ACARA BUKA LUMBUNG DI KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR, DESA PIJI

By DINPPKP 23 Jan 2024, 13:42:29 WIB Penyuluhan
ACARA BUKA LUMBUNG DI KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR, DESA PIJI

ACARA BUKA LUMBUNG DI KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR, DESA PIJI

 

Kelompok Tani (KT) Sido Makmur merupakan kelembagaan petani di Dusun Gumuk Desa Piji, Kecamatan Bagelen. Komoditas pangan utama yang dikembangkan di KT. Sido Makmur adalah padi yang merupakan bahan pangan utama di wilayah tersebut. Upaya yang ditempuh oleh kelompok tani dalam pengelolaan hasil panen padi yaitu dengan membentuk Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang diberi nama “Lumbung Makmur” yang diketuai oleh Bapak Ramino. Lumbung Makmur merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kemampuan KT. Sido Makmur sebagai kelembagaan petani di wilayah penghasil padi. Lumbung Makmur memiliki struktur kepengurusan tersendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KT. Sido Makmur. Fungsi dari Lumbung Makmur yaitu sebagai unit pengelola cadangan pangan untuk menyediakan cadangan pangan bagi anggotanya di saat menghadapi musim paceklik.

Keanggotaan Lumbung Makmur dibedakan menjadi dua yaitu anggota tetap dan anggota tidak tetap. Anggota tetap merupakan anggota yang membayar simpanan pokok sejumlah 35 kg gabah kering, sedangkan anggota tidak tetap merupakan anggota kelompok tani akan tetapi belum bersedia untuk membayar simpanan pokok. Anggota tidak tetap disebut dengan simpatisan. Gabah yang dimiliki oleh Lumbung Makmur sampai dengan saat ini yaitu sejumlah 3.306 kg gabah kering. Gabah tersebut merupakan gabah hasil pengumpulan simpanan pokok anggota dan gabah milik anggota lumbung yang dititipkan atau ditabung. Ketika musim paceklik tiba, maka pengurus Lumbung Makmur akan mengadakan acara buka lumbung sebagai wujud penerapan fungsi Lumbung Makmur yaitu sebagai penyedia cadangan pangan bagi para anggotanya.

Acara buka lumbung pada tahun 2024 dilaksanakan pada Hari Selasa, 16 Januari 2024 mulai pukul 08.00 WIB di gedung Lumbung Makmur Dusun Gumuk, Desa Piji. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dusun Gumuk; ketua dan pengurus KT. Sido Makmur; ketua, pengurus dan anggota Lumbung Makmur serta PPL Wilayah Binaan Desa Piji Kecamatan Bagelen. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan buka lumbung karena mahalnya harga beras di pasaran, dan mulainya kondisi paceklik di mana stok gabah anggota mulai menipis sementara jadwal tanam padi pada MT.1 di Desa Piji mengalami kemunduran karena terdampak fenomena El Nino. Dilansir dari Kompas.com(11/1/2024), Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor penyebab terus menanjaknya harga beras yaitu produksi gabah dalam negeri masih belum pulih karena sebagian dari wilayah Jawa masa tanamnya mundur sehingga panennya juga mengalami kemunduran, biaya input produksi yang masih mahal seperti biaya pupuk, dan berbagai kebijakan negara-negara penghasil beras terbesar yang membuat pasar global ikut terimbas untuk menaikan harga.

Kepala Dusun Gumuk, Bapak Kardoyo menyampaikan bahwa Lumbung Makmur telah lama didirikan dan berganti estafet kepengurusannya dari generasi ke generasi. Anggota tetap mempertahankan keberadaan lumbung karena sangat merasakan manfaat dari keberadaan lumbung tersebut. Selain memanen hasil tabungan gabah mereka, para anggota juga dapat meminjam gabah aset Lumbung Makmur dengan dikenakan bunga sebesar 20%. Waktu pengembalian dari pinjaman tersebut dilakukan bersamaan dengan waktu menabung gabah anggota yaitu setelah panen padi ketika gabah dalam kondisi kering dan siap simpan. Hasil keuntungan dari simpan pinjam akan dimanfaatkan dari, oleh dan untuk anggota Lumbung Makmur yang dikelola oleh pengurus.

Kendala yang dihadapi oleh pengurus dan anggota Lumbung Makmur yaitu fisik bangunan lumbung yang masih berupa bangunan tradisional berbahan kayu dan dinding anyaman bambu sehingga sangat riskan terhadap serangan hama tikus. Walaupun telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah masuknya tikus ke lumbung akan tetapi karena kondisi fisik bangunan, tikus tersebut tetap dapat memasuki lumbung yang menimbulkan dampak kerugian yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan, dalam acara buka lumbung tahun 2024 ini stok gabah di lumbung berkurang 129 kg karena dimakan tikus. Pengurus dan anggota memiliki keinginan untuk memperbaiki kondisi fisik lumbung, akan tetapi karena keterbatasan modal yang dimiliki maka keinginan tersebut belum dapat direalisasikan. Ke depan, pengurus dan anggota Lumbung Makmur sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat untuk perbaikan gedung lumbung yang masih sederhana menjadi gedung berbahan permanen sehingga lebih aman dari serangan hama tikus. Dengan demikian, angka kehilangan atau penyusutan gabah karena serangan tikus dapat ditekan sehingga fungsi dan manfaat dari Lumbung Makmur bagi para anggotanya akan berjalan menjadi lebih baik dan optimal.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung