- Penyerahan Bantuan Alsintan dan Benih Hortikultura Oleh Bupati Purworejo
- Rapat Koordinasi dan Pembinaan Inseminator Kabupaten Purworejo
- “DKPP PURWOREJO GANDENG PENYULUH PERTANIAN UNTUK MONEV PELATIHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DI DESA RENTAN RAWAN PANGAN”
- Langkah Awal Menentukan Keberhasilan Program, Pemerintah Verifikasi Calon Penerima Bantuan Ayam Petelur
- Reffilling Nitrogen Cair, Simpan Semen Beku Bibit Ternak
- IKHTIAR PETANI TUNJUNGTEJO TEKAN HAMA WERENG
- Antisipasi OPT Wereng Batang Coklat Mendukung Swasembada Pangan
- Jaga Imunitas Ternak, DKPP Purworejo Tuntaskan 2.925 Dosis Vaksin PMK
- Belajar bikin Pestisida Nabati bareng-bareng
- Antisipasi Gagal Panen, Poktan Kyai Dukuh Kroyokulon Gelar Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat
Antisipasi OPT Wereng Batang Coklat Mendukung Swasembada Pangan

Antisipasi OPT Wereng Batang Coklat Mendukung Swasembada Pangan
Pada hari ini, Rabu tanggal 1 Juli 2026 anggota kelompok tani Sido Makmur Desa Rowobayem melakukan Gerakan pengendalian (gerdal) wereng batang coklat sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah “Swasembada Pangan”. Gerdal dipandu oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan juga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kemiri.
Kegiatan gerdal ini menggunakan pestisida dengan bahan aktif BPMC yang disediakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Anggota kelompok tani sido makmur cukup antusias terbukti dengan kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 20 orang anggota kelompok tani. Kegiatan ini dimulai dengan pengarahan dari POPT kecamatan Kemiri bapak sugiyo dan PPL Wilayah Desa Rowobayem bu Erma.
Wereng Batang Coklat dapat dikenali dari bentuk hama dewasanya yang berwarna coklat. Wereng Batang Coklat dewasa berwarna coklat muda atau coklat tua, dengan sayap berbintik-bintik pada bagian depan. Panjang serangga jantan dewasa sekitar 2 - 3 mm. Wereng Batang Coklat sangat tertarik dengan cahaya. Umur serangga dewasa sekitar 18 - 28 hari. Untuk mengendalikan serangan hama Wereng Batang Coklat, perlu diketahui terlebih dahulu perilaku dari hama ini, sebagai berikut:
• Wereng Batang Coklat tidak memiliki tanaman inang lain selain tanaman padi. Karena itu, penanaman padi secara monokultur, akan menyebabkan hama berkembang populasinya.
• Wereng Batang Coklat menyukai kondisi pertanaman yang lembap dan rimbun.
• Wereng Batang Coklat menyukai padi yang berbatang lunak, apalagi dengan pemupukan N (urea/ZA) yang tinggi tanpa diimbangi pupuk P yang cukup (SP-36/SP-18).
Pengendalian wereng batang coklat kali ini menggunakan pestisida kimia dikarenakan populasinya sudah melewati ambang ekonomi yaitu 20 ekor/rumpun pada saat umur tanaman lebih dari 40 HST. Dalam pelaksanaanya, petani melakukan penyemprotan secara serempak pada sawah yang terdapat populasi wereng Batang coklat
Perlu diingat bahwa penggunaan pestisida sebaiknya mengikuti kaidah-kaidah pemberantasan hama terpadu (PHT) artinya tepat jenis, tepat dosis dan tepat waktu, karena jika melanggar justru turut memicu ledakan serangan hama wereng batang coklat. Melalui Gerakan pengendalian ini, diharapkan populasi wereng batang coklat di desa Rowobayem dapat segera berkurang, sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dengan baik dan mencapai hasil produksi yang optimal serta meminimalisir kerugian petani.






