Manajemen Breeding Domba: Edukasi Kesehatan Hewan Berbasis Komunitas

By DINPPKP 16 Okt 2024, 11:48:34 WIB Penyuluhan

Manajemen Breeding Domba: Edukasi Kesehatan Hewan Berbasis Komunitas

 

Manajemen breeding domba merupakan salah satu aspek penting dalam budi daya domba yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas dan sehat. UPT Puskeswan DKPP berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Nglaris, Bener Purworejo dan Kandang Soebadi Farmhouse pada hari Senin, tanggal 14 Oktober 2024 pukul 20.00 WIb – 11.30 WIB dengan mengambil tempat di Kandang Soebadi Farmhouse, Kalimiru, Bayan Purworejo, menyelenggarakan edukasi kesehatan hewan berbasis komunitas bagi LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Desa Nglaris, dengan tema Manajemen Breeding Domba. Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif antar pemangku kepentingan sebagai program pemberdayaan peternak lokal. Tujuan utama dari program ini sebagaimana ditegaskan oleh Drh. A. Kosim, Kepala UPT Puskeswan DKPP adalah meningkatkan kesejahteraan peternak melalui manajemen breeding yang efektif dan berkelanjutan.

Kepala Desa Nglaris, Nirman dalam sambutannya menekankan bahwa potensi LMDH desa Nglaris yang mengelola lahan puluhan hektar hutan pinus milik Perhutani sangat besar untuk meningkatkan pendapatan anggota LMDH dengan memanfaatkan rumput dan tanaman perdu di bawah tegakan pohon pinus untuk budi daya domba. Edukasi sekaligus anjangsana ke Kandang Soebadi dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas anggota LMDH sekaligus menambah wawasan dengan melihat langsung best practise budi daya domba yang menguntungkan.

Kandang Soebadi Farmhouse berlokasi di Desa Kalimiru, Bayan Purworejo merupakan farm yang mengelola breeding domba berkualitas. Menurut Pemiliknya, Joko Pamungkas, Kandang Soebadi mengelola domba sebanyak 100 ekor dengan indukan domba Cross Texel dan Sakub sedangkan pejantannya mengambil domba Awassi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemilihan jenis domba tersebut sesuai tujuannya yaitu untuk menghasilkan domba-domba yang besar dan berbobot. Cross Texel merupakan domba penghasil daging yang baik, pertumbuhan cepat dan bobot panen yang tinggi, domba Sakub merupakan domba asal Brebes denga posturnya yang besar dan bertanduk sedangkan Awassi merupakan domba perah asal Timur Tengah dengan postunya yang tinggi besar disertai dengan tanduknya yang besar dan Panjang.

Dengan profil domba tersebut di atas, Kandang Soebadi berhasil memperoleh anakan domba dengan bobot lahir dan bobot sapih yang tinggi. Bobot lahir cempenya ditargetkan 3 kg dan yang tertinggi bisa dicapai 4.9 kg untuk kelahiran Tunggal. Dengan bobot lahir yang tinggi, bobot sapihnya juga tinggi yaitu 30 kg diusia 3 bulan.

   

Foto 1.2.3 : Suasana Anjangsana dan Edukasi

 

Pentingnya Manajemen Breeding yang Baik

Breeding domba yang dikelola dengan baik akan menghasilkan keturunan yang memiliki potensi genetik unggul, pertumbuhan yang cepat, serta ketahanan terhadap penyakit. Hal ini penting bagi peternak di LMDH Desa Nglaris yang bergantung pada ternak sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Kandang Soebadi Farmhouse memainkan peran penting sebagai pusat edukasi dan praktik breeding modern yang dapat diterapkan oleh komunitas.

Manajemen breeding yang baik mencakup beberapa aspek kunci:

  1. Pemilihan Induk dan Pejantan Unggul

Di Kandang Soebadi Farmhouse, pemilihan induk dan pejantan dilakukan dengan teliti untuk memastikan kualitas keturunan yang dihasilkan. Indukan dipilih dari jenis Cross Texel dan Sakubsedangkan pejantannya menggunakan Cross Awassi, memiliki kondisi fisik yang sehat, bebas dari penyakit, serta memiliki performa reproduksi yang unggul.

  1. Pencatatan dan Pemantauan Siklus Birahi

Peternak di LMDH Desa Nglaris diajarkan untuk mencatat siklus birahi domba betina agar dapat menentukan waktu kawin yang optimal. Pemahaman tentang siklus birahi sangat penting dalam meningkatkan keberhasilan reproduksi. Di Kandang Soebadi, penggunaan teknologi sederhana seperti kalender breeding dan pencatatan manual membantu peternak memantau kondisi ternak mereka dengan lebih baik.

