WASPADAI SERANGAN BUSUK AKAR BUAH DAN BATANG

By DINPPKP 03 Okt 2024, 14:36:41 WIB Penyuluhan

WASPADAI SERANGAN BUSUK AKAR BUAH DAN BATANG




 

Penyakit layu daun pepaya salah satunya disebabkan oleh cendawan Phytophthora sp.. Sebagai patogen tular tanah, cendawan ini berbahaya karena dapat bertahan hidup dalam jangka waktu lama pada tanah yang kaya bahan organik. Phytophthora sp adalah patogen yang umum menyerang tanaman dari family Solanaceae (cabai, kentang, paprika, terong, tembakau), lada, kakao, jeruk dan kelapa. Ada 3 (tiga) jenis Phytophthora sp yang menjadi patogen penting pada tanaman yaitu Phytophthora infestants, Phytophthora capsici dan Phytophthora palmivora.  Phytophthora sp adalah patogen penting yang menyerang tanaman dari family Solanaceae. Di Manado P. palmivora menjadi penyakit utama yang menyerang tanaman kelapa. P. citrophthora merupakan spesies penting yang menginfeksi pertanaman jeruk di Soe, NTT. Dilaporkan juga tanaman lada di daerah Lampung, Bangka dan beberapa tempat di Kalimantan terserang P. capsici.

Di wilayah Kecamatan Purwodadi, patogen ini menyerang tanaman pepaya di Desa Nampurejo. Gejala yang terlihat adalah daun-daun bawah yang layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum gugur, sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil di pucuknya.

Gejala penyakit layu daun phytophthora pada tanaman pepaya

1.      Bercak coklat pada daun, batang, dan buah:

·        Bercak coklat kecil pada daun, batang, dan buah yang kemudian membesar.

·        Pada bercak lama-kelamaan akan muncul hifa halus hitam putih.

2.      Daun layu dan busuk:

·        Daun yang terserang akan layu dan membusuk, kemudian rontok.

·        Penyebaran dari daun bawah ke atas melalui batang yang membusuk.

3.      Infeksi akar:

·        Penyakit ini juga menginfeksi akar yang luka, menyerang pada fase kecambah pada persemaian maupun tanaman dewasa.

 

Pada serangan berat busuk dapat menyebar ke akar pohon dan menyebabkan tanaman tumbang. Penyakit ini juga dapat terjadi pada buah yang masih berwarna hijau. Buahnya membusuk tetapi tetap keras. Umumnya pembusukan dimulai di dekat pangkal batang. Buahnya berwarna putih dan ditutupi miselium beludru. Lama-kelamaan buahnya keriput dan berubah warna menjadi hitam.

 

Faktor pendukung penyebaran patogen Phytophthora adalah

1.      Lembab dan hujan tinggi:

·        Kondisi yang disenangi Phytophthora adalah kondisi basah dan hangat, dengan suhu optimal 20º-30º C.

2.      Kondisi tanah basah:

·        Cendawan ini dapat bertahan lama di dalam tanah yang mengandung banyak bahan organik dan menyukai lingkungan tanah yang basah sampai jenuh air.

 

Penyakit ini juga bisa menyebar melalui bantuan air yang mengalir di atas permukaan tanah. Penyebaran penyakit terjadi lebih cepat jika tanah mempunyai drainase dan aerasi yang buruk, dan benih ditanam terlalu dalam dan ditanam terlalu berdekatan. Phytophthora menginfeksi akar yang rusak dan mempengaruhi tahap semai dan tanaman dewasa.

Phytophthora adalah cendawan yang menyebabkan beberapa penyakit pada tanaman pepaya, termasuk layu daun. Berikut adalah gejala dan cara mengendalikan penyakit ini:

 

Cara Mengendalikan Penyakit

1.      Pengaturan Drainase:

·        Cara untuk menekan perkembangan patogen yaitu dengan membuat kondisi yang tidak optimal. Pembuat saluran drainase atau meninggikan bedengan dapat mengurangi kelembanan tanah.

2.      Pengapuran Sebelum Tanam:

·        Pemberian kapur ditujukan untuk menaikkan pH tanah, sehingga meminimalisir perkembangan cendawan atau penyakit lainnya.

3.      Pergiliran Tanaman:

·        Untuk memutus siklus penyakit yang masih tertahan di dalam tanah dapat dilakuka pergiliran tanaman atau rotasi dengan tanaman yang bukan inang dari Phytophthora.

4.      Penggunaan Mikroorganisme Penyubur Tanah:

·        Penambahan mikroorganisme penyubur tanah akan membantu membuat tanah menjadi lebih gembur sehingga sirkulasi udara serta drainase air yang lebih baik. Beberapa penelitian menunjukkan mikroriza dapat mengendalikan Phytophthora

5.      Sanitasi kebun

·        Perbaikan kebersihan lahan dari sisa tanaman yang sakit

6.      Pestisida

·        Jika frekuensi penyakit cukup tinggi dapat dilakukan penggunaan fungisida yang mengandung bahan aktif tembaga, propamocarb, mancozeb .

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung