen yang diwakili Bambang Mukti Raharjo,SP dan Sudio serta dari Puskeswan diwakili Hasan dan dari Polsek Bapak Mut To Ali Dkk, Serta dari Koramil pada hari Kamis, 19 Mei 2022 melakukan pengecekan di desa Soko dengan hasil dari 18 ekor sapi dinyatakan sehat terbebas dari PMK. Langkah selanjutnya menuju ke Desa Bugel berhasil dicek 16 ekor sapi dengan hasil 15 ekor sapi sehat terbebas PMK, 1 sapi kurang sehat bukan terinveksi PMK tetapi terserang kutu yang tidak bigitu berbahaya hanya perlu peningkatan sanitasi kandang dan sudah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan hewan serta penyuluhan dari ppl.
PPL juga sudah melakukan sosialisasi ke kelompok tani bila peternak apabila mendapatkan ternak yang sakit seperti ciri ciri diatas agar segera melaporkan kepetugas PPL setempat untuk mengantisipasi mewabahnya PMK diwilayah Kecamatan Bagelen dan umumnya di Kabupaten Purworejo.
DIharapkan dengan adanya langkah konkrit dari Muspika Bagelen serta Masyarakat dapat memutus wabah penyakit PMK menjelang hari raya Iedul Adha ini tidak sampai di wilyah Bagelen, sehingga tidak mengganggu ketenangan masyarakat.






