- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
Sekolah Lapang IPDMIP

Pemberdayaan Petani Purworejo melalui IPDMIP
Kegiatan identifikasi lokasi Sekolah Lapang (SL) program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo sudah mulai berjalan ke beberapa lokasi calon pelaksana kegiatan.
Pada hari Selasa, 22 Februari 2022 di Balai Desa Sidarum Kecamatan Kutoarjo dilakukan pertemuan identifikasi lokasi yang dihadiri oleh Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, Ir. Eko Anang SW, MMA., Koordinator BPP Kutoarjo, Penyuluh Pertanian Pendamping, Kepala Desa Sidarum serta perwakilan dari Gapoktan/Kelompok Tani/ Kelompok Wanita Tani yang ada di Desa Sidarum.
IPDMIP merupakan kegiatan pemberdayaan petani yang dilakukan melalui penguatan penyuluh pertanian. Proses pembelajaran dalam IPDMIP disampaikan oleh penyuluh kepada petani dalam bentuk Sekolah Lapang dan berbagai metode penyuluhan lainnya seperti demonstrasi alat, penyuluhan antar desa, pertemuan bulanan, dan pelatihan.
Dasar pemikiran kegiatan IPDMIP ialah, untuk secara penuh merealisasikan potensi pengurangan kemiskinan pertanian beririgasi. Berdasarkan pengalaman pembangunan irigasi yang telah dilakukan selama ini, disadari bahwa terdapat faktor- faktor yang menghambat peningkatan produktivitas petani-penggarap di Indonesia.
Mengingat program IPDMIP kegiatannya mengharuskan untuk selalu berkoordinasi dengan instansi – instansi di daerah dan bertatap muka dengan masyarakat petani, maka diperlukan strategi-strategi khusus dalam pelaksanaan kegiatannya agar program ini berjalan lancar dan sesuai targetnya.
Faktor-faktor penghambat petani tersebut antara lain:
(i) lemahnya kelembagaan petani, air, dan irigasi;
(ii) pemeliharaan prasarana sistem irigasi yang kurang;
(iii) lemahnya penyuluhan pertanian;
(iv) terbatasnya akses petani penggarap kepada sumber pembiayaan desa;
(v) kepemilikan lahan yang tidak jelas;
(vi) kesenjangan teknologi, dan
(vii) potensi komoditas bernilai tinggi yang terabaikan.
Tujuan dari kegiatan IPDMIP adalah untuk meningkatkan produktivitas usaha tani padi di daerah irigasi, guna mendukung tewujudnya ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan pertanian berkelanjutan di daerah irigasi.






