- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Si Biru Pengontrol Gulma

Si Biru
Pengontrol Gulma
Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang berada di BPP Purwodadi
bersama beberapa teman penyuluh salah
satu dari antara mereka menyampaikan ada petani yang melaporkan serangan
kumbang biru di areal pertanaman padi Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi.
Petani tersebut mengirimkan foto serangga tersebut. Setelah saya amati ternyata
kumbang biru yang dimaksud adalah Altica cyanea.
Genus Altica Geoffroy atau Flea Beetle yang
memiliki 300 jenis tersebar hampir merata di seluruh dunia, mulai dari
Antartika hingga Australia. Meski memakan tumbuhan gulma, namun pada dasarnya
merupakan hama bagi perkebunan oak, anggur, apel, blueberry, poplar, dan elm
atau spesies-spesies yang berada pada familia Rosaceae (Rubus) dan Onagraceae yang
memang merupakan tumbuhan inangnya (host plant). Termasuk serangga yang
berukuran kecil atau kurang dari 1,5 cm, namun penampilannya
cantik. Elytra atau sayap pelindung / wing
cases-nya mengkilat/metalik. Mayoritas berwarna biru atau
sekurang-kurangnya terdapat kilauan warna biru. Ada pula yang berwarna hijau,
perunggu mengkilap. Antar spesies memang memiliki keserupaan, karenanya sering
membuat keliru dalam mengidentifikasinya.
A. cyanea atau
kumbang biru, adalah hama yang memakan daun tanaman. Meskipun tidak disebutkan
secara spesifik dalam sumber yang tersedia, kumbang jenis ini umumnya dikenal
sebagai hama yang memakan tumbuhan gulma dan tanaman lainnya
Kumbang jenis ini memiliki peran penting dalam ekosistem dan dapat
memakan berbagai jenis tanaman, meskipun tidak semua sumber menyebutkan
spesifik tanaman yang menjadi inang alami mereka. Kumbang biru sering ditemukan
memakan tanaman gulma, seperti Ageratum
conyzoides (gulma daun lebar) dan Chromolaena
odorata (kirinyuh). Gulma ini dapat ditemukan di area persawahan padi,
terutama pada fase reproduktif dan pematangan padi . Dalam keseluruhan, A. cyanea adalah serangga phytophagous
yang mana larva dan imagonya memiliki makanan yang sama yakni memakan daun
tanaman, dan dapat menyerang berbagai jenis tumbuhan.
Namun di sisi lain, kumbang ini juga memakan dedaunan anggur.
Karenanya kumbang ini mempunyai dua fungsi ganda. Pada tanah pertanian dia
menjadi agen pengontrol gulma, sedangkan di area perkebunan sebagai hama dari
tanaman budidaya. Karenanya sebaiknya area perkebunan jauh dari persawahan,
atau sebaliknya.
Penulis:
Ruth Naftaly Liberty Simanjutak, SP, MSc
POPT Ahli Muda Wilayah Kerja Kecamatan Purwodadi






