- Perkuat Respon Cepat Biota Laut Terdampar, Tim Keswan Ikuti Pelatihan dan Simulasi Lapangan
- Survey RPU Mahkota Putri, desa Kunir kec.Butuh dalam rangka Pengajuan Penerbitan NKV (Nomor Kontrol Veteriner)
- BIDANG PANGAN DKPP PURWOREJO GELAR GERAKAN PANGAN MURAH (GPM) SERENTAK DALAM PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA
- BPP BENER GELAR PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN TAHUN 2027 SECARA PARTISIPATIF
- SOSIALISASI PENGENALAN DAN EDUKASI POLA KONSUMSI PANGAN B2SA DKPP PURWOREJO
- DKPP KABUPATEN PURWOREJO GELAR GERAKAN PANGAN MURAH SAMBUT HARI PANGAN SEDUNIA 2026
- Tingkatkan Populasi Ternak, DKPP Purworejo Gelar Bimtek SUBALI SAPIRA untuk 26 Kelompok Tani
- BIDANG PANGAN DKPP PURWOREJO MATANGKAN PERSIAPAN GERAKAN PANGAN MURAH DAN PAMERAN PELAKU USAHA
- Tim Keswan DKPP Purworejo Gelar Surveilans Kesehatan Hewan untuk Deteksi Dini Penyakit
- Seleksi Hibah Sapi PO Tahap III, DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Calon Ternak
Perkuat Respon Cepat Biota Laut Terdampar, Tim Keswan Ikuti Pelatihan dan Simulasi Lapangan

Perkuat Respon Cepat Biota Laut Terdampar, Tim Keswan Ikuti Pelatihan dan Simulasi Lapangan
PURWOREJO — Guna memperkuat kesiapsiagaan penanganan mamalia laut dan biota laut dilindungi yang terdampar di sepanjang pesisir selatan, Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mengikuti pelatihan intensif pada 20–21 Oktober 2026.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo ini dipusatkan di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, serta dilanjutkan dengan simulasi penanganan di Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk membentuk jaringan kerja (networking) dan memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan (stakeholders) dalam merespon kejadian biota laut terdampar maupun kasus bycatch (biota laut yang tidak sengaja tertangkap jaring nelayan).
Berbagai instansi dan elemen masyarakat turut terlibat aktif, di antaranya:
DLHP, DKPP, DPUPR, BPBD, Polsek, TNI AD, dan TNI AL.
Pemerintah Desa setempat serta para nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
Selama dua hari, para peserta dibekali materi teknis hingga praktik lapangan mengenai pertolongan pertama hiu paus biota laut:
1. Penanganan Hiu Paus & Dokumentasi Identitas. Hari pertama difokuskan pada Prosedur Operasional Standar (SOP) penanganan hiu paus yang terdampar atau terkena jaring nelayan. Peserta mempelajari teknik photographic identification (ID) pada pola totol putih di area belakang insang hingga sirip dorsal. Pola unik ini berfungsi sebagai "sidik jari" biologis untuk mengidentifikasi individu hiu paus.
2. Pengukuran Biometrik & Edukasi Zoonosis. Peserta dilatih melakukan pengukuran morfometri untuk menduga estimasi usia dan jenis kelamin biota. Selain itu, dipaparkan pula pemahaman mengenai risiko penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan laut ke manusia) agar petugas tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja.
3. Penanganan Mamalia Laut & Golden Period. Hari kedua membahas penanganan mamalia laut (seperti lumba-lumba dan paus) yang memiliki fisiologi berbeda dari spesies ikan. Mamalia laut bernapas menggunakan paru-paru melalui blowhole yang terletak di area melon (bagian kepala). Kecepatan penanganan (golden period) menjadi kunci utama agar saluran pernapasan tidak kemasukan air saat terdampar di hempasan ombak.
4. Pelatihan ditutup dengan simulasi penanganan menggunakan boneka peraga (dummy) di Pantai Jatimalang. Peserta mempraktikkan langsung respons cepat evakuasi lumba-lumba, hiu paus, hingga skenario penanganan keterdamparan massal.
Melalui sinergi ini, diharapkan Tim Keswan DKPP Purworejo bersama jaringan nelayan dan aparat setempat mampu merespon setiap kejadian keterdamparan secara cepat, tepat, dan sesuai standar keselamatan satwa maupun manusia





