- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PANEN RAYA TEMBAKAU TAHUN 2024

PANEN
RAYA TEMBAKAU TAHUN 2024
Purworejo
– Bulan September hingga Oktober merupakan panen raya di Kabupaten Purworejo
tidak terkecuali di Kecamatan Purworejo. Terbukti dengan banyaknya petani yang
memanen tembakau di lahan pertaniannya. Setelah proses panen, dilanjutkan
dengan penanganan pasca panen tembakau yang prosesnya memakan waktu lama. Penanganan
pasca panen tembakau merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah daun
tembakau dipanen. Proses pasca panen tembakau meliputi tahapan-tahapan yang
dilakukan secara runtut dan berurutan karena dapat mempengaruhi kualitas dan
menentukan harga jual.
Musim kemarau tahun 2024
ini lebih singkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga petani
melakukan panen raya tembakau lebih awal. Kemarau yang lebih singkat tahun ini
memengaruhi kualitas tembakau yang dihasilkan. Saat kemarau penjang, tembakau
bisa matang sepenuhnya di ladang yang meningkatkan kualitas dan harga jualnya. Para
petani tembakau dalam proses pengolahan tembakau tidak disetor langsung ke
pabrik melainkan pengolahan dilakukan secara manual oleh para petani. Dimulai
dari memetik daun, rowek (menghilangkan gagang tembakau), perajangan, eler,
menjemur hingga proses finishing dalam bentuk emplekan. Sebelum dirowek daun tembakau
yang telah dipetik didiamkan (diimbu) terlebih dahulu selama 2 (dua) hari. Hal
ini dimaksudkan untuk menghilangkan getah daun tembakau. Setelah dirowek, daun
tembakau kemudian digulung dan disimpan selama 7-9 hari. Setelah daun berubah
warna menjadi kekuningan, daun tembakau siap untuk dirajang. Daun tembakau
sebaiknya dirajang pada tengah malam sampai pagi hari agar tembakau nantinya
langsung bisa segera mendapat sinar matahari ketika dijemur.
PPL menyampaikan kepada
petani untuk menerapkan perawatan standar dalam budidaya tembakau, baik dari
pengolahan pra tanam hingga masa perawatan. Dengan perawatan standar akan
sangat berpengaruh dengan kualitas tembakau dan harga juga lebih tinggi.
Perawatan standar yang dimaksud meliputi penyiraman dua kali sehari pada awal
masa tanam, sekali sehari setelah usia seminggu, serta pemupukan yang dilakukan
tiga kali selama musim tanam dan sebagainya. Tanaman tembakau dengan perawatan
standar akan menghasilkan tembakau dengan aroma dan rasa yang lebih bagus,
bahkan berpengaruh juga dengan nikotin. Selain itu, tembakau dengan perawatan
standar saat disimpan bisa bertahan bertahun-tahun.