 

  1. Nutrisi yang Tepat untuk Domba Bunting

Nutrisi adalah faktor utama yang mempengaruhi kesehatan induk selama masa kebuntingan. Peternak dilatih untuk memberikan pakan berkualitas tinggi yang mengandung protein, vitamin, dan mineral penting. Pemenuhan nutrisi yang tepat akan membantu induk melahirkan dengan baik dan menghasilkan anak domba yang sehat.

 

              

            Foto 4, 5 : Narasumber : Kepala UPT Puskeswan, Kads Nglaris dan Pemilik Kandang Soebadi

Edukasi Kesehatan Hewan Berbasis Komunitas

UPT Puskeswan DKPP memfokuskan program edukasi pada pendekatan berbasis komunitas. Dengan melibatkan peternak lokal secara aktif dalam pelatihan dan diskusi, pengetahuan tentang manajemen breeding dan kesehatan reproduksi dapat disebarkan lebih luas dan efektif. Pendekatan ini menciptakan keterlibatan yang lebih mendalam, di mana peternak saling berbagi pengalaman dan solusi dalam mengatasi berbagai tantangan.

  1. Edukasi Rutin bagi Peternak

UPT Puskeswan secara rutin mengadakan edukasi mengenai manajemen kesehatan baik pakan, perkandangan, bibit, reproduksi dan tata laksana pemeliharaan. Pola penyampaian materi dengan diskusi aktif diantara peserta dengan narasumber dengan penekanan pada pendekatan penyelesaian masalah-masalah keseharian yang sering ditemukan dalam budi daya hewan ternak.

  1. Pendekatan Partisipatif

Edukasi berbasis komunitas di LMDH Desa Nglaris menggunakan pendekatan partisipatif, di mana peternak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melakukan praktik langsung di masing-masing kandangnya, seperti memilih bibit unggul, mengadopsi pola  perkandangan yang baik dan benar, menyiapkan pakan yang cukup baik kuantitas maupun kualitasnya, memantau siklus reproduksi, melakukan pencatatan aktivitas harian, dan melakukan evaluasi terhadap hasil breeding mereka.

  1. Pemanfaatan Teknologi Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas peternak di Desa Nglaris telah mulai memanfaatkan teknologi digital, seperti grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi terkait kesehatan hewan dan media sosial untuk menambah pengetahuan tentang budi daya hewan ternak.

 

Foto 6. Cempe di Kandang Subadi    Foto 7. Pejantan Awassi

 

Manfaat Edukasi Berbasis Komunitas bagi Peternak LMDH Desa Nglaris

Pendekatan berbasis komunitas dalam edukasi kesehatan hewan telah memberikan berbagai manfaat nyata bagi peternak di LMDH Desa Nglaris, antara lain:

  • Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan

Peternak memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam hal manajemen breeding dan kesehatan domba, sehingga mereka mampu mengatasi masalah reproduksi secara mandiri atau bersama-sama dengan anggota komunitas.

  • Kualitas Keturunan yang Lebih Baik

Dengan penerapan teknik breeding yang tepat, peternak di Desa Nglaris kini dapat menghasilkan domba yang lebih berkualitas, baik dari segi produktivitas maupun daya tahan terhadap penyakit.

  • Peningkatan Produktivitas

Manajemen breeding yang baik akan meningkatkan produktivitas ternak domba, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan peternak. Anak domba yang sehat tumbuh lebih cepat dan siap dipasarkan dalam waktu yang lebih singkat.

  • Komunitas yang Lebih Kuat dan Solid

Melalui program ini, peternak di LMDH Desa Nglaris menjadi lebih kompak dalam bekerja sama. Mereka saling mendukung dan berbagi sumber daya, sehingga menghadapi tantangan dalam peternakan menjadi lebih mudah.

Kesimpulan

Manajemen breeding domba di LMDH Desa Nglaris, Bener, dengan dukungan UPT. Puskeswan DKPP dan Kandang Soebadi Farmhouse, merupakan contoh sukses dari sebuah kolaborasi edukasi kesehatan hewan berbasis komunitas. Melalui pelatihan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif dari peternak, kualitas ternak di Desa Nglaris akan meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan produktivitas ternak, tetapi juga membangun solidaritas dan kekuatan komunitas peternak lokal dalam menjaga kesejahteraan hewan dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Bottom of Form

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung