- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
PENYAKIT JAMUR ONCOM / GOSONG PALSU PADA PADI

PENYAKIT JAMUR ONCOM / GOSONG PALSU PADA PADI
Pada musim tanam padi periode Oktober 2022 – Maret 2023 ini salah satu penyakit yang banyak ditemui selain penyakit kersek adalah penyakit jamur oncom atau gosong palsu. Untuk melakukan mengantisipasi di musim yang akan dating ataupun sebelum kita melakukan pengendalian kita harus mengetahui penyebab penyakit ini, inang lain tempat jamur ini dapat bertahan di lahan serta faktor yang mendukung perkembangan penyakit dan pada akhirnya bagaimana penangannya.
a. Penyakit Gosong palsu atau disebut juga False Smut pada tanaman padi, disebabkan oleh jamur/cendawan Ustilaginoidea rivens. Penyakit ini berupa kumpulan spora cendawan berwarna jingga dan menghitam ketika sudah matang. Cendawan tersebut menyerang bulir gabah yang pecah pada saat pengisian biji. Dalam satu malai hanya beberapa bulir yang terserang oleh cendawan.
b. Inang lain: Jagung, Jawan (Echinochloa crusghalli), Alang-alang (Imperata cilindrica) dan Digitaria marginata.
c. Penyakit ini disebarkan melalui angin dan udara menginfeksi bunga atau biji yang baru terbentuk. Spora dalam bentuk yang mengeras atau disebut pseudomorph dapat bertahan 4 bulan dalam kondisi lapangan. Kondisi cuaca yang lembab, banyak hujan dan mendung pada masa pembungaan serta pemberian nitrogen yang tinggi akan mempercepat penularan penyakit ini. Cuaca panas kemudian berganti cepat dengn hujan gerimis didukung kelembaban tinggi dan unsur nitrogen berlebihan (hujan gerimis, setelah itu ditambah dgn pemupukan N tabur/semprot) pada masa generatif akan mempermudah perkembangan dan penyebaran penyakit ini.
d. Pengendalian Penyakit Gosong Palsu
1. Preemtif. Pencegahan dapat dilakukan dengan :
a. Tidak menanam benih yang telah terinfeksi Ustilagonoidea rivens, menggunakan benih bersertifikat.
b. Penghancuran jerami dan sisa tanaman yang sakit.
c. Pengaturan jarak tanam agar tidak terlalu rapat atau menerapkan jajar legowo untuk mengoptimalkan intensitas matahari dan mengurangi kelembaban.
d. Pengairan basah kering atau pengairan berselang.
d. Mengatur waktu tanam agar terhindar dari penyakit.
f. Membersihkan tanaman inang yaitu Jawan (Echinochloa crusghalli), Alang-alang (Imperata cilindrica) dan Digitaria marginata.
g. Selain itu, karena penyakit gosong palsu ini juga diinisiasi oleh pemberian nitrogen yang terlalu tinggi pada saat pembungaan dan kondisi yang lembab, maka pencegahan dapat juga dilakukan dengan tidak memberikan pupuk urea yang berlebihan dan gunakan sistem tanam jajar legowo agar kondisi tanaman tidak lembab.
2. Pengendalian Hayati dengan mengaplikasikan Trichoderma viridae, T. harzianum, T. virens, T. reesi pada tanam untuk menekan pertumbuhan sclerotia.
3. Pengendalian secara kimia dapat menggunakan pestisida berbahan aktif : fentin hidroxida, mankozeb, tembaga, carbendazim atau trifloksistrobin. Pada stadium anakan dan pembungaan, penyemprotan fungisida dapat efektif mengendalikan penyakit.
Oleh : Ruth NL Simanjuntak, SP (POPT Ahli Muda Kabupaten Purworejo)






