- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Antisipasi Darurat Pangan, Plt. Sekjen Kementan Tinjau PAT dan Pompanisasi di Desa Dlangu

Antisipasi
Darurat Pangan, Plt. Sekjen Kementan Tinjau PAT dan Pompanisasi di Desa Dlangu
Fenomena El Nino telah menyebabkan penurunan produksi komoditas pangan,
bahkan sampai tahap darurat pangan. Saat ini pemerintah melalui Kementerian
Pertanian terus menggencarkan program penambahan areal tanam (PAT) sebagai
solusi cepat dalam mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi akibat
gelombang panas dunia.
Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Prihasto Setyanto
MSc. melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Desa Dlangu, Kecamatan Butuh pada
Jumat, 5 Juli 2024. Kedatangannya adalah dalam rangka meninjau pelaksanaan
program penambahan areal tanam (PAT) dari Kementerian Pertanian di Kabupaten
Purworejo. Didampingi Kepala Pusat PVTPP Kementan, Lely Nuryati yang juga Penanggung
Jawab Satgas Darurat Pangan Kabupaten Purworejo, beliau meninjau lokasi sumber
air, pemanfaatan mesin pompa air, dan kondisi pertanaman.
Dalam kunjungannya, Plt. Sekjen sangat mengapresiasi pelaksanaan PAT di
Kabupaten Purworejo khususnya di Desa Dlangu. Terdapat lahan tadah hujan seluas
25 Ha yang mampu tertanami di desa ini dibantu dari program pompanisasi untuk penambahan
areal tanam padi serta pemeliharaan tanaman padi dari kekeringan.
Saat ini Kementan tengah mengusulkan
ABT (Anggaran Biaya Tambahan) untuk pompa. Ribuan pompa disiapkan dan untuk itu
kelompok tani dipersilahkan mengusulkan bantuan pompa selama sumber airnya ada.
Terkait bahan bakar pompa, Kementan juga tengah mengupayakan bantuan bahan
bakar pompa.
"Kepada
petani maupun pemerintah daerah silahkan mengusulkan pompa jika terdapat
potensi penambahan areal tanam dengan memanfaatkan pengairan bersumber dari
sungai. Saya sangat mengharapkan air sungai dapat termanfaatkan untuk tanaman
pangan dan jangan hanya dibuang ke laut begitu saja," ucapnya.
Disampaikan olet
Plt. Sekjen bahwa kegiatan pompanisasi perlu dipercepat mengingat saat ini
Indonesia fokus pada penambahan areal tanam (PAT) dan juga peningkatan produksi
di seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini dilakukan pula penyerahan 1 unit
traktor yang diserahkan secara simbolis oleh beliau kepada ketua Kelompok Tani
Tani Mandiri Desa Dlangu guna mempercepat proses olah tanah agar tidak
terlambat memulai musim tanam nantinya.
Kegiatan PAT sendiri merupakan program untuk meningkatkan produktivitas
padi nasional melalui berbagai kegiatan, diantaranya adalah pompanisasi.
Pompanisasi dilakukan untuk lahan sawah tadah hujan yang masih dapat
ditingkatkan Indeks Pertanamannya (IP), yaitu dari IP 100 menjadi IP 200 atau
bahkan IP 200 menjadi IP 300. Dengan adanya penambahan areal tanam akan dapat
meningkatkan produktivitas hasil padi para petani di daerah setempat, yang mana
juga akan memperkuat ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Purworejo.
Penulis: Jivana Zulfi, S.P.






