- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
SUKSESKAN PENYALURAN PUPUK SUBSIDI, BPP NGOMBOL GELAR SOSIALISASI
.jpg)
SUKSESKAN
PENYALURAN PUPUK SUBSIDI,
BPP NGOMBOL
GELAR SOSIALISASI
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngombol pada
akhir Januari 2024 mengadakan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan kuota
pupuk ke sejumlah kelompok tani hingga Kios Pupuk Lengkap (KPL) di wilayah
Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kembangkuning dengan
dihadiri Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Forkompinca
Ngombol, distributor pupuk, Kepala BRI Unit Ngombol, Pengurus KTNA Kecamatan
Ngombol, perwakilan polosoro dan kelompok tani se Kecamatan Ngombol.
Sri Suharweni dari DKPP Purworejo menyampaikan pupuk
subsidi harus tepat sasaran kepada petani yang menggarap sawah, sedangkan
penebusannya menggunakan kartu tani bagi yang sudah memiliki kartu tani serta
menggunakan KTP bagi pemohon baru yang sama sekali belum memiliki kartu tani
mulai Bulan Februari 2024. “PPL melakukan proses pendataan dan semua data
petani yang berhak seoptimal mungkin sudah diusahakan untuk mendapat alokasi
pupuk sesuai kebutuhan, tetapi karena ini di luar ranah kita terkait
keterbatasan anggaran pemerintah dan karena kita adalah pelaksana dari
kebijakan yang ada di pusat jadi untuk para petani/ kelompoktani optimalkan
saja penebusan kuota pupuk yang ada untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan terus
semangat menanam sesuai potensi wilayah untuk menjaga ketahanan pangan kita”
tambahnya.
Bangun Airlangga Ibrahim selaku Camat Ngombol
menyampaikan bahwa Kecamatan Ngombol merupakan lumbung pangan terbesar di
Kabupaten Purworejo. Oleh karena itu, dengan potensi sumber daya alam yang
melimpah khususnya di bidang pertanian dapat dioptimalkan semaksimal mungkin
dengan tetap berpedoman pada teknologi tepat guna berdasarkan diseminasi dari
PPL. “Petani sebagai suksesor di bidang pertanian harus mampu mengelola sumber
daya alam yang ada, tetapi tetap memperhatikan adanya perubahan iklim dengan
penggunaan teknologi pertanian yang cerdas iklim yang banyak disampaikan oleh
PPL”. Bangun menambahkan pupuk merupakan hal yang sangat sensitif dan
mendapatkan pantauan dari berbagai pihak, oleh karena itu penyaluran nya harus
sesuai dengan aturan yang berlaku. “Bagi kios pupuk agar berhati-hati dalam
penyaluran pupuk bersubsidi karena apabila ada laporan dan aduan dan ternyata
benar-benar bermain, akan mendapatkan sanksi tegas dari pihak yang
berwewenang.”
Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol
menyampaikan berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah No. 521.34/59 Tahun 2023 dan SK
Bupati Purworejo No. 160.18/896/2023 tentang Penetapan Alokasi dan HET Pupuk
Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun 2024 Kabupaten Purworejo, untuk Pupuk Urea
dari usulan 2.704.020 Kg disetujui 1.427.922 Kg (52,8%), sedangkan NPK dari
usulan 3.013.391 kg disetujui 885.409 kg (29,38%). Berdasarkan hal tersebut,
perhitungan alokasi per petani untuk komoditas padi jatah Urea 145 kg/ha/musim
sedangkan NPK 73 kg/ha/musim.
Woro menambahkan tujuan diadakan sosialisasi pupuk
bersubsidi adalah menyebarluaskan tata cara penebusan pupuk bersubsidi,
permasalahan kartu tani dan kuota pupuk bersubsidi kepada perwakilan kelompok
tani yang hadir yang nantinya diharapkan dapat disosialisasikan kepada petani
di lingkungan masing-masing sehingga proses penyaluran pupuk berjalan lancar
sesuai regulasi yang ada. Bagi pemohon baru dan yang kartu taninya
bermasalahan, penebusan pupuk bersubsidi menggunakan KTP di kios pupuk yang
telah ditunjuk mulai 1 Februari 2024. “Karena penebusan pupuk menggunakan KTP
merupakan hal yang baru ada banyak hal yang harus dipahami oleh berbagai pihak
baik petani maupun pemilik kios yang nantinya akan melayani petani dalam
penebusan pupuk.”
Dwi dari Distributor Pupuk wilayah Kecamatan Ngombol
menyampaikan bahwa Kios pupuk siap melayani pelayanan pupuk menggunakan KTP
menggunakan aplikasi i-Pubers sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
“ Petani pemohon baru asal sudah terdaftar di alokasi harus datang sendiri di kios pupuk yang
ditunjuk selanjutnya kroscek data pada aplikasi kemudian transaksi pembelian
pupuk dapat dilakukan.”
“Pupuk subsidi dari
pemerintah jumlahnya terbatas dan semakin berkurang setiap tahunnya, sehingga
dari petani biasanya mencukupi kebutuhan pupuk dari pupuk non subsidi yang
dijual di pasaran dan membuat pupuk organik dari kotoran hewan yang dipelihara
di rumah”, ujar Risto salah satu perwakilan kelompok tani yang hadir pada
sosialisasi tersebut. Harapannya produksi padi setiap tahun bisa meningkat
dengan harga jual yang tinggi sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga.
Dikirim
: Bakti Woro Haryanti, SP
PPL
Kecamatan Ngombol






