SUKSESKAN PENYALURAN PUPUK SUBSIDI, BPP NGOMBOL GELAR SOSIALISASI

By DINPPKP 01 Feb 2024, 14:54:20 WIB Penyuluhan
SUKSESKAN PENYALURAN PUPUK SUBSIDI,  BPP NGOMBOL GELAR SOSIALISASI

SUKSESKAN PENYALURAN PUPUK SUBSIDI,

BPP NGOMBOL GELAR SOSIALISASI

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngombol pada akhir Januari 2024 mengadakan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan kuota pupuk ke sejumlah kelompok tani hingga Kios Pupuk Lengkap (KPL) di wilayah Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kembangkuning dengan dihadiri Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Forkompinca Ngombol, distributor pupuk, Kepala BRI Unit Ngombol, Pengurus KTNA Kecamatan Ngombol, perwakilan polosoro dan kelompok tani se Kecamatan Ngombol.

Sri Suharweni dari DKPP Purworejo menyampaikan pupuk subsidi harus tepat sasaran kepada petani yang menggarap sawah, sedangkan penebusannya menggunakan kartu tani bagi yang sudah memiliki kartu tani serta menggunakan KTP bagi pemohon baru yang sama sekali belum memiliki kartu tani mulai Bulan Februari 2024. “PPL melakukan proses pendataan dan semua data petani yang berhak seoptimal mungkin sudah diusahakan untuk mendapat alokasi pupuk sesuai kebutuhan, tetapi karena ini di luar ranah kita terkait keterbatasan anggaran pemerintah dan karena kita adalah pelaksana dari kebijakan yang ada di pusat jadi untuk para petani/ kelompoktani optimalkan saja penebusan kuota pupuk yang ada untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan terus semangat menanam sesuai potensi wilayah untuk menjaga ketahanan pangan kita” tambahnya.

Bangun Airlangga Ibrahim selaku Camat Ngombol menyampaikan bahwa Kecamatan Ngombol merupakan lumbung pangan terbesar di Kabupaten Purworejo. Oleh karena itu, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah khususnya di bidang pertanian dapat dioptimalkan semaksimal mungkin dengan tetap berpedoman pada teknologi tepat guna berdasarkan diseminasi dari PPL. “Petani sebagai suksesor di bidang pertanian harus mampu mengelola sumber daya alam yang ada, tetapi tetap memperhatikan adanya perubahan iklim dengan penggunaan teknologi pertanian yang cerdas iklim yang banyak disampaikan oleh PPL”. Bangun menambahkan pupuk merupakan hal yang sangat sensitif dan mendapatkan pantauan dari berbagai pihak, oleh karena itu penyaluran nya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. “Bagi kios pupuk agar berhati-hati dalam penyaluran pupuk bersubsidi karena apabila ada laporan dan aduan dan ternyata benar-benar bermain, akan mendapatkan sanksi tegas dari pihak yang berwewenang.”

Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah No. 521.34/59 Tahun 2023 dan SK Bupati Purworejo No. 160.18/896/2023 tentang Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun 2024 Kabupaten Purworejo, untuk Pupuk Urea dari usulan 2.704.020 Kg disetujui 1.427.922 Kg (52,8%), sedangkan NPK dari usulan 3.013.391 kg disetujui 885.409 kg (29,38%). Berdasarkan hal tersebut, perhitungan alokasi per petani untuk komoditas padi jatah Urea 145 kg/ha/musim sedangkan NPK 73 kg/ha/musim.

Woro menambahkan tujuan diadakan sosialisasi pupuk bersubsidi adalah menyebarluaskan tata cara penebusan pupuk bersubsidi, permasalahan kartu tani dan kuota pupuk bersubsidi kepada perwakilan kelompok tani yang hadir yang nantinya diharapkan dapat disosialisasikan kepada petani di lingkungan masing-masing sehingga proses penyaluran pupuk berjalan lancar sesuai regulasi yang ada. Bagi pemohon baru dan yang kartu taninya bermasalahan, penebusan pupuk bersubsidi menggunakan KTP di kios pupuk yang telah ditunjuk mulai 1 Februari 2024. “Karena penebusan pupuk menggunakan KTP merupakan hal yang baru ada banyak hal yang harus dipahami oleh berbagai pihak baik petani maupun pemilik kios yang nantinya akan melayani petani dalam penebusan pupuk.”

Dwi dari Distributor Pupuk wilayah Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa Kios pupuk siap melayani pelayanan pupuk menggunakan KTP menggunakan aplikasi i-Pubers sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. “ Petani pemohon baru asal sudah terdaftar di alokasi  harus datang sendiri di kios pupuk yang ditunjuk selanjutnya kroscek data pada aplikasi kemudian transaksi pembelian pupuk dapat dilakukan.” 

 “Pupuk subsidi dari pemerintah jumlahnya terbatas dan semakin berkurang setiap tahunnya, sehingga dari petani biasanya mencukupi kebutuhan pupuk dari pupuk non subsidi yang dijual di pasaran dan membuat pupuk organik dari kotoran hewan yang dipelihara di rumah”, ujar Risto salah satu perwakilan kelompok tani yang hadir pada sosialisasi tersebut. Harapannya produksi padi setiap tahun bisa meningkat dengan harga jual yang tinggi sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Dikirim : Bakti Woro Haryanti, SP

PPL Kecamatan Ngombol

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung