- PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) KABUPATEN PURWOREJO: MENDORONG PETANI GIRIMULYO LEBIH MANDIRI, PROFESIONAL, DAN BERDAYA SAING
- DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI
- Sosialisasi SIM-KESWAN: Bersama Wujudkan Ternak Sehat, Peternak Kuat!
- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi

Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
PURWOREJO – Tim Suburkan Kembali Sapi Rakyat (SUBALI SAPIRA) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo turun tangan menangani permasalahan reproduksi ternak di Kelompok Tani (KT) Taru Martani, Jenar Lor, Purwodadi pada Senin (21/9/2026). Langkah ini diambil setelah empat ekor sapi hibah program tahun 2023 di kelompok tersebut dilaporkan belum kunjung mengalami kebuntingan.
Dalam kegiatan yang berfokus pada pemeriksaan kesehatan reproduksi ini, tim menemukan fakta bahwa kondisi fisik ternak belum berada pada tingkat ideal. Berdasarkan hasil evaluasi, dua dari empat ekor sapi yang diperiksa memiliki skor kondisi tubuh (Body Condition Score/BCS) di angka 2, yang tergolong kurus.
Tim SUBALI SAPIRA mengidentifikasi bahwa manajemen pakan menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) utama yang perlu segera dibenahi oleh pengurus dan anggota kelompok. Kualitas serta kecukupan nutrisi harian memegang peranan krusial dalam memicu siklus birahi yang normal pada sapi betina.
Selain melakukan pemeriksaan medis, tim menggelar sesi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta diskusi interaktif bersama para peternak. Dari hasil pemetaan masalah, terungkap pula bahwa pemahaman terkait ketepatan waktu pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di tingkat peternak masih perlu disempurnakan.
Sebagai tindakan medis awal berbasis hasil palpasi rektal, tim SUBALI SAPIRA telah memberikan penanganan berupa penyuntikan multivitamin dan terapi hormonal pada ternak yang bermasalah. Tim juga menekankan rekomendasi utama agar peternak segera memperbaiki formulasi serta keteraturan pemberian nutrisi pakan.
Guna memastikan efektivitas penanganan, Tim Subali Sapira berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan berkala kepada KT Taru Martani. Pendampingan berkelanjutan ini ditargetkan berlangsung hingga seluruh sapi hibah dapat berproduksi secara optimal dan berkembang biak sebagaimana mestinya.






