ADU WAWASAN DENGAN KELOMPENCAPIR BIDANG PERTANIAN DI DESA JONO KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO

By DINPPKP 21 Agu 2024, 08:43:56 WIB Penyuluhan
ADU WAWASAN DENGAN KELOMPENCAPIR BIDANG PERTANIAN  DI DESA JONO KECAMATAN BAYAN  KABUPATEN PURWOREJO

ADU WAWASAN DENGAN KELOMPENCAPIR BIDANG PERTANIAN

DI DESA JONO KECAMATAN BAYAN

KABUPATEN PURWOREJO

 

 

Kelompencapir pada jaman sekarang ini sangat jarang ditemui pada perayaan Kemerdekaan Repubik Indonesia. Sesuai dengan singkatannya yang berarti kelompok “PEMBACA, PENDENGAR DAN PEMIRSA” menjadi ajang unjuk gigi pengetahuan para petani terhadap kondisi yang dihadapi sekarang ini. Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 79, Desa Jono berserta Kelompok Tani Sari dan Kelompok Tani Rukun yang terbentuk dalam gapoktan Rukun Sari berinisiatif mengadakan Lomba Kelompencapir untuk menguji pengetahuan petani yang ada didesa Jono. Kelompencapir ini dilaksanakan dengan meriah pada hari Sabtu, tanggal 18 Agustus 2024 dengan dihadiri 6 regu yang berisi 3 orang untuk masing – masing regu. Juri yang ditunjuk pun dari BPP Penyuluhan Pertanian Bayan  sebanyak 2 orang yaitu Kurniawan Setyo N dan Budianto serta satu juri berasal dari Pihak Desa.

Kelompencapir ini terdiri dari Tiga Babak dengan rincian babak pertama berisi tentang pengetahuan terhadap pertanian terpadu dan Hama Penyakit. Babak kedua merupakan babak pilihan yang masing – masing regu diminta memilih soal sesuai hasil undian yang diperoleh dan berisi dari bidang pertanian, tanaman pangan, peternakan, hortikultura, perikanan dan perkebuanan. Babak ketiga merupakan babak rebutan yang berisi dua puluh lima soal yang menarik, berisi soal logika dan soal guyonan yang membuat perlombaan menjadi menarik tidak hanya bagi peserta juga untuk penonton yang menahan tawa karena tingkah laku dan jawaban peserta yang menjawab secara spontan.

Kelompencapir ini merupakan pertemuan ajang silahturahmi dan berkumpulnya pemerintah dengan masyarakat perdesaan yang sangat efektif sebagai media komunikasi langsung terkait dengan masalah yang dihadapi sehari – hari. Hal ini dimualai pada tahun 1984 yang dicetuskan  pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang diikuti petani – petani dari berbagai daerah. Mengadu kepintaran, pengetahuan sekitar pertanian seperti tentang pertanian terpadu, peternakan, perkebunan, perikanan , hortikultura diselingi dengan persoalan yang dihadapi sekarang ini.

Dari hal tersebut diharapkan kegiatan seperti ini bisa berlangsung setiap tahunnya dan juga menjadikan awal dari desa-desa yang lain juga mengadakan hal serupa dalam membentuk dinamika sosial dan budaya dalam penyebaran informasi.

 

 

Balai Penyuluhan Pertanian Bayan

19 Agustus 2024

Penyuluh Pertanian

Kurniawan Setyo Nugroho, S.TP





Berita Purworejo

Counter Pengunjung