- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
- KT Rukun Tani Gowong Siapkan 2.000 m² untuk Budidaya Bawang Merah Varietas Tajuk
- PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH Pengembangan Ayam Petelur di Kelompok Tani Sumber Makmur desa Tersidilor Kecamatan Pituruh
- Menjaga Genetik Unggulan Purworejo, Seleksi Hibah Kambing Kaligesing Kembali Digelar
- Temu Lapang PHT Gapoktan Argo Mulyo Desa Cangkrepkidul, Petani Purworejo Siap Bentuk Regu Pengendali Hama
- Seleksi Terakhir Rampung, 51 Kelompok Purworejo Kembangkan Kambing Jawa Randu
Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani

Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
BRUNO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang (SL) Tembakau di Kelompok Tani (KT) Rukun Tani, Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut pelaksanaan Sekolah Lapang Tembakau yang telah dilaksanakan selama Mei sampai Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, SL Tembakau di KT Rukun Tani dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas petani dalam penerapan budidaya tembakau yang baik.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Tim Penyuluh BPP Bruno, Pemerintah Desa Gowong, serta seluruh anggota Kelompok Tani Rukun Tani.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang pada kesempatan tersebut diwakili staff Prasluntan Bapak Legirin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sekolah Lapang diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti SL diharapkan tidak hanya diterapkan oleh peserta, tetapi juga dapat dibagikan dan ditularkan kepada petani lainnya, termasuk kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani lain.
> “Ilmu yang didapat selama mengikuti Sekolah Lapang diharapkan dapat diaplikasikan dalam kegiatan usaha tani dan ditularkan kepada petani lainnya, termasuk petani di kelompok tani yang lain,” ungkap Legirin.
Menurutnya, penguatan kapasitas petani melalui kegiatan pembelajaran bersama merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kemandirian dan memperkuat kelembagaan kelompok tani.
Sementara itu, Koordinator BPP Bruno, Dwi Hartoto, S.ST, menyampaikan harapan agar hasil pelaksanaan SL Tembakau dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir. Salah satu bentuk keberlanjutan tersebut adalah dengan mendorong munculnya petani yang memiliki kemampuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada petani lainnya.
Dwi Hartoto berharap terdapat petani tembakau dari KT Rukun Tani yang bersedia menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai mitra BPP Bruno dalam mendukung kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah Kecamatan Bruno.
> “Kami berharap ada petani tembakau dari KT Rukun Tani yang dapat menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai mitra BPP Bruno. Dengan demikian, ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui Sekolah Lapang dapat terus ditularkan kepada petani lainnya,” ujar Dwi Hartoto.
Peran Penyuluh Pertanian Swadaya diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran antarpelaku utama di tingkat lapangan. Petani yang memiliki pengalaman dan kemampuan dapat menjadi sumber informasi sekaligus mitra penyuluh dalam mendorong penerapan inovasi dan teknologi pertanian.
Kegiatan evaluasi ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat hasil pelaksanaan SL Tembakau serta memperkuat komitmen bersama dalam keberlanjutan pengembangan komoditas tembakau di Desa Gowong dan Kecamatan Bruno.
Melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, pemerintah desa, dan petani, diharapkan Kelompok Tani Rukun Tani semakin mandiri dan mampu berperan aktif dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Purworejo.






