Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi

Breaking News
- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
- KT Rukun Tani Gowong Siapkan 2.000 m² untuk Budidaya Bawang Merah Varietas Tajuk
- PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH Pengembangan Ayam Petelur di Kelompok Tani Sumber Makmur desa Tersidilor Kecamatan Pituruh
- Menjaga Genetik Unggulan Purworejo, Seleksi Hibah Kambing Kaligesing Kembali Digelar
Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi

Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
Gowong, Bruno – 24 Juni 2026. Di tengah semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat dan peluang usaha berbasis pertanian, budidaya jamur tiram justru masih belum banyak dilirik sebagai sumber pendapatan keluarga. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tani Desa Gowong menggelar pertemuan dan pelatihan budidaya jamur tiram dengan menghadirkan praktisi sekaligus pelaku usaha jamur tiram, Bapak Chotib, pada Rabu (24/6).
Kegiatan yang dihadiri oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bruno dan seluruh anggota KWT Sekar Tani ini menjadi momentum penting untuk membuka wawasan bahwa sektor pertanian tidak hanya identik dengan sawah dan ladang, tetapi juga dapat dikembangkan melalui usaha budidaya jamur yang memiliki prospek pasar menjanjikan.
Dalam paparannya, Bapak Chotib menjelaskan bahwa budidaya jamur tiram dapat dilakukan dengan modal yang relatif terjangkau, tidak membutuhkan lahan luas, dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila dikelola secara serius. Menurutnya, peluang pasar jamur tiram masih terbuka lebar, sementara jumlah petani yang menekuni usaha tersebut masih terbatas.
Suasana diskusi berlangsung hidup. Para anggota KWT aktif bertanya mengenai teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga strategi pemasaran hasil panen. Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk terlibat dalam kegiatan usaha produktif yang mampu menambah pendapatan keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Muti Widyastuti, A.Md., selaku PPL Kecamatan Bruno, menegaskan bahwa kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan peluang usaha pertanian yang bernilai tambah.
"Selama ini banyak masyarakat menganggap usaha pertanian harus memiliki lahan yang luas. Padahal budidaya jamur tiram membuktikan bahwa dengan ruang terbatas pun masyarakat dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Kami berharap anggota KWT Sekar Tani tidak hanya berhenti pada tahap belajar, tetapi berani memulai usaha dan menjadikannya sebagai sumber pendapatan keluarga," ungkap Muti.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan merupakan langkah penting dalam menciptakan kelompok tani yang adaptif, inovatif, dan mampu menangkap peluang pasar.
Melalui kegiatan ini, KWT Sekar Tani diharapkan mampu menjadi pelopor pengembangan budidaya jamur tiram di Desa Gowong. Di saat banyak peluang usaha pertanian masih terabaikan, keberanian untuk mencoba dan berinovasi menjadi kunci agar kelompok tani tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.






