- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
WASPADAI SERANGAN BUSUK AKAR BUAH DAN BATANG
Penyakit layu daun pepaya salah satunya disebabkan oleh cendawan Phytophthora sp.. Sebagai patogen tular tanah, cendawan ini berbahaya karena
dapat bertahan hidup dalam jangka waktu lama pada tanah yang kaya bahan organik. Phytophthora sp adalah patogen yang umum menyerang tanaman dari family Solanaceae (cabai,
kentang, paprika, terong,
tembakau), lada, kakao, jeruk dan kelapa. Ada 3 (tiga) jenis Phytophthora sp yang menjadi
patogen penting pada tanaman yaitu Phytophthora infestants, Phytophthora capsici dan Phytophthora palmivora. Phytophthora sp adalah patogen penting yang menyerang tanaman dari family
Solanaceae. Di Manado P. palmivora
menjadi penyakit utama yang menyerang tanaman kelapa. P. citrophthora merupakan spesies
penting yang menginfeksi pertanaman jeruk di Soe, NTT. Dilaporkan juga
tanaman lada di daerah Lampung, Bangka dan beberapa tempat di Kalimantan
terserang P. capsici.
Di wilayah Kecamatan
Purwodadi, patogen ini menyerang tanaman pepaya di Desa Nampurejo. Gejala yang
terlihat adalah daun-daun bawah yang layu, menguning dan menggantung di sekitar
batang sebelum gugur, sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil
di pucuknya.
Gejala penyakit layu
daun phytophthora pada tanaman pepaya
1.
Bercak coklat pada
daun, batang, dan buah:
·
Bercak coklat kecil
pada daun, batang, dan buah yang kemudian membesar.
·
Pada bercak
lama-kelamaan akan muncul hifa halus hitam putih.
2.
Daun layu dan busuk:
·
Daun yang terserang
akan layu dan membusuk, kemudian rontok.
·
Penyebaran dari daun
bawah ke atas melalui batang yang membusuk.
3.
Infeksi akar:
·
Penyakit ini juga
menginfeksi akar yang luka, menyerang pada fase kecambah pada persemaian maupun
tanaman dewasa.
Pada serangan berat busuk
dapat menyebar ke akar pohon dan menyebabkan tanaman tumbang. Penyakit ini juga
dapat terjadi pada buah yang masih berwarna hijau. Buahnya membusuk tetapi
tetap keras. Umumnya pembusukan dimulai di dekat pangkal batang. Buahnya
berwarna putih dan ditutupi miselium beludru. Lama-kelamaan buahnya keriput dan
berubah warna menjadi hitam.
Faktor pendukung
penyebaran patogen Phytophthora adalah
1.
Lembab dan hujan
tinggi:
·
Kondisi yang
disenangi Phytophthora adalah kondisi basah dan hangat, dengan suhu optimal 20º-30º
C.
2.
Kondisi tanah basah:
·
Cendawan ini dapat
bertahan lama di dalam tanah yang mengandung banyak bahan organik dan menyukai
lingkungan tanah yang basah sampai jenuh air.
Penyakit ini juga bisa menyebar melalui bantuan air yang mengalir di atas permukaan tanah. Penyebaran penyakit terjadi lebih cepat jika tanah mempunyai drainase dan aerasi yang buruk, dan benih ditanam terlalu dalam dan ditanam terlalu berdekatan. Phytophthora menginfeksi akar yang rusak dan mempengaruhi tahap semai dan tanaman dewasa.
Phytophthora
adalah cendawan yang menyebabkan beberapa penyakit pada tanaman pepaya,
termasuk layu daun. Berikut adalah gejala dan cara mengendalikan penyakit ini:
Cara Mengendalikan
Penyakit
1.
Pengaturan Drainase:
·
Cara untuk menekan
perkembangan patogen yaitu dengan membuat kondisi yang tidak optimal. Pembuat
saluran drainase atau meninggikan bedengan dapat mengurangi kelembanan tanah.
2.
Pengapuran Sebelum
Tanam:
·
Pemberian kapur
ditujukan untuk menaikkan pH tanah, sehingga meminimalisir perkembangan
cendawan atau penyakit lainnya.
3.
Pergiliran Tanaman:
·
Untuk memutus siklus
penyakit yang masih tertahan di dalam tanah dapat dilakuka pergiliran tanaman
atau rotasi dengan tanaman yang bukan inang dari Phytophthora.
4.
Penggunaan
Mikroorganisme Penyubur Tanah:
·
Penambahan
mikroorganisme penyubur tanah akan membantu membuat tanah menjadi lebih gembur
sehingga sirkulasi udara serta drainase air yang lebih baik. Beberapa
penelitian menunjukkan mikroriza dapat mengendalikan Phytophthora
5.
Sanitasi kebun
·
Perbaikan kebersihan lahan dari sisa tanaman yang sakit
6. Pestisida
·
Jika frekuensi penyakit cukup
tinggi dapat dilakukan penggunaan fungisida yang mengandung bahan aktif tembaga,
propamocarb, mancozeb .






