Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi

Breaking News
- KONSULTASI DAN KOORDINASI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN MAHASISWA) UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
- PELATIHAN PENGAWAS KEAMANAN PANGAN SEGAR
- Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
- BPP Purworejo Dampingi Petani adakan Gerdal Tikus di Kelompok Tani Ngudi Makmur Semawung
- Lapor Langsung Direspons! Tim Keswan Purworejo Selamatkan Sapi Betina Produktif di Kedungpomahan Kulon kecamatan Kemiri
- SERENTAK! PETANI DESA MAJIR KENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT PADA TANAMAN PADI
- Melangkah Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi DKPP dan Kelompok Tani Rimba Sari di Desa Pamriyan
- Dari Kandang ke Produk Bernilai Jual, Peternak Kambing Kaligesing Dibekali Strategi Pengembangan Susu Kambing
- Dari Analisa Usaha hingga Fermentasi Pakan, Peternak Purworejo Digembleng Seharian
- Kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Wereng pada Tanaman Padi
Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi

Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
Gowong, Bruno – 24 Juni 2026. Di tengah semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat dan peluang usaha berbasis pertanian, budidaya jamur tiram justru masih belum banyak dilirik sebagai sumber pendapatan keluarga. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tani Desa Gowong menggelar pertemuan dan pelatihan budidaya jamur tiram dengan menghadirkan praktisi sekaligus pelaku usaha jamur tiram, Bapak Chotib, pada Rabu (24/6).
Kegiatan yang dihadiri oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bruno dan seluruh anggota KWT Sekar Tani ini menjadi momentum penting untuk membuka wawasan bahwa sektor pertanian tidak hanya identik dengan sawah dan ladang, tetapi juga dapat dikembangkan melalui usaha budidaya jamur yang memiliki prospek pasar menjanjikan.
Dalam paparannya, Bapak Chotib menjelaskan bahwa budidaya jamur tiram dapat dilakukan dengan modal yang relatif terjangkau, tidak membutuhkan lahan luas, dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila dikelola secara serius. Menurutnya, peluang pasar jamur tiram masih terbuka lebar, sementara jumlah petani yang menekuni usaha tersebut masih terbatas.
Suasana diskusi berlangsung hidup. Para anggota KWT aktif bertanya mengenai teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga strategi pemasaran hasil panen. Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk terlibat dalam kegiatan usaha produktif yang mampu menambah pendapatan keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Muti Widyastuti, A.Md., selaku PPL Kecamatan Bruno, menegaskan bahwa kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan peluang usaha pertanian yang bernilai tambah.
"Selama ini banyak masyarakat menganggap usaha pertanian harus memiliki lahan yang luas. Padahal budidaya jamur tiram membuktikan bahwa dengan ruang terbatas pun masyarakat dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Kami berharap anggota KWT Sekar Tani tidak hanya berhenti pada tahap belajar, tetapi berani memulai usaha dan menjadikannya sebagai sumber pendapatan keluarga," ungkap Muti.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan merupakan langkah penting dalam menciptakan kelompok tani yang adaptif, inovatif, dan mampu menangkap peluang pasar.
Melalui kegiatan ini, KWT Sekar Tani diharapkan mampu menjadi pelopor pengembangan budidaya jamur tiram di Desa Gowong. Di saat banyak peluang usaha pertanian masih terabaikan, keberanian untuk mencoba dan berinovasi menjadi kunci agar kelompok tani tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.





