- Dari Hibah Menjadi Aset Produktif, Sapi PO di Purworejo Mulai Berkembang dan Beranak
- Kepala Dinas DKPP Purworejo Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Jatiwangsan
- PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) KABUPATEN PURWOREJO: MENDORONG PETANI GIRIMULYO LEBIH MANDIRI, PROFESIONAL, DAN BERDAYA SAING
- DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI
- Sosialisasi SIM-KESWAN: Bersama Wujudkan Ternak Sehat, Peternak Kuat!
- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
Dari Hibah Menjadi Aset Produktif, Sapi PO di Purworejo Mulai Berkembang dan Beranak

Dari Hibah Menjadi Aset Produktif, Sapi PO di Purworejo Mulai Berkembang dan Beranak
PURWOREJO, Program hibah ternak tidak berhenti ketika sapi diterima oleh kelompok. Perkembangan ternak, kesehatan, pemeliharaan, hingga kemampuan kelompok dalam menyediakan pakan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan benar-benar tumbuh menjadi aset produktif. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan monitoring hibah ternak sapi Peranakan Ongole (PO) Tahun 2025 yang dilakukan Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian (Sarlintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Jumat (25/9/2026), di Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Purworejo.
Monitoring dilakukan pada dua kelompok penerima hibah, yakni Kelompok Tani Manunggal Karya Sutomenggalan dan Kelompok Tani Kedung Butul Maju Bersama. Kegiatan tersebut juga didampingi PPL Wibi Desa Cengkawakrejo dan Koordinator PPL Kecamatan Banyuurip Kementrian Pertanian. Hasil pemantauan menunjukkan perkembangan ternak berjalan dengan baik. Sejumlah indukan telah menunjukkan perkembangan reproduksi dan beberapa ternak sudah bunting, bahkan satu ekor indukan telah beranak. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ternak hibah mulai berkembang dan memberikan hasil bagi kelompok.
Selain perkembangan ternak, kondisi kandang juga menjadi perhatian dalam monitoring. Berdasarkan hasil pemantauan, lingkungan kandang terlihat bersih dan terawat, sementara pemberian pakan dinilai sudah baik. Kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung juga tidak menjadi kendala berarti bagi kelompok. Kelompok telah menyiapkan stok pakan ternak untuk menjaga ketersediaan pakan selama kondisi hijauan terbatas. Menariknya, salah satu kelompok, yakni Kelompok Tani Manunggal Karya Sutomenggalan dibawah komando bapak solam, juga telah mempraktikkan pembuatan pakan komplit (complete feed) yang diperoleh dari pelatihan yang sebelumnya diselenggarakan oleh DKPP Purworejo. Penerapan tersebut menunjukkan bahwa pendampingan dan pelatihan tidak berhenti pada kegiatan di ruang pelatihan, tetapi mulai diterapkan dalam pengelolaan ternak sehari-hari. Kemampuan kelompok dalam mengolah dan menyiapkan pakan menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas ternak, terutama saat ketersediaan hijauan menghadapi tantangan musim kemarau.
Melalui monitoring ini, DKPP Purworejo memastikan ternak hibah tetap terpelihara dengan baik sekaligus mendorong kelompok untuk terus meningkatkan pengelolaan ternak. Ketika ternak tumbuh, bunting, hingga menghasilkan anakan, manfaat hibah mulai terlihat sebagai aset produktif yang dapat terus dikembangkan oleh kelompok.





