- Perkuat Respon Cepat Biota Laut Terdampar, Tim Keswan Ikuti Pelatihan dan Simulasi Lapangan
- Survey RPU Mahkota Putri, desa Kunir kec.Butuh dalam rangka Pengajuan Penerbitan NKV (Nomor Kontrol Veteriner)
- BIDANG PANGAN DKPP PURWOREJO GELAR GERAKAN PANGAN MURAH (GPM) SERENTAK DALAM PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA
- BPP BENER GELAR PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN TAHUN 2027 SECARA PARTISIPATIF
- SOSIALISASI PENGENALAN DAN EDUKASI POLA KONSUMSI PANGAN B2SA DKPP PURWOREJO
- DKPP KABUPATEN PURWOREJO GELAR GERAKAN PANGAN MURAH SAMBUT HARI PANGAN SEDUNIA 2026
- Tingkatkan Populasi Ternak, DKPP Purworejo Gelar Bimtek SUBALI SAPIRA untuk 26 Kelompok Tani
- BIDANG PANGAN DKPP PURWOREJO MATANGKAN PERSIAPAN GERAKAN PANGAN MURAH DAN PAMERAN PELAKU USAHA
- Tim Keswan DKPP Purworejo Gelar Surveilans Kesehatan Hewan untuk Deteksi Dini Penyakit
- Seleksi Hibah Sapi PO Tahap III, DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Calon Ternak
Tingkatkan Populasi Ternak, DKPP Purworejo Gelar Bimtek SUBALI SAPIRA untuk 26 Kelompok Tani

Tingkatkan Populasi Ternak, DKPP Purworejo Gelar Bimtek SUBALI SAPIRA untuk 26 Kelompok Tani
PURWOREJO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo terus berkomitmen meningkatkan populasi dan produktivitas sapi di wilayahnya dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat) yang digelar di Aula B/C DKPP Kabupaten Purworejo pada Senin (12/10/2026).
Acara yang dipandu oleh drh. Zain Amri sebagai moderator ini dihadiri oleh perwakilan dari 26 kelompok tani penerima hibah ternak sapi se-Kabupaten Purworejo. Bimtek ini difokuskan sebagai penyegaran (refreshing) pengetahuan para peternak mengenai manajemen pakan serta kesehatan reproduksi sapi.
Pakan Berkualitas, Kunci Utama Produktivitas Ternak
Dalam sesi materi pertama, Praktisi Peternakan Hanjar Prihatno, S.Pt. memaparkan krusiap pemenuhan nutrisi untuk menunjang kesehatan reproduksi ternak.
Produktivitas sapi dipengaruhi oleh dua faktor utama: faktor genetik (30%) dan faktor lingkungan (70%). Dari total pengaruh lingkungan tersebut, sektor pakan memegang porsi terbesar yaitu hingga 60% terhadap keberhasilan produktivitas dan reproduksi.
Sapi merupakan hewan ruminansia dengan sistem pencernaan multigastrik (empat lambung). Oleh karena itu, pemberian pakan tidak hanya sekadar rumput hijau, tetapi juga harus seimbang dan kaya gizi.
Dalam paparan Manajemen Pakan beberapa poin penting dalam manajemen pakan:
1. Konsentrat & Mineral: Konsentrat berfungsi memperkaya nutrisi yang tidak didapatkan dari hijauan. Selain itu, penambahan mikronutrisi seperti mineral/premix (ideal 1% dari total ransum) sangat vital untuk menunjang organ reproduksi.
2. Jadwal Teratur: Pemberian pakan wajib konsisten, baik secara frekuensi maupun waktu.
3. Pentingnya Air Minum: Air berperan penting menjaga suhu tubuh, membantu pencernaan, mengangkut nutrisi, serta membuang sisa metabolisme.
Solusi Musim Kemarau: Ketimbang mengandalkan jerami yang relatif rendah gizi saat pakan sulit, peternak disarankan memanfaatkan teknologi pakan seperti silase, amoniasi, dan fermentasi sejak musim penghujan.
Mengenal Kesehatan Reproduksi Sapi
Pada sesi berikutnya, drh. M. Fauziyah Rahayu mengupas tuntas materi Manajemen Kesehatan Reproduksi. Ia menekankan pentingnya jeli mengamati siklus reproduksi ternak agar proses pembiakan berjalan optimal.
Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai deteksi dini tanda-tanda birahi pada sapi (dikenal dengan metode 3abcd), sehingga peternak dapat mengambil tindakan yang tepat waktu untuk proses perkawinan maupun Inseminasi Buatan (IB).
Melalui edukasi dan penyegaran materi pada program SUBALI SAPIRA ini, Pemkab Purworejo berharap kelompok tani penerima hibah dapat mengelola ternaknya secara modern dan terukur, sehingga target peningkatan populasi sapi rakyat di Kabupaten Purworejo dapat tercapai secara berkelanjutan.






