- Menggali Potensi Ubi Jalar Ungu di Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo
- Lahan Sawah Bero Tetap Produktif, Petani Plandi Buktikan Jagung Bisa Jadi Peluang di Musim Kemarau
- Pengendalian Tikus Sebelum Tanam, Petani Pundensari Kombinasikan Racun Umpan dan Emposan
- RAPAT KOORDINASI RENCANA TANAM DAN PENGATURAN AIR MT I DAERAH IRIGASI KEDUNGGUPIT KULON
- Pemantauan OPT Padi Kawal Demplot PM-AAS di Desa Keponggok, Purwodadi
- Gapoktan Maju Makmur Kedungpucang Matangkan Persiapan Budidaya Padi Metode PM-AAS
- Kunjungan Tim Kesmavet DKPP dan PPNS DKPP beserta PPL Wibi dan Staf DPUPR Kabupaten Purworejo ke Kandang Sapi Perah di Jenarwetan Purwodadi
- Belimbing Wuluh Tak Lagi Sekadar Asam, Kelor Tak Lagi Sekadar Daun
- Pendampingan Audiensi KTNA Kecamatan Gebang ke Balai PSDA Serayu Bogowonto oleh Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Gebang
- SOSIALISASI METODE PM-AAS, DORONG MODERNISASI PERTANIAN DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI KELOMPOK TANI TANI MAKMUR DESA KEDUNGPUCANG KECAMATAN BENER
SOSIALISASI METODE PM-AAS, DORONG MODERNISASI PERTANIAN DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI KELOMPOK TANI TANI MAKMUR DESA KEDUNGPUCANG KECAMATAN BENER

SOSIALISASI METODE PM-AAS, DORONG MODERNISASI PERTANIAN DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI KELOMPOK TANI TANI MAKMUR DESA KEDUNGPUCANG KECAMATAN BENER
Hari Selasa, 27 Oktober 2026, dalam rangka mendorong modernisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas usaha tani padi, dilaksanakan kegiatan sosialisasi metode PM-AAS (Advanced Agriculture System) kepada anggota Kelompok Tani “Tani Makmur” Desa Kedungpucang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem budidaya padi yang lebih efisien, berbasis mekanisasi, serta berorientasi pada peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan petani.
Sosialisasi ini menekankan pentingnya penerapan teknologi pertanian yang tepat guna dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, seperti keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, dan kebutuhan peningkatan produktivitas lahan. Melalui metode PM-AAS, petani diharapkan dapat mengembangkan sistem budidaya yang lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan enam materi utama yang menjadi dasar penerapan metode PM-AAS, yaitu Tanam Rapat dalam Baris, Efisiensi Sumber Daya, Mekanisasi Pertanian, Implementasi Berbasis Korporasi dalam Skala Luas, Intensifikasi Produksi, dan Teknologi Spesifik Lokasi.
1. Tanam Rapat dalam Baris (Tabela)
Materi pertama membahas sistem Tanam Benih Langsung (Tabela), yaitu metode penanaman padi dengan menempatkan benih secara langsung pada lahan yang telah dipersiapkan tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam dengan jarak tanam 3 cm dan menggunakan pola tanam jajar legowo 4:1 atau 6:1.
2. Efisiensi Sumber Daya
Penerapan metode PM-AAS juga menekankan pentingnya efisiensi penggunaan sarana produksi. Penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang, pengelolaan air yang tepat, serta pengendalian gulma, hama, dan penyakit secara terpadu menjadi bagian penting dalam mewujudkan usaha tani yang efisien dan menguntungkan.
3. Mekanisasi Pertanian
Dalam sosialisasi ini, diperkenalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian, khususnya drum seeder, untuk membantu penanaman benih padi secara langsung dalam barisan. Pemanfaatan alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan budidaya sekaligus mendorong petani untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern.
4. Implementasi Berbasis Korporasi dalam Skala Luas
Materi berikutnya membahas pentingnya pengelolaan usaha tani secara terorganisasi melalui kerja sama antar petani dalam kelompok maupun kelembagaan ekonomi petani. Pendekatan berbasis korporasi petani diarahkan untuk membangun pengelolaan usaha tani yang terintegrasi, mulai dari perencanaan tanam, penyediaan sarana produksi, pemanfaatan alat mesin pertanian, hingga pengelolaan hasil panen dan pemasaran.
5. Intensifikasi Produksi
Intensifikasi produksi merupakan upaya meningkatkan produktivitas lahan melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat. Materi ini meliputi penggunaan varietas unggul yang sesuai, pengaturan populasi tanaman, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
6. Teknologi Spesifik Lokasi
Penerapan metode PM-AAS perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi lahan setempat. Faktor-faktor seperti jenis tanah, ketersediaan air, kondisi iklim, varietas padi, serta kebiasaan budidaya petani perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan teknologi yang akan diterapkan. Pendampingan penyuluh pertanian dan evaluasi secara berkala juga diperlukan untuk memastikan penerapan teknologi berjalan optimal serta dapat disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi petani.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, anggota Kelompok Tani Tani Makmur diharapkan memperoleh pemahaman mengenai konsep dan penerapan metode PM-AAS sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan pertanian modern. Sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya inovasi teknologi, efisiensi penggunaan sumber daya, mekanisasi, dan penguatan kelembagaan petani.
Penerapan PM-AAS diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem budidaya padi yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan petani, penyuluh pertanian, kelembagaan petani, serta pihak terkait lainnya, modernisasi pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan penguatan ketahanan pangan.
Melalui sosialisasi PM-AAS, Kelompok Tani Tani Makmur diharapkan semakin siap mewujudkan pertanian modern: tanam lebih efisien, manfaatkan teknologi, optimalkan produksi, dan tingkatkan kesejahteraan petani. (BPP Kecamatan Bener)






