- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Antisipasi Wabah PMK, Muspika Bagelen Lakukan Pemeriksaan Hewan ke Desa-desa

Dengan merebaknya kabar wabah penyakit mulut dan kuku pada ternak jenis rumenansia seperti sapi, kerbau, kambing saat menjelang hari raya Idhul Adha di beberapa wilayah Jawa Timur, menimbulkan kewaspadaan khususnya hal ini dialami oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Penyakit mulut dan kuku tidak berbahaya bagi manusia tetapi berbahaya bagi ternak bisa sampai menimbulkan kematian pada ternak sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani. Penyakit mulut dan kuku dapat langsung di diidentifikasi dengan melihat fisik langsung berupa benjolan yang melepuh disekita mulut yang berisi cairan atau luka yang terdapat pada lidah,gusi hewan yang terinfeksi sehingga keluar air liur yang berlebihan yang mengakibatkan nafsu makan hilang serta suhu badan hewan tinggi.juga bisa dilihat pada kaki hewan luka sampai kuku kaki lepas dan hewannnya berjalan pincang.
BPP Bagelen yang berkantor di Komplek Kecamatan Bagelen yang kebetulan daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Puskeswan DKPP Kabupaten Purworejo beserta Polsek Bagelen dan Koramil Bagelen berkoordinasi untuk mencegah penyebaran PMK pada hewan diwilayah ini. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengecekan hewan ternak yang diutamakan pada pedagang ternak sapi yang saat ini sudah mulai mengumpulkan dagangannya dengan mendatangkan dari berbagai daerah untuk persediaan pemenuhan hewan qurban.
PPL Bagelen yang diwakili Bambang Mukti Raharjo,SP dan Sudio serta dari Puskeswan diwakili Hasan dan dari Polsek Bapak Mut To Ali Dkk, Serta dari Koramil pada hari Kamis, 19 Mei 2022 melakukan pengecekan di desa Soko dengan hasil dari 18 ekor sapi dinyatakan sehat terbebas dari PMK. Langkah selanjutnya menuju ke Desa Bugel berhasil dicek 16 ekor sapi dengan hasil 15 ekor sapi sehat terbebas PMK, 1 sapi kurang sehat bukan terinveksi PMK tetapi terserang kutu yang tidak bigitu berbahaya hanya perlu peningkatan sanitasi kandang dan sudah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan hewan serta penyuluhan dari ppl.
PPL juga sudah melakukan sosialisasi ke kelompok tani bila peternak apabila mendapatkan ternak yang sakit seperti ciri ciri diatas agar segera melaporkan kepetugas PPL setempat untuk mengantisipasi mewabahnya PMK diwilayah Kecamatan Bagelen dan umumnya di Kabupaten Purworejo.
DIharapkan dengan adanya langkah konkrit dari Muspika Bagelen serta Masyarakat dapat memutus wabah penyakit PMK menjelang hari raya Iedul Adha ini tidak sampai di wilyah Bagelen, sehingga tidak mengganggu ketenangan masyarakat.






