- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Akselerasi Regenerasi Petani di Desa Brengkol, Kecamatan Pituruh
Akselerasi Regenerasi Petani di Desa Brengkol, Kecamatan Pituruh

Senin, 8 September 2024 bertempat di Pedukuhan Kedungringin desa Brengkol, Kecamatan Pituruh, warga pedukuhan
Kedungringin, Putihan dan Kliwonan berkumpul
bersama dalam rangka menghadiri acara Akselerasi Regenerasi Petani. Acara ini diinisiasi oleh PPL WBI Brengkol
Sutoyo dan diselenggarakan oleh Kelompok tani Rahayu 1 bersama dengan Karang Taruna.
Kades desa Brengkol
Bibit Turasmi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada
semua pihak atas terselenggaranya acara ini dan berpesan kepada
warganya agar dapat
mengikutinya hingga selesai dan
kemudian dapat menindaklanjuti dalam kegiatan yang nyata. Sementara itu Sutoyo selaku PPL sekaligus sebagai
pembicara didalam sambutannya mengatakan bahwa yang melatarbelakangi semua ini adalah didorong oleh rasa prihatin
yang sangat mendalam dengan kondisi kesenjangan
antara generasi petani tua dengan generasi mudanya yang dari hari ke hari semakin
jauh. Generasi muda anak-anak
petani sebagian besar
tidak lagi tertarik
mewarisi usaha yang telah dirintis
oleh orang tuanya.
Posisi petani yang kerap
dimarginalkan dan dianggap berada pada kelompok marginal menjadi sesuatu
pekerjaan yang tidak menjanjikan ditambah
dengan tidak adanya upaya yang serius dari pemerintah
dalam menjadikan pekerjaan petani sebagai sebuah kebanggaan semakin memperparah keadaan sulitnya meregenerasi petani. Dalam hal ini, kondisi petani
benar-benar dimiskinkan oleh sistem, baik itu sistem sosial atau memang sistem
yang sengaja dibuat oleh negara selaku pemangku kebijakan. Oleh karena itu Sutoyo berusaha keras untuk melakukan sebuah langkah terobosan
guna membangkitkan minat kepada generasi muda petani untuk
melihat potensi dan peluang-peluang besar yang
masih tersembunyi dengan mensinergikan kegiatan
antara karang taruna
dengan kelompok tani.
Kepada pemuda karang taruna Sutoyo
berpesan bahwa diera digital seperti
sekarang ini informasi
teknologi dan pasar ada dalam genggaman para pemuda, disinilah terbuka ruang kosong yang hampir tidak mungkin dapat diisi oleh petani
generasi tua. Para pemudalah yang nantinya diharapkan dapat memanfaatkannya sehingga akan terbentuk
sinergitas yang saling memperkuat posisi nilai tawar petani dan sekaligus terjadi akselerasi
regenerasi petani.






