- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Agar lebih Efektif, Petani Desa Blendung Lakukan Pengendalian Hama Tikus dengan Beberapa Metode

Agar lebih Efektif, Petani Desa Blendung Lakukan Pengendalian Hama Tikus dengan Beberapa Metode
Tanam padi musim pertama tahun 2025 di Kecamatan Purwodadi sudah dimulai pada akhir Bulan Oktober.
Di beberapa wilayah, hama tikus menyerang. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya musim tanam ketiga atau MT 3 padi, sehingga siklus hidup tikus tidak terputus.
Salah satu wilayah yang terserang hama tikus adalah lahan padi Desa Blendung, Kecamatan Purwodadi. Berdasar laporan serangan dari kelompok tani, maka pada hari Senin tanggal 24 November 2025. Petani anggota Kelompok Tani Sri Makmur bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Purwodadi dan melakukan gerakan pengendalian hama tikus.
Menurut petugas POPT, Ruth N.L Simanjuntak, SP, M.Sc, pengendalian hama tikus tidak bisa dikendalikan hanya dengan satu metode. Untuk itu pada hari ini pengendalian dilakukan dengan metode pengemposan dengan membakar belerang dilubang-lubang tikus dan memasang umpan beracun di jalur tikus.
Selanjutnya kelompok tani akan memasang rumah burung hantu (Rubuha), di lahan sawah, dengan anjuran 1 (satu) rubuha utk 5 hektar sawah. Sambil menunggu membuat rubuha, petani disarankan memasang batang daun kelapa utk tempat bertengger burung hantu, yg sudah bersarang dirumah-rumah besar/kosong sekitar sawah.
Yang tidak kalah penting, pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dilakukan bersama termasuk di sawah desa-desa sebelah (yang berbatasan langsung).






