- Dari Hibah Menjadi Aset Produktif, Sapi PO di Purworejo Mulai Berkembang dan Beranak
- Kepala Dinas DKPP Purworejo Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Jatiwangsan
- PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) KABUPATEN PURWOREJO: MENDORONG PETANI GIRIMULYO LEBIH MANDIRI, PROFESIONAL, DAN BERDAYA SAING
- DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI
- Sosialisasi SIM-KESWAN: Bersama Wujudkan Ternak Sehat, Peternak Kuat!
- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI

DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pangan turun langsung melakukan pemantauan ketersediaan stok pangan di tingkat produsen. Langkah ini direalisasikan melalui peninjauan lapangan di dua lokasi penggilingan padi, yakni UD Sri Rejeki yang berlokasi di Desa Seboropasar, Kecamatan Ngombol dan UD Sri Mulyo di Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo pada Rabu, 23 September 2026. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan cadangan beras daerah tetap terjaga, mengawal rantai distribusi pangan, serta memantau dinamika harga komoditas beras dari hulu ke hilir.
|
Dari hasil pendataan di lapangan, ketersediaan pasokan beras di kedua penggilingan padi tersebut tercatat aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Namun demikian, petugas mencatat tren kenaikan harga pasokan bahan baku di mana harga Gabah Kering Giling (GKG) berada pada kisaran tinggi, yaitu mencapai Rp. 9.000-9.200 per kilogram. Tingginya harga GKG di tingkat penggilingan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan pasokan gabah pasca panen di tingkat petani serta tingginya permintaan pasar regional. Meskipun harga bahan baku melonjak, operasional penggilingan di UD. Sri Rejeki maupun UD. Sri Mulyo tetap berjalan untuk menyuplai kebutuhan beras masyarakat.
Pihak Bidang Pangan DKPP Purworejo menegaskan bahwa pengawasan secara berskala akan terus dipacu untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga beras di tingkat konsumen yang berisiko memicu inflasi daerah. "Pemantauan langsung di UD Sri Rejeki dan UD Sri Mulyo ini penting untuk mendapatkan data riil di lapangan. Meski harga GKG saat ini tergolong tinggi menembus Rp9.000/kg, kami memastikan stok beras tetap ada dan distribusi tidak mengalami hambatan," ujar perwakilan Bidang Pangan DKPP Purworejo. Dengan pemantauan yang intensif ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan bahan pokok, sembari pemerintah daerah terus mengupayakan formula terbaik untuk menyeimbangkan harga di tingkat petani, penggilingan, dan konsumen akhir.
Sumber Berita Publikasi : Bidang Pangan DKPP Purworejo






