- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
- “PERKUAT KETAHANAN PANGAN LOKAL, DKPP SIAPKAN PELATIHAN DI DESA RENTAN RAWAN PANGAN”.
- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
PANEN RAYA TEMBAKAU TAHUN 2024

PANEN
RAYA TEMBAKAU TAHUN 2024
Purworejo
– Bulan September hingga Oktober merupakan panen raya di Kabupaten Purworejo
tidak terkecuali di Kecamatan Purworejo. Terbukti dengan banyaknya petani yang
memanen tembakau di lahan pertaniannya. Setelah proses panen, dilanjutkan
dengan penanganan pasca panen tembakau yang prosesnya memakan waktu lama. Penanganan
pasca panen tembakau merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah daun
tembakau dipanen. Proses pasca panen tembakau meliputi tahapan-tahapan yang
dilakukan secara runtut dan berurutan karena dapat mempengaruhi kualitas dan
menentukan harga jual.
Musim kemarau tahun 2024
ini lebih singkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga petani
melakukan panen raya tembakau lebih awal. Kemarau yang lebih singkat tahun ini
memengaruhi kualitas tembakau yang dihasilkan. Saat kemarau penjang, tembakau
bisa matang sepenuhnya di ladang yang meningkatkan kualitas dan harga jualnya. Para
petani tembakau dalam proses pengolahan tembakau tidak disetor langsung ke
pabrik melainkan pengolahan dilakukan secara manual oleh para petani. Dimulai
dari memetik daun, rowek (menghilangkan gagang tembakau), perajangan, eler,
menjemur hingga proses finishing dalam bentuk emplekan. Sebelum dirowek daun tembakau
yang telah dipetik didiamkan (diimbu) terlebih dahulu selama 2 (dua) hari. Hal
ini dimaksudkan untuk menghilangkan getah daun tembakau. Setelah dirowek, daun
tembakau kemudian digulung dan disimpan selama 7-9 hari. Setelah daun berubah
warna menjadi kekuningan, daun tembakau siap untuk dirajang. Daun tembakau
sebaiknya dirajang pada tengah malam sampai pagi hari agar tembakau nantinya
langsung bisa segera mendapat sinar matahari ketika dijemur.
PPL menyampaikan kepada
petani untuk menerapkan perawatan standar dalam budidaya tembakau, baik dari
pengolahan pra tanam hingga masa perawatan. Dengan perawatan standar akan
sangat berpengaruh dengan kualitas tembakau dan harga juga lebih tinggi.
Perawatan standar yang dimaksud meliputi penyiraman dua kali sehari pada awal
masa tanam, sekali sehari setelah usia seminggu, serta pemupukan yang dilakukan
tiga kali selama musim tanam dan sebagainya. Tanaman tembakau dengan perawatan
standar akan menghasilkan tembakau dengan aroma dan rasa yang lebih bagus,
bahkan berpengaruh juga dengan nikotin. Selain itu, tembakau dengan perawatan
standar saat disimpan bisa bertahan bertahun-tahun.






