- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
- “PERKUAT KETAHANAN PANGAN LOKAL, DKPP SIAPKAN PELATIHAN DI DESA RENTAN RAWAN PANGAN”.
- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
Manajemen Breeding Domba: Edukasi Kesehatan Hewan Berbasis Komunitas
Manajemen Breeding Domba: Edukasi Kesehatan Hewan Berbasis Komunitas
Manajemen breeding
domba merupakan salah satu aspek penting dalam budi daya domba yang bertujuan
untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas dan sehat. UPT Puskeswan DKPP berkolaborasi
dengan Pemerintah Desa Nglaris, Bener Purworejo dan Kandang Soebadi Farmhouse
pada hari Senin, tanggal 14 Oktober 2024 pukul 20.00 WIb – 11.30 WIB dengan
mengambil tempat di Kandang Soebadi Farmhouse, Kalimiru, Bayan Purworejo, menyelenggarakan
edukasi kesehatan hewan berbasis komunitas bagi LMDH (Lembaga Masyarakat
Desa Hutan) Desa Nglaris, dengan tema Manajemen Breeding Domba.
Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif antar pemangku kepentingan sebagai
program pemberdayaan peternak lokal. Tujuan utama dari program ini sebagaimana
ditegaskan oleh Drh. A. Kosim, Kepala UPT Puskeswan DKPP adalah meningkatkan
kesejahteraan peternak melalui manajemen breeding yang efektif dan
berkelanjutan.
Kepala Desa
Nglaris, Nirman dalam sambutannya menekankan bahwa potensi LMDH desa Nglaris
yang mengelola lahan puluhan hektar hutan pinus milik Perhutani sangat besar
untuk meningkatkan pendapatan anggota LMDH dengan memanfaatkan rumput dan
tanaman perdu di bawah tegakan pohon pinus untuk budi daya domba. Edukasi sekaligus
anjangsana ke Kandang Soebadi dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas anggota
LMDH sekaligus menambah wawasan dengan melihat langsung best practise budi
daya domba yang menguntungkan.
Kandang
Soebadi Farmhouse berlokasi di Desa Kalimiru, Bayan Purworejo merupakan farm
yang mengelola breeding domba berkualitas. Menurut Pemiliknya, Joko
Pamungkas, Kandang Soebadi mengelola domba sebanyak 100 ekor dengan indukan
domba Cross Texel dan Sakub sedangkan pejantannya mengambil domba
Awassi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemilihan jenis domba tersebut sesuai
tujuannya yaitu untuk menghasilkan domba-domba yang besar dan berbobot. Cross
Texel merupakan domba penghasil daging yang baik, pertumbuhan cepat dan bobot
panen yang tinggi, domba Sakub merupakan domba asal Brebes denga posturnya yang
besar dan bertanduk sedangkan Awassi merupakan domba perah asal Timur Tengah
dengan postunya yang tinggi besar disertai dengan tanduknya yang besar dan
Panjang.
Dengan
profil domba tersebut di atas, Kandang Soebadi berhasil memperoleh anakan domba
dengan bobot lahir dan bobot sapih yang tinggi. Bobot lahir cempenya
ditargetkan 3 kg dan yang tertinggi bisa dicapai 4.9 kg untuk kelahiran
Tunggal. Dengan bobot lahir yang tinggi, bobot sapihnya juga tinggi yaitu 30 kg
diusia 3 bulan.
Foto 1.2.3 :
Suasana Anjangsana dan Edukasi
Pentingnya Manajemen Breeding yang Baik
Breeding
domba yang dikelola dengan baik akan menghasilkan keturunan yang memiliki
potensi genetik unggul, pertumbuhan yang cepat, serta ketahanan terhadap
penyakit. Hal ini penting bagi peternak di LMDH Desa Nglaris yang bergantung
pada ternak sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Kandang Soebadi
Farmhouse memainkan peran penting sebagai pusat edukasi dan praktik breeding
modern yang dapat diterapkan oleh komunitas.
Manajemen
breeding yang baik mencakup beberapa aspek kunci:
- Pemilihan Induk dan Pejantan Unggul
Di Kandang Soebadi Farmhouse, pemilihan induk dan pejantan
dilakukan dengan teliti untuk memastikan kualitas keturunan yang dihasilkan.
Indukan dipilih dari jenis Cross Texel dan Sakubsedangkan pejantannya
menggunakan Cross Awassi, memiliki kondisi fisik yang sehat, bebas dari
penyakit, serta memiliki performa reproduksi yang unggul.
- Pencatatan dan Pemantauan Siklus Birahi
Peternak di LMDH Desa Nglaris diajarkan untuk mencatat siklus birahi
domba betina agar dapat menentukan waktu kawin yang optimal. Pemahaman tentang
siklus birahi sangat penting dalam meningkatkan keberhasilan reproduksi. Di
Kandang Soebadi, penggunaan teknologi sederhana seperti kalender breeding dan
pencatatan manual membantu peternak memantau kondisi ternak mereka dengan lebih
baik.
- Nutrisi yang Tepat untuk Domba Bunting
Nutrisi adalah faktor utama yang mempengaruhi kesehatan induk selama
masa kebuntingan. Peternak dilatih untuk memberikan pakan berkualitas tinggi
yang mengandung protein, vitamin, dan mineral penting. Pemenuhan nutrisi yang
tepat akan membantu induk melahirkan dengan baik dan menghasilkan anak domba
yang sehat.
Foto
4, 5 : Narasumber : Kepala UPT Puskeswan, Kads Nglaris dan Pemilik Kandang
Soebadi
Edukasi Kesehatan Hewan Berbasis Komunitas
UPT
Puskeswan DKPP memfokuskan program edukasi pada pendekatan berbasis komunitas.
Dengan melibatkan peternak lokal secara aktif dalam pelatihan dan diskusi,
pengetahuan tentang manajemen breeding dan kesehatan reproduksi dapat
disebarkan lebih luas dan efektif. Pendekatan ini menciptakan keterlibatan yang
lebih mendalam, di mana peternak saling berbagi pengalaman dan solusi dalam
mengatasi berbagai tantangan.
- Edukasi Rutin bagi Peternak
UPT Puskeswan secara rutin mengadakan edukasi mengenai manajemen
kesehatan baik pakan, perkandangan, bibit, reproduksi dan tata laksana
pemeliharaan. Pola penyampaian materi dengan diskusi aktif diantara peserta
dengan narasumber dengan penekanan pada pendekatan penyelesaian masalah-masalah
keseharian yang sering ditemukan dalam budi daya hewan ternak.
- Pendekatan Partisipatif
Edukasi berbasis komunitas di LMDH Desa Nglaris menggunakan pendekatan
partisipatif, di mana peternak terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melakukan praktik langsung di masing-masing
kandangnya, seperti memilih bibit unggul, mengadopsi pola perkandangan yang baik dan benar, menyiapkan
pakan yang cukup baik kuantitas maupun kualitasnya, memantau siklus reproduksi,
melakukan pencatatan aktivitas harian, dan melakukan evaluasi terhadap hasil
breeding mereka.
- Pemanfaatan Teknologi Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas peternak di Desa Nglaris telah
mulai memanfaatkan teknologi digital, seperti grup WhatsApp untuk saling
berbagi informasi terkait kesehatan hewan dan media sosial untuk menambah
pengetahuan tentang budi daya hewan ternak.
|
|
|
|
Foto 6. Cempe di Kandang Subadi Foto 7. Pejantan Awassi
Manfaat Edukasi Berbasis Komunitas bagi Peternak LMDH Desa Nglaris
Pendekatan
berbasis komunitas dalam edukasi kesehatan hewan telah memberikan berbagai
manfaat nyata bagi peternak di LMDH Desa Nglaris, antara lain:
- Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan
Peternak memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam hal manajemen
breeding dan kesehatan domba, sehingga mereka mampu mengatasi masalah
reproduksi secara mandiri atau bersama-sama dengan anggota komunitas.
- Kualitas Keturunan yang Lebih Baik
Dengan penerapan teknik breeding yang tepat, peternak di Desa Nglaris
kini dapat menghasilkan domba yang lebih berkualitas, baik dari segi
produktivitas maupun daya tahan terhadap penyakit.
- Peningkatan Produktivitas
Manajemen breeding yang baik akan meningkatkan produktivitas ternak
domba, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan peternak. Anak domba yang
sehat tumbuh lebih cepat dan siap dipasarkan dalam waktu yang lebih singkat.
- Komunitas yang Lebih Kuat dan Solid
Melalui program ini, peternak di LMDH Desa Nglaris menjadi lebih kompak
dalam bekerja sama. Mereka saling mendukung dan berbagi sumber daya, sehingga
menghadapi tantangan dalam peternakan menjadi lebih mudah.
Kesimpulan
Manajemen
breeding domba di LMDH Desa Nglaris, Bener, dengan dukungan UPT. Puskeswan DKPP
dan Kandang Soebadi Farmhouse, merupakan contoh sukses dari sebuah
kolaborasi edukasi kesehatan hewan berbasis komunitas. Melalui pelatihan yang
berkelanjutan dan partisipasi aktif dari peternak, kualitas ternak di Desa
Nglaris akan meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya bermanfaat
bagi peningkatan kualitas dan produktivitas ternak, tetapi juga membangun
solidaritas dan kekuatan komunitas peternak lokal dalam menjaga kesejahteraan hewan
dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.








